Bahasa Arab; Asal-Usul, Ragam Dialek Hingga Hubungannya dengan al Quran

Bahasa Arab; Asal-Usul, Ragam Dialek Hingga Hubungannya dengan al Quran

PeciHitam.org – Bahasa arab disebutkan dalam sebuah riwayat adalah bahasa penghuni surga. Dan juga bahasa ini di persepsikan sebagai bahasa suci, karena digunakan dalam kitab suci Al-Quran, minimal ini yang ada dibenak sebagian pembelajar. Sama seperti bahasa Romawi/ Ibrani bagi orang Nasrani, Sansekerta bagi agama Budha/ Hindu.

Kata tersebut juga sering menjadi promosi guna menggaet orang untuk semangat belajar bahasa ini. Disamping itu, bahasa arab pada era pertengahan merupakan bahasa Ilmu pengetahuan. Bahasa pengetahuan sama seperti kedudukan bahasa Inggris pada era sekarang.

Bahasa secara dasar adalah simbol/ isyarat yang memiliki tata nilai, peraturan dan kaidah tertentu. Setiap bahasa juga memiliki keunikan tergantung dari masyarakat pengguna. Setiap kebudayaan memiliki bahasa, struktur tersendiri. Posisi ini juga sama dengan bahasa Arab, yang menjadi bagian dari sebuah kebudayaan.

Asal Usul Bahasa Arab

Bahasa Arab sebagian besar dituturkan dan menjadi bahasa harian di Semenanjung Arabia, dan utara  benua Afrika. Secara umum, ras suku bangsa yang berketurunan Arab, akan menuturkan bahasa ini walaupun dengan dialek atau lahjah berbeda-beda.

Pada negara modern seperti sekarang bahasa pada setiap negera memiliki varian sangat kompleks. Akan tetapi masing-masing negara memiliki kesamaan struktur kebahasaan yang disebut Arab Fusha.

Dirunut dari asal usulnya, bahasa Arab adalah salah satu bahasa dari Semit Tengah yang merupakan cabang dari bahasa Semit. Bahasa ini juga berdekatan dengan bahasa Ibrani(عبران) dan bahasa Neo-Arami (bahasa dalam beberapa Kitab Kuno).

Bahasa Semit menurut para pakar adalah bahasa yang diturunkan dari Putra Nabi Nuh AS (Noah AS) yang selamat dari banjir bandang pada masa Ayahnya. Nama beliau adalah Nabi Syam yang orang barat menyebut dengan kata Semit/ Smith.

Dalam sensus, bahasa semit ini dituturkan sekitar 280 juta manusia yang tersebar kedalam lebih dari 25 negara didunia. juga menjadi bahasa liturgis (bahasa Doa) bagi agama Islam yang didirikan oleh Muhammad SAW.

Oleh karena bahasa ini juga menjadi salah satu bahasa terbesar didunia dan menjadi bahasa Suci agama Islam, banyak sekali Universitas, lembaga pendidikan, pelatihan dan pesantren mempelajari bahasa ini.

Baca Juga:  Cek Fakta: Benarkah Kemenag Hapus Pendidikan Agama Islam dan Bahasa Arab di Madrasah?

Di Nusantara saja, bisa dipastikan setiap lembaga pendidikan Islam di bawah kementerian Agama akan mengajarkan bahasa Arab. Belum lagi Pesantren-pesantren salaf pasti akan mempelajari Bahasa ini sampai pada tingkatan sastranya.

Perbedaan suku yang sangat banyak di Arab, menjadikan bahasa ini menjadi beragam. Setidaknya bahasa Arab terpecah menjadi 27 sub-bahasa dengan dialek yang berbeda. Terkadang satu sub-bahasa dengan sub-bahasa lainnya saling tidak memahami maknanya.

Huruf dan Ilmu dalam Bahasa Arab

Sistem huruf dalam bahasa ini menggunakan sistem Abjad. Sistem abjad adalah sistem yang mempergunakan pemisah antara huruf vokal dan konsonan. Sistem huruf konsonan dalam bahasa Arab terwakili dalam huruf Hijaiyah yang berjumlah 28 (atau ada yang menyatakan 29/30). Sebagai syair yang diperkenalkan zaman Walisongo;

اَبَجَدٌ هَوَزٌ حَطَيَكٌ لَمَنٌ — سَعَفَصٌ قَرَشٌ تَثَخَذٌضَظَغٌ

Sedangkan sistem bunyi “Vokal” akan muncul dengan mempergunakan sebuah kode harakat/ syakal fathah (َ) dilambangkan sebagai (a), dlammah (ُ) dilambangkan sebagai (u), kasrah (ِ) dilambangkan sebagai (i), tasydid (ّ), sukun (ْ). Sistem kode harakat baru diperkenalkan oleh Imam Khalid bin Ahmad Al-Farahidi. Dalam doalek bahasa yang  fusha tidak dikenal Huruf Vokal/ harakat dengan lambang (e) dan (o).

Dari segi kaidah, ilmu dasar yang harus dipelajari untuk memahami bahasa ini yaitu ilmu nahwu dan ilmu sharaf . Meningkat keillmuan selanjutnya yaitu Ilmu Balagah, Ilmu Mantiq (Logika bahasa), Ilmu Arudh (ilmu tentang Syair Arab) dan keilmuan yang menjadi turunan dari ilmu di atas.

Lembaga pendidikan di Nusantara yang mendedikasikan pembelajaran keilmuan nahwu, sharaf, balagah dan seterusnya tersebut sangat banyak. Terutama pesantren-pesantren berbasis salaf seperti Lirboyo dan Ploso di Kediri, Al-Huda di Kebumen Jawa Tengah, Al-Munawwir DIY, Al-Anwar Rembang Jateng dan lain sebagainya dan pesantren Lainnya.

Keilmuan tersebut adalah dasar jika orang akan memahami tafsir, keindahan bahasa dan hukum dalam al-Quran. Jika tidak pernah belajar itu, maka akan terjadi kekonyolan bahkan kesalahan dalam memahami Al-Quran.

Keragaman Dialek

Sebagaimana dipaparkan di awal bahwa perbedaan suku di Arab sangat banyak. Sedikitnya bahasa ini bercabang menjadi 27 sub-bahasadan menjelma dialek/ lahjah berbeda-beda.

Baca Juga:  Nama Lain dari Bulan Rajab dan Kesunnahan di Dalamnya

Perbedaan umum dalam bahasa Arab adalah istilah “Al-‘Arabiyyah Al-‘Ammiyah/ As-Suqiyah” (Bahasa Umum/ Pasaran/ Pergaulan) adalah bahasa yang dipakai dalam percakapan sehari-hari di jazirah, dan amat berbeda dengan Bahasa yang digunakan dalam tulisan. Jika bahasa tulis, seluruh Dialek bersepakat menggunakan bahasa fusha.

Perbedaan lahjah paling utama terjadi di bagian Utara Afrika yang sering disebut Arab Maghrib. Wilayah ini terbentang dari Negara Mesir di timur dan Maroko di Barat.

Dialek lainnya adalah diidentifikasi dengan Timur Tengah yang dinisbatkan dengan Nama lahjah Hijaz. Faktor yang menyebabkan perbedaan dialek ini ialah pengaruh penggunaan bahasa sebelum Islam.

Selain dua golongan lahjah besar diatas, negara-negara modern juga memiliki perbedaan dialek dalam menuturkan bahasa Arab. Berikut adalah beberapa dialek yang digunakan negara modern;

  1. Lahjah Mesir (مصري), dipergunakan sekitar 76 juta warga Mesir.
  2. Lahjah Maghrib (مغربي), dipergunakan sekitar 20 juta warga Afrika Utara
  3. Lahjah Iraqi (عراقي) dipergunakan oleh warga Irak, dan bahasa ini memiliki perbedaan khusus, yaitu perbedaan dialek di utara dan selatan.
  4. Lahjah Sudan (سوداني) digunakan pada negara Chad dan Sudan

Hubungan Antara al-Quran dan Bahasa Arab

Al-Quran sebagai kitab suci Umat Islam pada keseluruhannya berbahasa Arab, demikian pendapat yang diyakini sebagian besar Ulama. Para Ulama mendasarkan pada ayat al-Quran yang berbunyi;

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا لَعَلَّكُمْ تَعْقِلُون

Artinya: Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa Arab, agar kamu memahaminya (Qs. Yusuf: 2)

Dan dikukuhkan dengan ayat Surah Ar-Radu: 37

وَكَذَلِكَ أَنْزَلْنَاهُ حُكْمًا عَرَبِيًّا وَلَئِنِ اتَّبَعْتَ أَهْوَاءَهُمْ بَعْدَمَا جَاءَكَ مِنَ الْعِلْمِ مَا لَكَ مِنَ اللَّهِ مِنْ وَلِيٍّ وَلا وَاقٍ

Artinya; Dan Demikianlah, Kami telah menurunkan Al Quran itu sebagai peraturan (yang benar) dalam bahasa Arab[776]. dan seandainya kamu mengikuti hawa nafsu mereka setelah datang pengetahuan kepadamu, Maka sekali-kali tidak ada pelindung dan pemelihara bagimu terhadap (siksa) Allah (Qs. Ar-Radu: 37)

Dalam tafsir dijelaskan tentang beberapa Keistimewaan bahasa Arab. diantaranya yaitu:

  1. Sejak zaman dahulu kala hingga sekarang bahasa ini merupakan bahasa yang hidup,
  2. Bahasa Arab adalah bahasa yang lengkap dan Luas untuk menjelaskan tentang ketuhanan dan keakhiratan,
  3. Bentuk-bentuk kata dalam bahasa Arab mempunyai tasrif (konjugasi)/ sharaf (Ilmu Morfologi) yang Amat Luas sehingga dapat mencapai 3000 bentuk peubahan, yang demikian tak terdapat dalam bahasa lain.
Baca Juga:  Begini Posisi Akal Manusia dalam Kacamata Aliran Maturidiah

Pengaruh Bahasa Arab Terhadap Bahasa Lain

Bahasa adalah sebuah produk budaya yang munculnya tentu tidak terlepas dari pertukaran dan perkembangan budaya di Jazirah Arabiya. Bahasa Arab sebagai bahasa yang tua, banyak mempengaruhi bahasa lain di Dunia.

Kebudayaan dan wilayah yang terpengaruh biasanya memiliki pertalian erat dengan penyebaran Agama Islam dan menjadi bahasa keagamaan. Beberapa bahasa yang terpengaruh dari bahasa Arab adalah sebagai berikut;

Bahasa Inggris

(سكر)                Sakarin                       Gula

(فردوس)             Paradise                     Nama Surga “Firdaus”

(ارض)               Earth                           Bumi

(مجلة)                Magazine                   Majalah

(الحمر)               Aljabar                       Sistem Angka Aljabar

(قطن)                Cotton                         Kain Katun

Bahasa Indonesia

Bahkan di wilayah Nusantara Indonesia, bahasa ini masuk secara budaya lewat dakwah para Wali-wali terdahulu, secara tidak langsung menyerap bahasa ini menjadi Indonesia. Berikut kata yang berasal dari bahasa Arab (مجلس) Majelis, (توبة) Tobat, (كرسي) Kursi, (صلاة) Shalat, (رعية) Rakyat, (مشاور) Musyawarah, (وكل) Wakil, (سلام) Selamat, (اخلاس) Ikhlas.

Sebagai penutup, kami tuliskan maqalah berikut:

Bahasa kita berbeda-beda.

بَارَاتُنَا شَتَّى وَحُسْنُكَ وَاحِدٌ ***

وَكُلٌّ إِلَى ذَاكَ الجَمَالِ يُشِيرُ

Bahasa kita berbeda-beda, tetapi Yang Maha Indah hanyalah Satu # Dan masing-masing kita menunjuk kepada Yang Maha Indah itu.

Ash-Shawabu Minallah.

Mohammad Mufid Muwaffaq
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG