Biografi Nabi Muhammad, Cerita Singkat Yang Patut Kita Pelajari

Biografi Nabi Muhammad, Cerita Singkat Yang Patut Kita Pelajari

Pecihitam.org- Tidak ada yang bisa menandingi keberhasilan yang telah dicapai oleh Nabi Muhammad SAW, Dari seluruh pemimpin-pemimpin terkenal di dunia. Namanya bahkan telah disebut dalam kitab-kitab agama terdahulu, sebagai pembawa kebenaran yang terakhir. Untuk lebih mengenal sosok Nabi Muhammad SAW, mari kita pelajari bersama seklumit biografi Nabi Muhammad SAW.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Nabi Muhammad bin Abdullah, lahir dalam keadaan yatim dari seorang janda bernama Siti Aminah binti Wahab. Setelah 5 tahun dibesarkan dalam asuhan seorang wanita dusun, ia dikembalikan kepada ibunya. Belum lama dalam mengasuh Nabi Muhammad, dalam perjalanan pulang usai mengunjungi keluarganya di Yatsrib sekaligus berziarah ke makam sang suami, Siti Aminah meninggal.

Dalam usia 6 tahun Nabi Muhammad menjadi yatim piatu dan dibesarkan oleh kakeknya Abdul Muththalib. Seolah dipersiapkan untuk tegar menghadapi cobaan sejak usia dini, 2 tahun kemudian sang kakek pun meninggal dunia, hingga pengasuhan Muhammad diserahkan kepada pamannya, Abu Thalib.

Nabi Muhammad SAW dianugerahi oleh Allah SWT usia selama 63 tahun. Lahir dengan status yatim dan menjadi yatim piatu pada usia 8 tahun, Muhammad kecil tidak kekurangan kasih sayang dalam didikan kakek dan pamannya. Sebagaimana dengan kebiasaan pada masa itu, anak kecil diajari untuk menggembalakan hewan ternak dan diikutkan dalam kegiatan berdagang sejak kecil.

Baca Juga:  Kisah Iblis Ketika Membangunkan Khalifah Muawiyah untuk Shalat

Dalam berbagai kisah biografi Nabi Muhammad SAW yang pernah dituliskan, diketahui bahwa pada usia 25 tahun Nabi Muhammad menikah dengan Khadijah. Keduanya terpaut usia 15 tahun dan Khadijah lah yang mengajukan lamaran. Setelah 15 tahun pernikahan, Muhammad SAW diangkat sebagai Nabi dan Rosul terakhir dengan diturunkannya wahyu yang pertama melalui perantara Malaikat Jibril. Memasuki usia 50 tahun, sang istri pergi mendahului ke haribaan Allah. Kemudian perintah berhijrah diturunkan pada saat Nabi SAW berusia 53 tahun.

Nabi Muhammad lahir di tengah-tengah jazirah Arab yang notabene memiliki kepercayaan terhadap berhala-berhala (paganisme). Beliau melihat langsung dari dekat bagaimana perilaku kaumnya. Mereka hidup terpecah belah, egoisme, dan barbarisme. Praktik perbudakan merajalela dan budaya kapitalisme sebagai pilar ekonomi mereka. Tak ayal lagi, sifat dan watak keras ini banyak menyulut peperangan dan pertumpahan darah antarsuku. Masing-masing membela dan mempertahankan kepentingannya.

Baca Juga:  Hatim Al-Asham, Seorang Wali yang Pura-pura Tuli demi Seorang Wanita

Melihat fenomena itu, Muhammad muda merasa prihatin. Beliau terus-menerus meluangkan waktunya untuk merenung dan mendekatkan diri kepada Dzat Yang Maha Pencipta. Pada usia 40 tahun, beliau diangkat oleh Allah menjadi seorang Rasul pilihan. Tujuannya tiada lain mengeluarkan manusia dari alam kegelapan menuju cahaya yang terang benderang. 

Semangat pembaharuan yang beliau bawa sangat kentara pada masa awal penyebaran Islam. Secara bertahap, beliau bersama para pengikutnya berhasil memporak-porandakan adat jahiliyyah yang menghamba pada berhala-berhala dan dewa-dewa. Sejarah juga mencatat, cahaya Islam mampu menyadarkan manusia untuk menghilangkan strata sosial yang membawa pada primordialisme, kolonialisme, dan perbudakan.

Dengan cara dan metode yang baik, beliau mampu membawa umatnya pada nilai-nilai kemanusiaan yang anti kekerasan dan mencintai perdamaian. Tidak banyak waktu yang diperlukan Muhammad dalam menyampaikan sendi-sendi ajaran agamanya (Islam) ke seluruh dunia. Sebelum wafatnya (pada usia yang ke-63), Allah telah menyempurnakan agama ini bagi kaum Muslimin.

Baca Juga:  Abdullah bin Mas'ud Pernah Protes dengan Gus Baha, Ada Apa?

Selama hidupnya, beliau telah meletakkan landasan penyebaran agama ini dengan penuh kesuksesan. Karen Amstrong, mantan biarawati Katolik dalam bukunya A History of God: The 4,000 Year Quest of Judaism, Christianity and Islam, mengatakan bahwa Muhammad adalah seorang jenius yang sangat luar biasa.

Tatkala wafat pada tahun 632 M, dia telah berhasil menyatukan hampir semua suku Arab menjadi sebuah komunitas baru, atau ummah. Dia telah mempersembahkan kepada orang-orang Arab sebuah spritualitas yang secara unik sesuai dengan tradisi mereka. Ia yang membukakan kunci bagi sumber kekuatan yang besar, sehingga dalam waktu seratus tahun mereka telah mendirikan imperium sendiri yang luas membentang dari Himalaya hingga Pirenia, dan membangun sebuah peradaban baru yang unik dan modern. (Karen Amstrong, 2002:190).

Mochamad Ari Irawan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *