3 Adab Menunggu Pasien Yang Seharusnya Dilakukan

3 Adab Menunggu Pasien Yang Seharusnya Dilakukan

PeciHitam.org – Sebelum membahas perihal adab menunggu pasien yang sedang sakit, sebagai seorang manuasia menjaga dan menunggu orang sakit memang butuh kesabaran ekstra, karena hal ini sangat menguras tenaga dan banyak menghabiskan waktu.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Para ulama menekankan salah satu nasehat ketika menunggu orang sakit dan termasuk salah satu adab menunggu pasien yaitu untuk mengisi dan “mencuri waktu” membaca Al-Qur’an, karena dengan melantunkan ayat Al-Qur’an dapat mengobati kesedihan, kegelisahan hati serta mengobati penyakit fisik.

Sebagian orang yang menemani pasien di rumah sakit manghabiskan waktu yang lama bahakan bisa menghabiskan waktu berminggu-minggu, jadi dinasehatkan agar menjenguk orang sakit dan menghibur mereka serta membaca Al-Qur’an, berdakwah kepada Allah SWT, belajar ilmu yang bermanfaat, banyak berdzikir serta berdoa kepada Allah SWT untuk diri dan agar disembuhkan orang yang sakit tersebut.

Adapun adab menunggu pasien yang sebaiknya di lakukan agar waktu dalam menunggu dapat bermanfaat dan tidak sia-sia:

  • Bagi penunggu pasien hendaklah juga memperhatikan waktu yang telah dihabiskan dan berusaha untuk “mencuri waktu” untuk ibadah dan belajar ilmu.
Baca Juga:  Memahami Makna Amar Ma’ruf bil Ma’ruf Nahi Munkar bil Ma’ruf

Rasulullah SAW bersabda:

نِعْمَتَانِ مَغْبُونٌ فِيهِمَا كَثِيرٌ مِنَ النَّاسِ: الصِّحَّةُ وَالفَرَاغُ

Artinyya: “Dua kenikmatan yang sering dilalaikan oleh sebagian besar manusia yaitu nikmat sehat dan nikmat waktu luang”. (HR. Bukhari, 6412)

Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah mengutip perkataan Imam Syafi’i, dan beliau berkata:

صَحِبْتُ الصُّوفِيَّةَ فَلَمْ أَسْتَفِدْ مِنْهُمْ سِوَى حَرْفَيْنِ: أَحَدُهُمَا قَوْلُهُمْ: الْوَقْتُ سَيْفٌ، فَإِنْ قَطَعْتَهُ وَإِلَّا قَطَعَكَ

Artinya: “Saya menemani orang sufi, aku tidak mendapat manfaat kecuali dua, salah satunya: ‘Waktu laksana pedang, jika engkau tidak menggunakannya maka ia yang malah akan menebasmu”. (Lihat: Al-Jawabul Kaafi, Darul Ma’rifah, beirut, 1418 H)

Hasan Al-Bashri mengatakan bahwa yang pelit dalam waktunya:

أدركت أقواما كان أحدهم أشح على عمره منه على درهمه

Artinya: “aku menjumpai beberapa kaum salah satu dari mereka lebih pelit terhadap umurnya (waktunya) dari pada dirham (harta) mereka.”

Maksudnya bahwa tidak baik menyia-nyiakan waktu luang karena waktu tidak dapat diputar kembali dan ketika tidak bermanfaat kita akan merugi.

  • Penunggu pasien hendaklah membiasakan untuk berdzikir dan mengingatkan pasien untuk berdzikir kepada Allah SWT.
Baca Juga:  Hasan al Bashri: Hati yang Mati Sebab Melakukan Dosa Diatas Dosa

Allah SWT berfirman dalam Al-qur’an:

الَّذِينَ آمَنُواْ وَتَطْمَئِنُّ قُلُوبُهُم بِذِكْرِ اللّهِ أَلاَ بِذِكْرِ اللّهِ تَطْمَئِنُّ الْقُلُوبُ

Artinya: “Orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah, ingatlah! hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d 13:28)

  • Bagi penunggu pasien hendaklah berusaha menghafalkan doa kesembuhan dari sakit dan mengajarkan kepada pasien.

Dari Aisyah ra bahwa Rasulullah SAW menjenguk salah satu keluarganya yang sakit kemudian Beliau mengusap dengan tangan kanannya sembari membaca:

اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ، اشْفِ، أَنْتَ الشَّافِي لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاءُكَ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا

Artinya: “Ya Allah, Tuhan seluruh manusia, hilangkanlah penyakit ini, sembuhkanlah, Engkau adalah Dzat yang Maha Menyembuhkan, tidak ada obat yang menyembuhkan kecuali obat-Mu, kesembuhan yang tidak meninggalkan penyakit.”

Ataupun mengajarkan agar dibaca oleh pasien agar disembuhkan contohnya, dari Utsman bin Al-Ash pernah mengeluhkan kepada Rasulullah SAW tentang penyakit ditubuhnya, kemudian Rasulullah SAW bersabda:

Baca Juga:  Perilaku Suami-Istri yang Tidak Pantas Tapi Dibolehkan Syariat

ضع يدك على الذي تألم من جسدك و قل باسم الله ثلاثا و قل سبع مرات أعوذ بالله و قدراته من شر ما أجد و أحاذر

Artinya: “Letakkan tanganmu dibagian tubuh yang sakit, lalu ucapkanlah, ‘bismillah’ tiga kali, lalu ucapkan sebanyak tujuh kali ‘A’udzu billahi wa qudrootihi min syarri maa ajidu wa uhaadzir’ (Aku memohon perlindungan kepada Allah dengan kemuliaan dan kekuasaannya dari segala keburukan yang kudapatkan dan kukhawatirkan).” HR. Muslim no.2202

Demikian beberapa adab menunggu pasien dan semoga kita dapat menerapkannya sehingga waktu kita menunggu pasien yang sakit bisa lebih bermanfaat.

Mochamad Ari Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published.