Benarkah Istri-istri Rasulullah Merupakan Para Janda yang Sudah Nenek-nenek?

Benarkah Istri-istri Rasulullah Merupakan Para Janda yang Sudah Nenek-nenek

Pecihitam.org – Ada rumor yang beredar khususnya di kalangan orientalis yang memang tidak menyukai Nabi Muhammad. Mereka mengatakan istri-istri Rasulullah merupakan janda-janda tua yang sudah nenek-nenek. Benarkah demikian? Mari kita cek tentang fakta yang berkaitan dengan usia dan paras para ummahatul mu’mininin yang berjumlah 12 orang tersebut.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

1). Khadijah binti Khuwailid
Status istri pertama beliau ini ketika dinikahi memang seorang janda. Namun bukan seorang nenek tua. Karena parasnya sangat cantik dan pengusaha Quraisy.

Menurut riwayat yang masyhur, usianya ketika dinikahi Rasulullah adalah 40. Namun ada juga riwayat yang mengatakan, usianya masih 28 tahun.

Sebagai istri pertama dan banyak berjuang serta berkorban untuk Nabi dan perkembangan Islam, Khadijah menjadi wanita yang selalu diingat dan dikenang oleh Nabi Muhammad sehingga Aisyah sering cemburu.

“Aku cemburu pada orang yang sudah meninggal karena Nabi sering menyebut-nyebutnya”, komentar Aisyah sebagaimana dalam riwayat Imam Bukhari.

2). Aisyah binti Abu Bakar
Siti Aisyah merupakan satu dari dua istri-istri Rasulullah yang masih gadis ketika dinikahi.

Aisyah merupakan istri yang paling dicintai Nabi setelah Khadijah, dan paling banyak meriwayatkan hadits.

Berdasarkan informasi yang masyhur beredar di kalangan masyarakat awam, usia Aisyah ketika dinikahi oleh Rasulullah adalah 6 atau 9 tahun. Ada juga yang mengatakan usianya 12 tahun.

Namun berdasarkan peneliti hadits dan ahli sejarah, ternyata mereka menyimpulkan bahwa usia Aisyah ketika dinikahi oleh Nabi adalah berkisar antara 17 sampai 18 tahun.

Yang dijadikan dasar adalah bahwa usia Asma’ binti Abu Bakar, kakak Aisyah pada saat peristiwa hijrah ke Madinah adalah 27 tahun, sedangkan selisih usia antara Aisyah dengan kakaknya itu adalah 10 tahun.

Baca Juga:  Hukum Trading Forex Menurut Pandangan Ulama

Dan dijelaskan dalam banyak hadits, bahwa nabi menikahi Aisyah pada tahun pertama Hijriyah. Maka dapat disimpulkan dan sekaligus dipertegas, bahwa usia Aisyah ketika dinikahi oleh Nabi adalah berkisar antara 17 atau 18 tahun.

Ini penting untuk diutarakan, agar ebanyakan orang tidak berkesimpulan bahwa Nabi menikahi anak dibawah umur. Dan agar kesalahpahaman ini tidak dijadikan alasan untuk menikahi anak yang masih belum cukup umur.

3). Saudah binti Zam’ah
Istri ketiga nabi ini dinikahi Nabi dalam keadaan berstatus janda dengan usia sekitar 55 tahun dan kondisinya sudah memasuki menopause atau tidak lagi mengalami menstruasi.

Disebutkan, Saudah merupakan sahabat dari Aisyah. Karenanya, ia merelakan gilirannya bersama nabi diberikan kepada Aisyah, sahabatnya itu.

4). Zainab Binti Jahsy
Zainab binti jahsy merupakan istri nabi yang keempat. Ia adalah bekas istri Zaid bin haritsah yang merupakan anak angkat nabi. Wanita yang cantik dan termasuk bunga desa di kalangan suku Quraisy ini dinikahi oleh Nabi dalam usia 35 tahun.

5). Ummu Salamah
Ummu Salamah, begitulah ia biasa dipanggil. Nama aslinya adalah Hindun. Dinikahi nabi dengan status janda pada usia 29 tahun. Namun kondisi fisiknya masih sangat dan cantik. Bahkan dalam kecemburuannya, Aisyah sering berdebat dengan Hafshah soal kecantikan Hindun atau Ummu Salamah ini.

6). Ummu Habibah
Status ketika dinikahi nabi seorang janda yang berusia 40 tahun. Sebelumnya, ia menikah dengan Ubaidullah bin Jahsy. Lalu suaminya nurtad dan mati. Ummu Habibah hidup seorang diri bersama puterinya (Habibah) hingga Rasulullah menikahinya.

Baca Juga:  Jangan Abaikan Nalar Kontekstual Jika Tak Ingin Tersesat

7). Juwairiyyah bin Al-Harits
Status Juwairiyyah ketika dinikahi Nabi adalah seorang janda muda berusia 20 tahun. Dengan usia yang masih muda itu, tentu walaupun seorang janda parasnya masih cantik.

Bahkan disebutkan dalam kitab Ymmahatul Mu’minin karya Muhammad bin Sulaiman, tiada seorang lelaki pun yang melihat parasnya melainkan akan jatuh hati padanya.

8). Shafiyah binti Huyay
Usia Shafiyah ketika dinikahi Rasulullah adalah 17 tahun dan berstatus seorang janda. Selain cantik dan berkulit putih, sebagaimana dalam riwayat Ummu Sinan Al-Aslamiyah, istri Nabi yang satu ini juga dikenal pandai memasak.

9). Maimunah Binti al-Harits
Istri nabi yang satu ini dikenal sebagai seorang wanita yang bertakwa dan rajin menjalin silaturahmi. Ini sebagaimana diungkapkan oleh Siti Aisyah. Selain itu, janda yang yang usianya 26 tahun ketika dinikahi Nabi ini, ia juga tergolong wanita yang meriwayatkan hadits. Tidak kurang dari 76 hadits yang telah diriwayatkannya.

10). Zainab binti Khuzaimah
Usia Zainab ketika dinikahi nabi adalah 30 tahun dan berstatus seorang janda.
Zainab radhiallahu ‘anha memiliki peran besar dalam Perang Badar. Ia bersama muslimah lainnya tergabung dalam tim medis yang merawat para sahabat yang terluka saat berperang.

11). Mariyah Al-Qibtiyah
Mariyah Al-Qibtiyah merupakan gadis kedua setelah Aisyah yang dinikahi nabi. Mengenai usia ketika dinikahi, para ahli sejarah tidak mengetahui dengan pasti.

Yang pasti, gadis asal Qibti, Mesir ini merupakan seorang wanita yang cantik, berkulit putih serta berambut ikal

Ia menjadi isteri istri Nabi yang paling “dicemburui” oleh semua istri lainnya karena mempunyai anak bernama Ibrahim, tapi kemudian Ibrahim wafat waktu masih kecil.

Baca Juga:  Bagaimanakah Makna Jihad Dalam Islam? Mari Kita Bahas

12). Hafsah binti Umar
Hafshah merupakan istri yang ke-12 atau yang terakhir dari istri-istri Rasulullah. Putri Umar bin Khattab ini dinikahi oleh Nabi dalam usia 19 tahun dan statusnya seorang janda. Sebagai putri Umar, ia dikenal cantik yang kecantikannya nyaris menyamai kecantikan Aisyah.

“Hafshah itu wanita yang hampir menyaingiku dalam kecantikan dan kelebihan”, demikian komentar Aisyah tentangnya, sebagaimana dalam Kitab Siyar Wlam Nubala, karya Adz-Dzahabi.

Demikian, berdasarkan data yang kami kutip dari beberapa literatur yang bisa dipertanggungjawabkan, istri-istri Rasulullah kendati mayoritas mereka bukanlah perawan, ternyata mereka bukanlah nenek-nenek seperti mana serangan yang sering dilancarkan oleh para haters Nabi.

Walaupun janda tetapi usia mereka masih muda dan parasnya masih cantik. Bahkan rata-rata mereka adalah para bunga desa di masanya.

Selain itu, dalam hal ini yang perlu diluruskan adalah tentang tujuan Nabi menikahi mereka. Ternyata nabi menikahi mereka adalah dalam rangka menyebarkan dakwah agar bisa menjangkau objek yang lebih banyak dan luas. Wallahu a’lam bisshawab!

Faisol Abdurrahman