Apakah Ilmu Laduni Benar Ada? Adakah Cara untuk Meraihnya?

Apakah Ilmu Laduni Benar Ada? Adakah Cara untuk Meraihnya?

PeciHitam.orgIlmu yang tak diamalkan bak pohon yang tak berbuah”, ini adalah ungkapan dari peparah arab yang sangat masyhur. Ungkapan tersebut sangat sangat menganjurkan pengamalan pengetahuan agar ilmu yang sudah kita pelajari tidak menjadi sampah pengetahuan yang memenuhi kepala kita.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dengan keseimbangan belajar dan pengamalan, kita akan menjadi orang yang alim dan orang yang suci.  Dan inilah sesungguhnya definisi orang alim yang menjadi kekasih Allah dan ciri orang yang dianugerahkan Ilmu Laduni.

Definisi Ilmu dan Kewajiban Belajar

Asal kata Ilmu secara bahasa arab adalah “’ilmu” berasal dari “alima ya’lamu” yang memiliki arti mengetahui. Sedangkan dalam bahasa Indonesia, jika dilihat dari kamus KBBI ilmu berarti pengetahuan mengenai suatu bidang yang disusun secara sistematis.

Adalah hukum menuntut ilmu secara umum adalah wajib bagi setiap muslim seperti halnya yang terdapat dalam hadis Nabi Muhammad SAW yang berbunyi:

طلب العلم فريضة على كل مسلم و مسلمة

Artinya: “Menuntut ilmu wajib bagi muslim laki-laki dan perempuan.”

Seperti yang sudah kita ketahui, bidang keilmuan sekarang sangatlah banyak dan beragam. Apakah kita wajib mempelajari semuanya? Kategori ilmu ada yang hukumnya wajib ain dan ada yang  hukumnya wajib kifayah, dalam hal ini kita haruslah memprioritaskan ilmu mana dulu yang dipelajari.

Baca Juga:  Manfaat Wudhu Ditinjau dari Sisi Agama dan Kesehatan

Dalam contoh, misalnya kita adalah seorang dokter kita wajib belajar ilmu kedokteran dengan lebih mendalam, pedagang haruslah terus belajar ilmu tentang perdagangan, demikian juga seorang muslim haruslah belajar dan terus mendalami tentang keislaman.

Kekasih Allah yang Memiliki Ilmiu Laduni

Berbeda dengan ilmu lainnya, ilmu laduni adalah anugerah yang diberikan oleh allah, ilmu ini diperoleh dengan tanpa belajar melainkan penglihatan yang diberikah oleh Allah SWT. Dari sinilah Ilmu laduni dalam istilah lain dikatakan sebagai mukasyafah atau ilmu ilham atau ilmu ilahi.

Tidak semua orang mendapatkan anugerah ini, Ilmu laduni biasanya dimiliki oleh orang-orang saleh dan suci, terutama orang yang masuk dalam maqom wali atau kekasih Allah. Seperti dalam Surat Al-Kahfi ayat 65:

وعلمناه من لدنا علما

Baca Juga:  Kecerdasan Syekh Said Ramadhan Al-Buthi Membuat "Gerah" Salafi Wahabi

Artinya: “Dan kami ajarkan padanya (Nabi Khidir) ilmu dari sisi kami.”

Ayat tersebut menjadi contoh adanya ilmu laduni seperti yang sudah dimiliki oleh Nabi Khidir. Dalam ayat lain juga diterangkan adanya kekasih Allah lainnya yang memiliki ilmu yang sama, diantaranya adalah Nabi Ya’qub, sebagaimana dalam Surat Yusuf ayat 68:

وإنه لذوعلم لما علمناه

Artinya: “Sesungguhnya Dia (Ya’qub) adalah orang yang mempunyai ilmu, karena kami telah mengajarinya.”

Tetapi jika kita melihat sumber lain, tidak hanya Nabi yang dianugerahi ilmu laduni, melainkan wali dan para sufi yang memiliki hati yang suci. Seperti yang sudah diterangkan dalam Hadis dalam Hilyah Auliya’ yang diriwayatkan oleh Abu Nuaim dari Anas:

من عمل بما علم ورثه الله تعالى علم ما لم يعلم

Artinya: “Barang siapa mengamalkan apa yang ia ketahui, maka Allah akan memberinya ilmu yang dia tidak ketahui.”

Tentang Hadis ini, Ibnu Hajar Haitami pernah berkomentar bahwa “sesuai apa yang dikatakan Izzudin bin Abdissalam bahwa sesungguhnya orang yang mau mengamalkan apa yang dia ketahui baik wajib syar’i atau sunnah atau menjauhi makruh dan haram, maka Allah akan memberinya ilmu illahi yang sebelumnya dia tidak mengetahuinya”.

Hikmah yang bisa diambil disini adalah meski jika kita bisa mengkategorikan orang-orang yang beruntung ini dan mencontoh sifat alim mereka dan kesucian mereka, tapi tetap saja Ilmu Laduni adalah Ilmu yang hanya Allah yang memilih siapa yang akan Allah anugerahi. Oleh karena itu jangan pernah meninggalkan kewajiban belajar dan hanya mengharapkan datangnya Ilmu Laduni pada kita.

Baca Juga:  Mengenal Warisan Budaya Literasi Syekh Mahfudz At-Tarmasi

Ash-Shawabu Minallah

Mochamad Ari Irawan