Abdul Quddus Pelayan Rasulullah dari Yahudi yang Akhirnya Masuk Islam

Abdul Quddus

Pecihitam.org – Rasulullah Saw adalah sosok teladan yang sangat bijaksana, sehingga para sahabat pun banyak yang menawarkan diri untuk menjadi pelayan beliau. Namun, dengan segala kerendahan hatinya, Rasulullah Saw tidak pernah merasa seperti raja terhadap para sahabatnya tersebut.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Beberapa sahabat yang pernah mengabdikan diri untuk Rasulullah Saw antara lain adalah:

  • Anas bin Malik, seorang putra dari Ummu Sulaim. Beliau di titipkan oleh ibunya kepada Nabi Muhammad Saw sejak usianya masih 8 tahun, kemudian ia mengabdikan diri sebagai sekertaris Rasulullah Saw selama kurang lebih 10 tahun.
  • Rabi’ah bin Ka’ab, yaitu salah satu dari anggota ashabus Shuffah. Beliau adalah seorang yang membantu Rasulullah Saw mengambilkan air wudhu di sumur.
  • Abdullah bin Mas’ud, yang di juluki dengan Shahibu na’alaih. Beliau biasa membantu memakaikan serta melepaskan kedua sandal Rasulullah Saw.
  • Uqbah bin Amir, yang di juluki sebagai Shahibu Baghlatihi. Beliau adalah seorang yang menuntun hewan Bigal yang di naiki oleh Rasulullah Saw saat hendak bepergian.
  • Ummu Aiman, seorang pelayan dari kaum wanita yang merawat Rasulullah Saw sejak kecil sampai dengan dewasa. Ummu Aiman adalah budak dari Habasyah yang di merdekakan oleh ayah Rasulullah Saw yaitu, Sayyidina Abdullah.
Baca Juga:  Ketika Imam at Thabari di Tuduh Syiah dan Atheis Bagian 3 (Selesai)

Selain beberapa pelayan Rasulullah Saw dari kalangan kaum muslimin di atas, ternyata ada juga pelayan yang bukan dari kalangan muslim. Ia adalah Abdul Quddus seorang pemuda Yahudi yang pernah mengabdikan dirinya sebagai pelayan Rasulullah Saw.

Mengenai tugas dari Abdul Quddus ada yang menyebutkan bahwa beliau biasa membantu menyisirkan rambut Rasulullah Saw. Menurut Al-Qurthubi menyebutkan bahwa, awalnya Abdul Quddus di paksa oleh orang Yahudi untuk mengambil rontokan dari rambut Rasulullah Saw.

Ternyata rontokan rambut tersebut di gunakan oleh Labid bin Al-A’sham untuk menyihir Rasulullah Saw. Namun usahanya tersebut gagal, karena Rasulullah Saw selalu di lindungi oleh Allah Swt.

Meskipun Abdul Qauddus bukanlah seorang muslim, namun Rasulullah tetap berlaku baik dan adil kepada pemuda Yahudi tersebut. Rasulullah Saw tidak pernah membeda-bedakan sikap beliau terhadap pelayan muslim ataupun non muslim.

Baca Juga:  Kisah Abu Dzar Al-Ghifari, Sahabat Nabi yang Taubat Karena Melihat Anjing Minum Susu

Justru Rasulullah Saw sangat perhatian dengan para pelayannya termasuk Abdul Quddus tersebut. Bahkan pada saat Abdul Quddus sakit, Rasululullah Saw selalu menjenguknya.

كان غلام يهودي يخدم النبي صلى الله عليه وسلم , فمرض, فأتاه النبي صلى الله عليه وسلم يعوده فقعد عند رأسه فقال له <<اسلم>> فنظر الى أبيه وهو عنده فقال له : أطع أبا القسم صلى الله عليه وسلم, فأسلم, فخرج النبي صلى الله عليه وسلم وهو يقول : الحمدلله الذيأ أنقذه من النار.

Artinya: “Nabi memiliki pelayan seorang pemuda Yahudi. Suatu saat pemuda itu jatuh sakit. Nabi pun menjenguknya dan duduk di dekat kepala pemuda Yahudi itu. Nabi pun menawarkan pemuda Yahudi tersebut masuk Islam. lalu pemuda Yahudi itu menatap wajah bapaknya seraya meminta izin. “ Silahkan kamu mengikuti ajaran Abdul Qasim,( Muhammad) ayah rela kamu masuk Islam”. jawab ayah pemuda Yahudi itu kepadanya. Nabi pun keluar seraya berdo’a, “ Alhamdulillah, semoga dia (pemuda Yahudi) di selamatkan dari apai neraka.” (HR. Bukhori)

Abdul Quddus pun akhirnya masuk islam tanpa adanya paksaan, justru ayahnya sendiri yang menyarankan agar dirinya mengikuti Rasulullah Saw dan masuk Islam.

Baca Juga:  Syaikh Ibrahim Samarkandi; Penyebar Islam di Champa Hingga ke Nusantara

Rasulullah Saw selalu bersikap baik dan menjaga hubungan kepada semua pelayannya, beliau sangat menghargai perbedaan dari seseorang sekalipun itu tentang agama dan keyakinan. Bahkan Rasulullah Saw menganggap mereka sebagai saudaranya sendiri.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik