13 Keutamaan Doa Kafaratul Majelis Yang Patut Diketahui

13 Keutamaan Doa Kafaratul Majelis Yang Patut Diketahui

PeciHitam.org – Keutamaan doa kafaratul majelis sangat luar biasa, yang mana dikatakan dapat menghapuskan kesalahan yang dilakukan seseorang saat berada dalam suatu majelis, sebagaimana dijelaskan dalam hadits yang berbunyi:

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

عَنْ أَبِى بَرْزَةَ الأَسْلَمِىِّ قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَقُولُ بِأَخَرَةٍ إِذَا أَرَادَ أَنْ يَقُومَ مِنَ الْمَجْلِسِ سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ فَقَالَ رَجُلٌ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّكَ لَتَقُولُ قَوْلاً مَا كُنْتَ تَقُولُهُ فِيمَا مَضَى. قَالَ : كَفَّارَةٌ لِمَا يَكُونُ فِى الْمَجْلِسِ

Artinya: “Dari Abu Barzah Al-Aslami, berkata bahwa Rasulullah SAW di akhir majelis ketika hendak berdiri meninggalkan majelis berkata, (Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu alla ilaaha illa anta, astaghfiruka wa atuubu ilaik, artinya: Maha Suci Engkau Ya Allah, segala pujian untuk-Mu, aku bersaksi bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Engkau dan aku meminta ampunan dan bertaubat pada-Mu), ada seseorang yang berkata pada Rasul SAW, ‘Wahai Rasulullah, engkau mengucapkan suatu perkataan selama hidupmu’, Beliau bersabda, (Doa itu sebagai penambal kesalahan yang dilakukan dalam majelis).” (HR. Abu Daud: 4857 dan Ahmad, 4:425)

Maksud dari doa tersebut ialah sebagai penambal kesalahan berupa kata-kata laghwu atau perkataan yang sia-sia dalam suatu majelis, dianjurkan membaca doa kafaratul majelis ketika akan berpisah atau akan selesai dari suatu majelis karena akan sia-sia jika suatu majelis atau tempat obrolan yang membicarakan kebaikan tidak terdapat dzikir pada Allah SWT.

Baca Juga:  Sepuluh Dzikir Anjuran Hujjatul Islam Imam Al-Ghozali

Adapun hadits dari Abu Hurairah ra, bahwa Rasulullah SAW bersabda:

مَامِنْ قَوْمٍ يَقُوْمُوْنَ مِنْ مَجْلِسٍ لاَ يَذْكُرُوْنَ اللهَ فِيْهِ إِلاَّ قَامُوْا عَنْ مِثْلِ جِيْفَةِ حِمَارٍ وَكَانَ لَهُمْ حَسْرَةً

Artinya: “Setiap kaum yang bangkit dari majelis yang tidak ada dzikir pada Allah, maka selesainya majelis itu seperti bangkai keledai dan hanya menjadi penyesalan pada hari kiamat.” (HR. Abu Daud: 4855 dan Ahmad, 2:389)

Sebagai sebuah doa terdapat banyak keutamaan doa kafaratul majelis tersebut yaitu diantaranya:

  • Penghapus dosa.

Abu Barzah Al-Aslami menjelaskan bahwa Rasulullah SAW saat hendak berdiri dan meninggalkan majelis berdoa kafaratul majlis tersebut dan kemudian ketika seseorang ada yang bertanya kepada Beliau maka Rasulullah SAW menjawab yang artinya, “Sebagai kafarah (penghapus) terhadap apa yang terjadi di majelis.” (HR. Abu Dawud, Al-Tirmidzi, Ahmad, dll)

  • Agar ilmu dari majelis lebih bermanfaat.

Abu Hurairah ra, menjelaskan bahwa Rasulullah SAW mengibaratkan orang yang bangkit dari majelis yang mana tidak ada dzikir pada Allah SWT seperti halnya bangkai keledai yang kemudian menyesal pada hari kiamat. (HR. Abu Daud: 4855 dan Ahmad, 2:389)

  • Dimudahkan jalan menuju surga Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Barang siapa yang menempuh perjalanan untuk mencari ilmu, maka akan Allah mudahkan jalannya menuju surga.” (HR. Muslim)

Bahwa suatu majelis ialah tempat sharing ataupun tempat menimba pengetahuan yang mana ketika di tambahkan doa kafaratul majelis maka suatu majelis diharapkan dapat memudahkan menuju Surga.

  • Sunnah Rasul.
Baca Juga:  Kumpulan Zikir-zikir Spesial Penyejuk Hati yang Terdapat dalam Al Quran

Rasulullah SAW senantiasa berdoa kepada Allah SWT ketika melakukan segala sesuatu termasuk saat hendak meninggalkan suatu majelis, maka yang demkian merupakan Sunnah Rasul yang patut diikuti.

  • Menguatkan keimanan.

Doa kafaratul majelis juga menjadi salah satu cara meningkatkan keimanan dan ketaqwaan karena dengan berdoa dan senantiasa mengingat Allah SWT, maka keiman seseorang akan terjaga.

  • Diberi kebaikan.

Dari Aisyah ra, berkata yang artinya:

“Tidaklah Nabi duduk di majelis tidak pula membaca al qur’an dan tidak pula sholat kecuali menutupnya dengan kalimat kalimat tersebut, aku berkata: ‘Wahai Rasulullah, aku melihatmu tidaklah duduk di suatu majelis, tidak juga membaca al qur’an dan tidak juga sholat kecuali engkau tutup dengan kalimat tersebut?’,

Beliau bersabda: ‘Iya, siapa yang berkata baik akan ditutup dengan stempel kebaikan, dan siapa yang berkata buruk, akan menjadi penghapus dosanya, yaitu Subhanakallahumma wabihamdika asyhadu an laa ilaaha illa anta astaghfiruka wa atuubu ilaika’.” (HR An-Nasa’i)

  • Termasuk ibadah yang mulia.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Tidak ada sesuatu yang paling mulia di sisi Allah daripada doa”. (HR. At-Tirmidzi, 12:263, Ibnu Majah, 2:341, Ahmad, 2:362)

  • Dihindarkan dari murka Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

 “Barangsiapa yang tidak meminta pada Allah, maka Allah akan murka padanya.” (HR. Tirmidzi:3373)

  • Dapat menenangkan jiwa.

Dengan berdoa maka sekaligus dapat menenangkan jiwa, Allah SWT berfirman yang artinya:

“Yaitu orang-orang yang beriman dan hati mereka menjadi tenteram dengan mengingat Allah, Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’du 13:28)

  • Dijauhkan dari kesulitan.
Baca Juga:  Inilah Doa Pengusir Iblis yang Harus Kamu Baca Agar Terhindar dari Godaannya

Dengan berdoa maka akan dijauhkan dari kesuliatan, Allah SWT berfirman yang artinya:

“Siapa yang memperkenankan (doa) orang yang mengalami kesulitan dan apabila ia berdoa kepada-Nya, dan yang menghilangkan kesusahan dan yang menjadikan kamu sebagai khalifah di bumi? Apakah di samping Allah SWT ada Tuhan [yang lain]? amat sedikitlah kamu mengingat-Nya”. (QS. An-Naml 27:62)

  • Mendapat rahmat Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Barang siapa diantara kalian telah dibukakan baginya pintu doa, pasti dibukakan pula baginya pintu rahmat, dan tidaklah Allah diminta sesuatu yang Dia berikan lebih Dia senangi dari pada diminta kekuatan.” dan Rasulullah SAW bersabda: “sesungguhnya doa itu bermanfaat baik terhadap apa yang terjadi maupun belum terjadi, maka hendaklah kalian berdoa.” (HR. At-Tirmidzi, 5:552, no: 3548)

  • Berdoa merupakan salah satu perintah Allah SWT.

Allah Ta’ala berfirman yang artinya:

“Dan Tuhanmu berfirman, ‘Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Aku perkenankan bagimu.” (QS. Al-Mu’min :60)

  • Selalu bersama Allah SWT.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya:

“Allah Ta’ala berfirman, ‘Aku sangat tergantung prasangkaan seorang hamba kepada-Ku, dan Aku bersamanya jika dia berdoa kepada-Ku.” (HR. Muslim)

Demikianlah keutamaan doa kafaratul majelis secara singkat, hendaklah senantiasa mengakhiri majelis dengan istighfar dan bacaan doa agar dihindarkan menjadi orang yang merugi dalam setiap waktu.

Mochamad Ari Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published.