Panduan Bacaan Sholat Lengkap Beserta Latin dan Terjemahnya

bacaan sholat

Pecihitam.org – Sholat merupakan rukun Islam yang kedua kedua setelah mengucapkan dua kalimat syahadat. Sholat juga merupakan tiang agama. Melaksanakan sholat sama saja dengan menguatkan agama dan meninggalkannya sama saja dengan meruntuhkan agama.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sholat diwajibkkan kepada setiap orang islam yang mukallaf. Mukallaf ialah orang muslim yang dikenai kewajiban untuk menjalankan perintah dan menjauhi larangan agama, karena telah dewasa dan berakal (akil baligh) serta mendengar seruan agama.

Dalam sehari umat Islam diwajibkan melaksanakan sholat sebanyak 5 kali, yaitu Subuh, Dhuhur, Ashar, Magrib dan Isya. Sedangkan untuk shalat sunnah banyak sekali macamnya dan ini insyallah akan kita bahas dilain kesempatan.

Berikut adalah syarat, tata cara dan bacaan sholat lengkap beserta latin dan terjemahnya:

Syarat Sholat

Berikut adalah syarat yang wajib dipenuhi untuk menunjang keabsahan sholat:

  1. Beragama Islam.
  2. Sudah baligh dan berakal.
  3. Suci dari hadast kecil dan besar.
  4. Suci seluruh anggota badan, pakaian dan temmpat.
  5. Menutup aurat (aurat laki-laki dari pusat sampai lutut, perempuan seluruh tubuh kecuali muka dan telapak tangan).
  6. Sudah masuk waktu sholat.
  7. Menghadap Kiblat.
  8. Mengetahui mana yang rukun dan mana yang sunnah.

Tata Cara dan Urutan Bacaan Sholat

Penting bagi umat Islam untuk mengetahui baik itu rukun, tata cara sholat yang baik dan benar. Berikut adalah tata cara dan urutan bacaan sholat lengkap beserta latin dan artinya.

1. Niat

Bacaan niat ini dilafadzkan sebelum atau bersamaan dengan takbiratul ikhram (mengangkat kedua tangan). Niat sholat juga bisa dilakukan di dalam hati atau dilafalkan dengan lembut dan disesuaikan dengan jenis sholat yang akan dilakukan. Di bawah ini adalah bacaan niat untuk sholat wajib:

a. Bacaan Niat Sholat Subuh

أُصَلِّى فَرْضَ الصُّبْح رَكَعتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

“Usholli Fardlon Shubhi Rok’ataini Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala”

Artinya: “Aku niat melakukan sholat fardu subuh 2 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

b. Bacaan Niat Sholat Dhuhur

اُصَلِّيْ فَرْضَ الظُّهْرِ أَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

“Usholli Fardlon dhuhri Arba’a Rok’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala”

Artinya: “Aku niat melakukan sholat fardu dhuhur 4 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

c. Bacaan Niat Sholat Ashar

أُصَلِّى فَرْضَ العَصْرِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

Baca Juga:  Zakat Rikaz: Pengertian dan Perhitungannya

“Usholli Fardlol Ashri Arba’a Roka’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala”

Artinya: “Aku niat melakukan sholat fardu ashar 4 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

d. Bacaan Niat Sholat Maghrib

أُصَلِّى فَرْضَ المَغْرِبِ ثَلاَثَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

“Usholli Fardlol Maghribi Tsalaatsa Roka’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala”

Artinya: “Aku niat melakukan sholat fardu maghrib 3 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

e. Bacaan Niat Sholat Isya

أُصَلِّى فَرْضَ العِشَاء ِأَرْبَعَ رَكَعاَتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ أَدَاءً لله تَعَالَى

“Usholli Fardlol I’syaa-i Arba’a Roka’aataim Mustaqbilal Qiblati Adaa-an Lillahi ta’aala”

Artinya: “Aku niat melakukan sholat fardu isya 4 rakaat, sambil menghadap qiblat, saat ini, karena Allah ta’ala”

Niat sholat wajib diatas adalah ketika melakukan sholat sendirian. Sedangkan niat sholat yang dilakukan secara berjamaah ada tambahannya setelah bacaan “Adaa-an”.

  • Tambahkan bacaan makmuman ” مَأْمُوْمًا “ ketika jadi makmum.
  • Tambahkan bacaan imaman ” إِمَامًا “ jika jadi imam.

2. Takbiratul Ihram

Setelah membaca nita maka dilanjutkan dengan Takbiratul ikhram atau mengangkat kedua tangan dengan diiringi ucapan “Allahu Akbar”.

3. Berdiri Tegak

Berdiri tegak ini dilakukan kepada siapapun yang memang mampu, adapun boleh dengan duduk maupun berbaring jika sedang sakit

4. Membaca Doa Iftitah

Doa iftitah dilakukan setelah mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga (untuk laki-laki) atau sejajar dengan dada (untuk perempuan) sambil membacakan “allahu akbar”. Kemudian tangan disedekapkan pada dada dan baru membacakan doa iftitah. Berikut bacaannya:

اللهُ اَكْبَرُ كَبِرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَشِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَاَصِيْلًا . اِنِّى وَجَّهْتُ وَجْهِيَ لِلَّذِيْ فَطَرَالسَّمَاوَاتِ وَالْااَرْضَ حَنِيْفًا مُسْلِمًا وَمَا اَنَا مِنَ الْمُشْرِكِيْنَ . اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلهِ رَبِّ الْعَا لَمِيْنَ . لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَبِذَ لِكَ اُمِرْتُ وَاَنَ مِنَ الْمُسْلِمِيْنَ

Allahu akbar kabiiroo wal-hamdu lillaahi katsiiro wa subhaanallaahibukrotaw wa ashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lil-ladzii fathoros-samaawaati wal ardho haniifam muslilaw wamaa ana minal-musyrikiin. Innaa sholaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahirabbil-aalamiin. laa syariikalahu wa bidzaalika umirtu wa ana minal-muslimiin.

Artinya: “Allah maha besar lagi sempurna kebesarannya, segala puji hanya kepunyaan allah, pujian yang banyak, dan maha suci allah diwahtu pagi dan petang. Kuhadapkan wajahku (hatiku) kepada Tuhan yang menciptakan langit dan bumi dengan keadaan lurus dan menyerahkan diri dan aku bukanlah dari golongan kaum musyrikin. Sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, Tuhan seluruh alam, tidak ada sekutu bagi-Nya dan dengan itu aku diperintahkan untuk tidak menyekutukan-Nya, dan aku golongan dari orang-orang muslimin.”

5. Membaca surat al Fatihah

Setelah selesai membaca doa ifititah maka selanjutnya membaca surat al-fatihah.

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ . الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ . الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيم . مَالِكِ يَوْمِ الدِّينِ . إِيَّاكَ نَعْبُدُ وَإِيَّاكَ نَسْتَعِينُ . اهْدِنَا الصِّرَاطَ الْمُسْتَقِيمَ . صِرَاطَ الَّذِينَ أَنْعَمْتَ عَلَيْهِمْ غَيْرِ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ وَلَا الضَّالِّينَ

Bismillahir rahmaa nirrahiim. Alhamdu lilla hi rabbil ‘alamin. Ar rahmaanirrahiim. Maaliki yaumiddiin. Iyyaaka na’budu wa iyyaaka nasta’iin. Ihdinash shirraatal musthaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghduubi ‘alaihim waladh-dhaalliin.

Baca Juga:  Anak Kecil Berangkat Haji, Sudah Gugurkah Rukun Islam Yang Ke Limanya?

Artinya : “Dengan nama Allah yang maha pengasih, maha penyayang. Segala puji bagi Allah, tuhan seluruh alam, yang maha pengasih, maha penyayang, pemilik hari pembalasan. Hanya kepada engkaulah kami menyembah dan hanya kepada engkaulah kami mohon pertolongan. Tunjukilah kami jalan yang lurus (yaitu) jalan orang-orang yang telah engkau beri nikmat kepadanya, bukan (jalan) mereka yang dimurkai, dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat.

Setelah membaca al-fatihah, pada rakaat pertama dan kedua bagi orang yang sholat sendirian atau Imam disunnahkan membaca surat-surat pendek yang ada dalam al Quran.

6. Rukuk

Selesai membaca surat pendek dilanjutkan dengan rukuk, yaitu membungkukkan badan dengan posisi punggung dan kepala rata serta kedua tangan memegang lutut. Setelah cukup sempurna bacalah bacaan tasbih berikut sebanyak 3 kali:

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْعَظِيمِ

“Subhaana robbiyal ‘adziimi wabihamdih” sebanyak 3 kali.

Artinya: “Maha suci tuhan yang maha agung serta memujilah aku kepadanya.”

7. I’tidal

Setelah rukuk dan membaca tasbih, lalu bangkit dan tegak dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga (laki-laki) atau dada (perempuan) sambil membaca:

سمع الله لمن حمده

Sami’allaahu liman hamidah

Artinya: “Allah maha mendengar terhadap orang yang memujinya.”

Setelah berdiri tegak, kemudian membaca :

رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ مِلْءَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ وَمِلْءَ مَا شِئْتَ مِنْ شَىْءٍ بَعْدُ

Robbanaa lakal hamdu mil us samawaati wamil ul ardhi wamil u maa syi’ta min syain ba’du.

Artinya: “Ya Allah tuhan kami, bagimu segala puji sepenuh langit dan bumi, dan sepenuh sesuatu yang engkau kehendaki sesudah itu.”

8. Sujud

Selesai melakukan iktidal,dilanjutkan dengan sujud, yaitu meletakkan dahi di lantai atau tempat sujud. Ketika turun ke bawah dari posisi iktidal, lakukan sambil membaca “Allahu akbar” dan sujud dengan membacanya tasbih berikut sebanyak 3 kali.

سُبْحَانَ رَبِّىَ الْأَعْلَى وَبِحَمْدِهِ

“Subhaana robbiyal ‘a’la wabihamdih”

Artinya: “Mahasuci Tuhanku yang Mahatinggi dan segala puji bagi-Nya.”

9. Duduk Iftirasy atau Diantara Dua Sujud

Setelah sujud, langkah selanjutnya yaitu duduk sambil membaca:

رَبِّ اغْفِرْ لِيْ وَارْحَمْنِيْ وَاجْبُرْنِيْ وَارْفَعْنِيْ وَارْزُقْنِيْ وَاهْدِنِيْ وَعَافِنِيْ وَاعْفُ عَنِّيْ

“Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa ‘aafinii wa’fu ‘annii.”

Artinya: “Ya Allah, ampunilah aku, kasihanilah aku, cukupilah aku, angkatlah derajatku, berikanlah rejeki kepadaku, berikanlah petunjuk kepadaku, berilah kesehatan kepadaku dan ampunilah aku.”

Setelah selesai membacanya lakukan gerakan sujud kedua dengan bacaan yang sama sebelumnya. Selesai sujud kedua, berdiri lagi dan melanjutkan rakaat selanjurnya. Jumlah rakaat tergantung dengan jenis sholat yang dilakukan.

Pada sholat yang memiliki rakaat lebih dari 2, seperti sholat dhuhur, ashar, maghrib dan isya, setelah selesai melakukan sujud kedua pada rakaat yang kedua dilanjutkan dengan “Duduk Tasyahud Awal”.

Sedangkan untuk sholat subuh yang hanya memiliki 2 rakaat, setelah sujud kedua pada rakaat kedua, maka dilanjutkan dengan “Duduk Tasyahud Akhir”.

Baca Juga:  Polemik Perihal Membaca Sayyidina Dalam Shalat

10. Tasyahud Awal

Tasyahud awal ini dilakukan pada rakaat kedua yaitu setelah sujud yang kedua. Posisi duduk tasyahud awal yaitu dengan sikap kaki kanan tegak dan kaki kiri diduduki sambil membaca:

التَّحِيَّاتُ الْمُبَارَكَاتُ الصَّلَوَاتُ الطَّيِّبَاتُ لِلَّهِ السَّلاَمُ عَلَيْكَ أَيُّهَا النَّبِىُّ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ السَّلاَمُ عَلَيْنَا وَعَلَى عِبَادِ اللَّهِ الصَّالِحِينَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِاَ . للَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ

Attahiyyaatul mubaarokaatush sholawaatuth thoyyibaatu lillaah. Assalaamu ‘alaika ayyuhan nabiyyu wa rohmatullahi wa barokaatuh. Assalaaamu’alainaa wa ‘alaa ‘ibaadillaahish shoolihiin. Asyhadu allaa ilaaha illallah wa asyhadu anna Muhammadar rosuulullah. Allahumma sholli ‘alaa Muhammad.

Artinya: “Segala penghormatan, keberkahan, salawat dan kebaikan hanya bagi Allah. Semoga salam sejahtera selalu tercurahkan kepadamu wahai nabi, demikian pula rahmat Allah dan berkah-Nya dan semoga salam sejahtera selalu tercurah kepada kami dan hamba-hamba Allah yang saleh. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan kecuali Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah. Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad.”

11. Tasyahud Akhir

Tasyahud akhir dilakukan pada rakaat terakhir. Posisi gerakannya sama dengan tasyahud awal hanya saja pantat lebih menyentuh ke alas sholat. Adapun mengenai bacaan sama dengan tasyahud awal kemudian ditambah sholawat nabi berikut:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ صَلَّيْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ اَللَّهُمَّ باَرِكْ عَلىَ مُحَمَّدٍ وَعَلىَ آلِ مُحَمَّدٍ كَماَ باَرَكْتَ عَلىَ إِبْرَاهِيْمَ وَعَلىَ آلِ إِبْرَاهِيْمَ إِنـَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ

Allahumma sholli ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa shollaita ‘alaa Ibroohim wa ‘alaa aali Ibroohimm innaka hamiidum majiid. Alloohumma baarik ‘alaa Muhammad wa ‘alaa aali Muhammad kamaa baarokta ‘alaa Ibroohim wa ‘alaa aali Ibroohimm innaka hamiidum majiid.

Artinya: “Ya Allah, berilah rahmat kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan rahmat kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia. Ya Allah, berilah keberkahan kepada Nabi Muhammad dan keluarga Nabi Muhammad sebagaimana engkau telah memberikan keberkahan kepada Nabi Ibrahim dan keluarga Nabi Ibrahim. Sesungguhnya engkau maha terpuji lagi maha mulia.”

Kemudian baik dalam tasyahud awal ataupun tasyahud akhir pada saat mengucapkan kalimat syahadad “Asyhadu allaa ilaaha illallah” dibarengi dengan mengacungkan jari telunjuk tangan kanan.

12. Salam

Setelah tasyahud akhir dan selesai membaca sholawat nabi seperti diatas, maka lanjutkan dengan membaca salam sambil menoleh wajah ke kanan dan ke kiri.

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ

“Assalaamu alaikum wa rahmatullah”

Artinya: “Semoga keselamatan dan rahmat Allah dilimpahkan kepadamu.”

Semua bacaan sholat di atas hendaknya dibaca dengan tertib, tidak terburu. Oleh karenanya, anda harus mempelajari bacaan sholat dengan sebaik-baiknya dan melafalkan bacaan sholat sesuai dengan tajwidnya.

Lakukanlah sholat tepat waktu setiap hari sesuai dengan kewajiban yang telah ditetapkan. Dan saran kami untuk menyempurnakan tata cara dan bacaan sholat sebaiknya memcari guru atau ustadz pembimbing yang jelas sanad keilmuannya.

Deikian semoga bermanfaat.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik