Ayo Lakukan, Jangan Ragu! Raihlah Keberkahan Peringatan Maulid Nabi

Keberkahan Peringatan Maulid Nabi

Pecihitam.org- Setiap tahun ketika memasuki bulan Rabiul Awal, nyaris seluruh penduduk muslim Asia mengadakan Peringatan Maulid Nabi. Terlebih di Indonesia, di beberapa daerah Peringatan Maulid Nabi tidak hanya pada tanggal 12 saja. Tapi selama satu bulan penuh dan dilaksanakan secara berpindah-pindah dari rumah yang satu ke rumah yang lain. Ini karena mereka meyakini akan adanya keberkahan Peringatan Maulid Nabi.

Imam As-Suyuthy menulis dalam salah satu kitabnya

مَا مِنْ بَيْتٍ أَوْ مَسْجِدٍ أَوْ مَحَلَّةٍ قُرِئَ فِيْهِ مَوْلِدُ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِلَّا حَفَّتِ الْمَلاَئِكَةُ ذَلِكَ الْبَيْتَ أَوِ الْمَسِجْدَ أَوِ الْمَحَلَّةَ، وَصَلَّتِ الْمَلاَئِكَةُ عَلَى أَهْلِ ذَلِكَ الْمَكَانِ، وَعَمَّهُمُ اللهُ تَعَالَى بِالرَّحْمَةِ وَالرِّضْوَانِ، وَأَمَّا الْمُطَوَّقُوْنَ بِالنُّوْرِ يَعْنِيْ جِبْرَائِيْلَ وَمِيْكَائِيْلَ وَإِسْرَافِيْلَ وَعِزْرَائِيْلَ عَلَيْهِمُ السَّلاَمُ فَإِنَّهُمْ يُصَلُّوْنَ عَلَى مَنْ كَانَ سَبَبًا لِقِرَاءَةِ مَوْلِدِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

Tiada dari suatu rumah, masjid atau tenda yang dibacakan di dalamnya Maulid Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam kecuali malaikat mengelilingi rumah, masjid dan tenda tersebut.

Para malaikat meminta ampunan dosa terhadap penghuni tempat tersebut, dan Allah meliputi mereka dengan rahmat dan keridhaan-Nya. Dan adapun malaikat yang dikelilingi dengan cahaya yakni Jibril, Mikail, Israfil dan ‘Izrail -‘alaihimussalam– maka mereka meminta ampunan dosa terhadap orang-orang yang menjadi penyebab bagi pembacaan Maulid Nabi Shallallahu ‘alaihi wasallam (Al Wasaa`il Fii Syarhi Asy-Syamaa`il)

Baca Juga:  Mengapa Kita Memperingati Hari Kelahiran Nabi, Bukan Hari Wafatnya?

Untuk menguatkan apa yang dituliskan Imam As-Suyuthy berkaitan dengan keberkahan Peringatan Maulid Nabi SAW, berikut kami kutipkan kisah yang dinukil dari Targhib al-Mustaqin halaman 4.

Syaikh Abdullah bin ‘Isa al-Anshari berkata: Adalah tetanggaku seorang wanita yang shalihah. Dia mempunyai seorang anak lelaki yang shalih. Wanita yang shalihah ini tidak mempunyai harta selain satu dinar hasil kerja tenunnya.

Tatkala wanita tersebut meninggal dunia, anaknya yang shalih tersebut berkata kepada dirinya: “Uang satu dinar ini adalah hasil kerja ibuku. Demi Allah, aku tidak akan membelanjakannya kecuali untuk perkara akhirat”.

Pada suatu hari, pemuda tersebut keluar karena suatu keperluan. Dia melewati satu perkumpulan orang sedang membaca al-Quran dan mengadakan Peringatan Maulid Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam pada bulan Rabiul Awal. Lalu dia pun duduk bersama mereka dan mendengarkan pembacaan Maulid tersebut.

Pada malamnya, pemuda tersebut bermimpi seolah-olah kiamat telah tiba dan seorang penyeru menyeru: “Di manakah si fulan anak si fulan”, disebutnya nama-nama orang yang dalam satu rombongan lalu digiringlah mereka ke surga. Dan pemuda tersebut ikut bersama mereka.

Si penyeru tadi berkata: “Sesungguhnya Allah telah memberi bagi setiap kamu sebuah istana di dalam surga.” Dan masuklah si pemuda tadi ke dalam sebuah istana, tidak pernah dia melihat istana yang seumpamanya dari segi keindahannya, ia dipenuhi bidadari dan pada segala pintunya dijaga oleh khadam.

Baca Juga:  Wahai Suami, Tahukah Kamu Sedekah Paling Utama Ternyata Kepada Istri

Pemuda tersebut melihat bahwa ada istana lain yang lebih elok daripada istana yang ia masuki. Lalu dia pun berkehendak untuk memasukinya. Tatkala terbesit di hatinya untuk memasuki istana tersebut, berkatalah khadam kepadanya: “Ini bukanlah untukmu, sesungguhnya ini diperuntukkan bagi orang yang mengadakan Maulid Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam.”

Keesokan harinya, pemuda tersebut menggunakan satu dinar (peninggalan ibunya) tersebut untuk mengadakan Maulid Nabi shallallaahu ‘alaihi wasallam karena kegembiraannya dengan mimpinya itu.

Dia pun mengumpulkan para faqir miskin untuk berzikir kepada Allah, membaca al-Quran dan membaca Maulid Nabi shallallaahu alaihi wasallam. Dia juga menceritakan tentang mimpinya itu kepada mereka, dan mereka merasa gembira mendengar ceritanya itu.

Pemuda tersebut bernazar untuk tidak akan meninggalkan mengadakan Maulid Nabi shallallaahu alaihi wasallam selama hayatnya.

Kemudian, si pemuda tidur. Dalam tidurnya, dia bermimpi bertemu dengan ibunya. Ibunya berada dalam keadaan yang amat baik, berhias dengan segala perhiasan syurga dan berwangian dengan bau surga.

Pemuda tersebut mencium tangan ibunya dan ibunya mengecup kepalanya lalu berkata: “Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan, wahai anakku, malaikat telah datang kepadaku membawa segala perhiasan ini.”

Baca Juga:  Peringatan Maulid yang Diperselisihkan, Berpotensi Satukan Umat

Si pemuda bertanya kepada ibunya: “Dari manakah ibu memperoleh kemuliaan ini?” Sang ibu menjawab: “Karena engkau telah mempergunakan satu dinar yang engkau warisi dariku untuk mengadakan Maulid Junjungan orang-orang terdahulu dan orang-orang yang kemudian, dan inilah balasan bagi orang yang mengagungkan Nabinya dan mengadakan Maulid Baginda Nabi Muhammad shallallaahu alaihi wasallam”.

Masya Allah! Cerita tentang ibu shalihah dan anak shalihah ini menguatkan kepada kita betapa agung keberkahan Peringatan Maulid Nabi, hingga orang yang sudah meninggal pun dapat merasakan kebersihannya.

Maka, mari jangan ragu untuk melaksanakan Maulid baik di rumah, masjid atau pun di kampung atau komplek tempat tinggal kita. Semoga kita mendapatkan keberkahannya. Amin..

Faisol Abdurrahman
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *