Yuk, Berangkat Jumatan Lebih Awal Agar Dapat Pahala Seperti Berkurban Unta

Berangkat Jumatan Lebih Awal

Pecihitam.org– Salah satu anjuran di Hari Jumat adalah berangkat ke masjid untuk Jumatan lebih awal. Bahkan keutamaannya sebagaimana disebutkan di dalam hadis adalah setara dengan berkurban unta dengan kualitas terbaik. Bagaimana, sangat menarik ‘kan?

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Hari Jumat merupakan hari yang istimewa bagi ummat Islam. Ia adalah hari raya bagi orang fakir, sekaligus alternatif haji mabrur bagi yang belum mampu menunaikan ke Mekkah-Madinah.

Disebutkan dalam riwayat Imam Bukhari dan Imam Muslim mengenai keutamaan berangkat Jumatan lebih awal beserta tingkatan derajat keutamaan lainnya.

مَنْ رَاحَ إِلَى الْجُمُعَةِ فِي السَّاعَةِ الْأُوْلَى فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَدْنَةً وَمَنَ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّانِيَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ بَقَرَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الثَّالِثَةِ فَكَأَنَّمَا قَرَّبَ كِبَشًا أَقْرَنَ وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الرَّابِعَةِ فَكَأَنَّمَا أَهْدَى دَجَاجَةً وَمَنْ رَاحَ فِي السَّاعَةِ الْخَامِسَةِ فَكَأَنَّمَا أَهْدَى بَيْضَةً فَإِذَا خَرَجَ الْإِمَامَ طُوِيَتِ الصُّحُفُ وَرُفِعَتِ الْأَقْلَامُ وَاجْتَمَعَتِ الْمَلَائِكَةُ عِنْدَ الْمِنْبَرِ يَسْتَمِعُوْنَ الذِّكْرَ فَمَنْ جَاءَ بَعْدَ ذَلِكَ فَإِنَّمَا جَاءَ لِحَقِّ الصَّلَاةِ لَيْسَ لَهُ مِنَ الْفَضْلِ شَيْءٌ  

Baca Juga:  Talqin Mayit, Bagaimana Statusnya dalam Syariat Agama Islam?

“Siapa saja yang berangkat shalat Jumat pada jam pertama, seakan-akan berkurban dengan seekor unta. Siapa saja yang berangkat pada jam kedua, seakan-akan berkurban dengan seekor sapi. Siapa saja yang berangkat pada jam ketiga, seakan-akan berkurban dengan kambing bertanduk. Siapa saja yang berangkat pada jam keempat, seakan-akan menghadiahkan seekor ayam jantan. Siapa saja yang berangkat pada jam kelima, maka seakan-akan menghadiahkan sebutir telur. Setelah imam keluar, maka catatan amal sudah ditutup, qalam pencatat sudah dianggat, dan para malaikat berkumpul di minbar untuk mendengarklan zikir. Siapa saja yang datang setelah itu, maka ia datang hanya untuk memenuhi hak shalat dan tidak mendapatkan keutamaan apa-apa. (HR. Bukhari dan Muslim)

Kemudian, mengenai makna datang atau berangkat Jumatan lebih awal yang mendapatkan pahala berkurban unta, para ulama berbeda pendapat.

Baca Juga:  Hukum Asuransi dalam Islam dan Takaful; Benarkah di Haramkan? Ini Penjelasannya

Menurut Imam Al-Ghazali adalah berangkat awal di pagi hari. Sementara menurut ulama lainnya seperti Imam Malik, ulama mazhab Maliki, Qadhi Husain, dan Imam Haramain yang merupakan pengikut Imam Syafi‘i, yang dkmaksud jam pertama adalah beberapa saat setelah tergelincir matahari.

Menengahi perbedaan pendapat ini, Imam Nawawi memeberikan penjelasan. Hemat beliau, maksudnya yang penting orang yang berangkat awal, baik pagi atau agak siang. Jadi ukurannya bukan waktu, melainkan siapa yang berangkat di jam-jam pertama itu.

Penyebutan jam atau waktu pertama di dalam hadis hanyalah dorongan untuk berangkat lebih awal. Tujuannya agar orang yang hendak menunaikan shalat Jumat terdorong untuk meraih berbagai keutamaan, seperti keutamaan berlomba dalam kebaikan, keutamaan duduk di barisan pertama, keutamaan menanti shalat Jumat, keutamaan menyibukkan diri dengan amalan sunat, berdzikir, dan itikaf seterusnya.

Hanya saja keutamaan itu tidak akan tercapai jika kita berangkat setelah tergelincir matahari atau setelah memasuki waktu dzuhur.

Baca Juga:  Qurban dengan Kambing Betina? Begini Tuntunannya Sesuai Syariat

Artinya, tidak ada keutamaan bagi orang yang datang setelah waktu dzuhur kecuali memenuhi hak shalat. Sebab, seruan azan sudah dikumandangkan. Tak heran jika ada ulama yang melarang mengakhirkan diri setelah seruan azan.

Demikian pembahasan tentang berangkat Jumatan lebih awal. Semoga bermanfaat. Wallahu a’lam bisshawab.

Faisol Abdurrahman