Anwar Zahid, Ulama Humoris dengan Metode Dakwah yang Unik

Anwar Zahid, Ulama Humoris dengan Metode Dakwah yang Unik

PeciHitam.org – Qulhu ae Lek, Suwen (sudah Baca Surat Qulhu saja, kelamaan) kata yang lekat kepada KH Anwar Zahid. Pesan lugas, tegas, mengena dan penuh galak tawa menjadikan banyak masyarakat mengidolakan Kiai satu ini.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Gelak tawa tersebut bukan berarti tidak bermakna, lebih kepada sikap yang diambil untuk metode pesan-pesan Islam wasatiyah (moderat).

Wajah Islam beliau gambarkan menjadi sebuah kegembiraan, bukan Islam yang garang. Beliau tidak sekedar menerjemahkan Islam Taat dapat Reward  surga dan Neraka bagi yang tidak taat, akan tetapi Islam dalam kemanusiaan dan kegembiraan sebagai orang Muslim.

Profil Anwar Zahid

Ahmad Anwar Zahid atau dikenal luas dengan KH. Anwar Zahid terlahir di Bojonegoro pada 11 Maret 1974. Beliau menjadi seorang da’i penceramah kondang dengan guyonan khas Pesantren.

Anwar Zahid yang mana seorang Nahdliyin tulen memang serasa manjadi oase dalam Islam. Beliau menyampaikan dakwah dengan metode humor ditengah gencarnya dakwah kenceng-kencengan otot.

Putra Asli Desa Simorejo Kanor Bojonegoro memang mencurahkan hidup untuk berdakwah. Untuk mengundang beliau berceramah harus inden selama 2 tahun.

Bahkan dalam satu hari, beliau harus naik panggung berkali-kali untuk menyejukkan dahaga ilmu para jamaah. Kemanjuran dakwah dengan metode humor terlihat dalam setiap ceramah beliau selalu dipenuhi oleh antusiasme jamaah.

Masa Pendidikan

Menjadi singa panggung, memberi nasihat keagamaan kepada umat kiranya harus memiliki bekal mantap dengan sanad keilmuan yang memadai. Tidak sekedar terkenal kemudian berkoar dengan mengatas-namakan Islam. Hal itu juga menjadi latar belakang pendidikan KH Anwar Zahid.

Pada masa kecil beliau lalui selayaknya anak kecil seumuran beliau. Beliau mendapat kajian keagamaan pertama dari ayah beliau yang seorang Kiai Kampung. Nilai-nilai dasar akidah islam beliau dapatkan dari ayah beliau sendiri. Memasuki usia 12, ia memasuki pesantren untuk pertama kali.

Baca Juga:  AGH Sanusi Baco; Kyai Kharismatik NU yang Mewakafkan Hidupnya untuk Umat

Beliau merupakan santri asuhan Kiai besar, KH. Abdullah Faqih pada Pesantren Langitan di Tuban. Di kota Sunan Bonang ini, beliau menempa keilmuan selama 3 tahun. Pesantren dengan spesifikasi kedisiplinan, Fiqih dan bahasa Arab ini menjadikan beliau mahir keilmuan dasar Islam.

Setelah menyelesaikan pendidikan di Pesantren Langitan Tuban, beliau sowan kepada Yai Abdullah Faqih untuk meneruskan pendidikan di Bungah Gresik. Pendidikan yang pilih selanjutnya oleh Anwar Zahid adalah spesifikasi Keilmuan Al-Qur’an. Yai Abdullah mengijinkan, merestui dan mendokan Anwar Zahid muda.

Pesantren di Bungah Gresik bernama Asrama Pesantren Ta’limul Qur’an menempa keilmuan Anwar Zahid dengan hafalan Al-Qur’an, tafsir serta keilmuan Al-Qur’an lainnya. Akan tetapi spesifikasi yang geluti Anwar Zahid yaitu tahfidzil Qur’an. Tidak heran beliau lancar dalam melafadzkan ayat-ayat suci Al-Qur’an dengan baik.

Bekal pendidikan Pesantren di Langitan dan APTQ ini sangat berperan terhadap kemantapan pemikiran serta sarana ceramah KH Anwar Zahid. Bekal seorang penceramah memang tidak hanya sekedar hafal satu dua ayat kemudian mamasang tarif ceramah.

Pengetahuan yang mumpuni dari KH Anwar Zahid menjadikan beliau sangat luwes dalam menyampaikan pesan-pesan Islam yang menyejukkan.

Pemikiran Anwar Zahid

KH Anwar Zahid dalam setiap ceramahnya dipenuhi dengan gelak tawa, humor serta guyonan yang menyegarkan. akan tetapi ceramah tersebut tidak mengurangi isi dan pesan sebagai sebuah mauidzah hasanah. Beliau mendasarkan diri bahwa Islam harus dikemas dalam bentuk yang baik supaya orang mengenal islam dalam bentuk baik juga.

Jika seorang muslim selalu beringas dan menampilkan diri dalam bentuk anarkisme, maka citra Islam juga akan menjadi tidak baik. Pesan-pesan beliau tersampaikan dalam banyak video YouTube dan media sosial lainnya.

Penyampaian ceramah KH Anwar Zahid sangat sesuai dengan konteks obyek dakwah yang banyak didominasi orang-orang desa pinggiran. Akan tetapi ceramah beliau tidak terbatas hanya konsumsi orang-orang desa yang tidak berpendidikan. Ceramah beliau juga diterima secara luas oleh orang-orang perkotaan dengan tidak meninggalkan kekhasan ceramah ala pesantren.

Baca Juga:  Kontribusi Imam Malik dalam Perkembangan Ilmu Hadis

Pesan utama dalam ceramah Anwar Zahid yaitu menumbuhkan citra Islam yang dapat diterima oleh semua kalangan dan latar belakang. Beliau selalu mengedepankan sikap rahmatan Lil Alamin bahkan pada seorang penjahat. Citra Ekslusifisme (terbatasa kalangan tertentu) Islam ingin beliau kikis dengan banyak memberi motivasi tentang Islam yang ramah.

Beliau pernah memberi ceramah para Napi di Gresik yang notabene orang-orang yang dianggap jelek seluruhnya. Beliau mewasiatkan untuk tobat dan memperbaiki diri jika memang ingin menjadi bagian dari komunitas masyarakat. Anwar Zahid tidak membeda-bedakan strata sosial obyek dakwah, bahkan para pejabat sekelas Bupati dengan santainya beliau gojlok.

Hal ini menandakan bahwa beliau berjalan untuk berdakwah tidak atas orderan pujian manusia, tapi atas dasar kebenaran. Materi-materi muamalah kehidupan keseharian sering beliau gambarkan dengan suasana humor renyah untuk dikonsumsi orang awam maupun berpendidikan. Khas ceramah ini menjadikan beliau mempunyai tempat  dihati para Jamaah.

Hal ini terjadi lantaran cara ceramah beliau yang sangat digemari oleh semua kalangan masyarakat, bahasa yang beliau gunakan selalu mengena di hati jamaah dan selalu diiringi humor-humor yang bermakna.

Beliau selalu menyindir perilaku-perilaku dan sifat seseorang yang biasa terjadi didalam sebuah masyarakat, sehingga para jamaah pun hanya bisa tertawa dan menyadari akan kebenaran dari apa yang beliau sampaikan, sehingga apa yang menjadi pokok inti ceramah secara tidak sadar sudah diterima oleh masyarakat melalui humor-humor tersebut.

Kontribusi Anwar Zahid

KH Anwar Zahid tenar bukan hanya di Indonesia, bahkan sampai mancanegara. Beliau juga sering mengisi pengajian rutin di mancanegara, seperti HongKong, Korea Selatan, Malaysia. Hampir tiap bulan beliau selalu mengisi jadwal disana.

Baca Juga:  Inilah 3 Sosok Ulama Juru Perdamaian Dunia, Background Spiritual Ketiganya Sama

Dan selain itu juga, terdapat pengajian rutinan di kediaman beliau tiap Minggu Kliwon yang diberi nama Jamaah Maqoman Mahmudah. Majelis jamaah ini secara rutin membaca Rattibul Haddad dan Istighasah langsung dipimpin oleh beliau.

Kesibukan beliau tidak menyurutkan konsentrasi beliau untuk mengembangkan dan menyebarkan Ilmu melalui sarana lembaga pendidikan.

Beliau memiliki Yayasan Pondok yang berada tepat disamping kediaman beliau, bernama Yayasan Pondok Pesantren Sabilun Najah, dengan nama Pesantrennya Asy-Syafi’iyah. Di bawah Yayasan ini dinaungi jenjang pendidikan MTs dan MA.

Keistimewaan pesantren milik beliau adalah bagi santri-santriwati yang ingin mengemban ilmu seluruh biaya sehari-hari ditanggung penuh oleh pihak Pesantren alias gratis. Namun biaya pendaftaran dan finansial masih ditanggung oleh masing-masing peserta didik.

Pangsa santri pesantren Asy-Syafi’iyah banyak berdatangan dari golongan menengah kebawah. Mereka kebanyakan dari luar jawa yang orang tuanya tidak terlalu memahami Islam secara baik. Dalam konteks ini, peran dakwah KH Anwar Zahid menemui tujuan yang hakiki, menyebarkan Islam kepada mereka yang belum mengetahui.

Titik temu keilmuan dan pengamalan KH Anwar Zahid terlihat dari kedermawanan beliau mengurusi dan menggratiskan santri yang menempuh pendidikan. Beliau tidak hanya mengkonfirmasikan diri sebagai penyampai nilai-nilai Islam, akan tetapi mengamalkan dalam bentuk kedermawanan.

Kontribusi pemikiran mengatur, mengarahkan jamaah yang selalu penuh sesak dalam pengajian beliau serta membuat sebuah pesantren untuk menjaga setiap nilai-nilai Islam wasatiyah tetap hidup. KH Anwar Zahid pantas untuk menjadi panutan seorang muslim kaafah.

Ash-Shawabu Minallah

Mochamad Ari Irawan