Bukan Hanya Setan! Inilah Empat Musuh Manusia, Nomor 4 Ternyata Musuh dalam Selimut

Bukan Hanya Setan! Inilah Empat Musuh Manusia

PECIHITAM.ORG – Bukan hanya kawan, dalam hidup ini kita juga punya lawan atau musuh. Tahukan Anda, ternyata bukan hanya setan musuh manusia. Berikut inilah empat musuh manusia yang harus kita ketahui.

Berbicara tentang musuh, spontan yang ada di benak kita adalah karakter yang bengis membawa pedang terhunus yang siap menebas tubuh kita.

Atau, ada yang menciptakan gambaran musuh tak ubahnya setan menyeramkan yang menakut-nakuti, semacam Gunderowo, Kuntilanak atau lakon hitam berdarah yang menyeramkan lainnya.

Hy Guys, kita semua kudu tahu ne. Syaikh Utsman bin Hasan dalam kitabnya yang diberi judul Durratun Nasihin menyebutkan empat musuh manusia.

Pertama, Dunia
Dunia itu apa sich? Yang dimaksud dunia adalah kehidupan dunia beserta semua bentuk kesenangan di dalamnya. Sebut saja suami atau isteri, anak, keluarga, harta benda, aset, kendaraan, rumah dan lain-lain. Itulah dunia.

Terus kenapa kita harus musuhan dengan dunia, padahal kita hidup di dalamnya. Yang dimaksud kita musuhan dengan dunia itu bukan berarti kita minggat dari kolong Langit dunia dan cari alam lain.

Bukan. Bukan begitu. Maksudnya jika tidak pandai menyikapi dunia, maka dunia yang dalam genggaman, justeru akan menjadi senjata makan tuan. Kan bahaya tu.

Begini, ya. Ada tiga golongan manusia dalam menyikapi dunia. Pertama orang yang tertipu. Misalnya ia punya Android, tapi ia gunakan untuk maksiat. Digunakan untuk membagikan informasi hoax, memfitnah, berkomentar menghujat dan lain-lain.

Golongan pertama ini adalah orang yang tertipu. Baginya dunia adalah متاع الغرور (kesenangan yang menipu)

Baca Juga:  Ketika al Buthi Berdebat dengan Albani Tentang Cara Memahami Hukum Allah

Golongan kedua adalah orang yang lalai. Ambil contoh masih tentang HP Android. Seorang anak milenial menikmati asyiknya bermain game, itu sih sah-sah saja. Namanya juga hiburan, apalagi saat liburan.

Hanya saja, kalau sampai seharian ia hanya pegang HP, main game. Kan ia jadi lupa banyak hal. Yang begini ne namanya menyikapi dunia dengan mikirin senang dan main mulu. Baginya dunia adalah لهو ولعب (sendau gurau dan main-main saja)

Yang top itu golongan ketiga. Orang yang menyadari bahwa dunia adalah prasarana untuk memperbanyak ibadah untuk mengantarkannya bahagia di alam baka.

Keren bener. Cakep lah kalau anak sekarang model beginian. Punya HP digunakan untuk lihat chanel pengajian Ahlussunnah wal Jamaah. Nonton Gus Baha’, Gus Reza, Gus Yusuf, Gus Ali, Gus Muwafiq, Gus Mus dan lain-lain. Serta jangan lupa baca dan share artikel keislaman yang rahmah di Pecihitam.org.

Golongan ketiga ini menjadikan dunia sebagai مَزْرَعَةُ الآخِرَةِ (ladang menanam kebaikan untuk dipanen di akhirat)

Nah, dari tiga golongan di atas, golongan pertama dan kedua telah menjadikan dunia sebagai musuhnya, senjata makan tuan yang akan membinasakan pada waktunya.

Kedua, Setan
Musuh ini, ibarat kata musuh bebuyutan. Kenapa setan disebut musuh bebuyutan. Karena sudah dari sononya setan itu memusuhi dan curang pada orang tua kita, Nabi Adam dan Hawa.

Baca Juga:  Sholawat Burdah, Siapakah Pengarangnya?

Allah menggambarkan permusuhan manusia dengan setan dengan term عدو مبين (musuh yang nyata). Sebagaimana hal ini disebut secara berulang dalam banyak tempat pada ayat-ayat Al-Quran, salah satunya dalam Surat Yusuf

اِنَّ الشَّيْطٰنَ لِلْاِنْسَانِ عَدُوٌّ مُّبِيْنٌ

Sungguh, setan itu musuh yang nyata bagi manusia. (QS. Yusuf ayat 5)

Lalu bagaimana setan memusuhi kita? Macam-macam. Mulai dari menakut-nakuti. Misalnya yang punya anak kecil, akan diganggu, dihantu-hantui sama setan yang namanya Umum Shibyan. Jadinya anak itu cengeng, orang tua pun tak sabar, marah-marah.

Namanya juga rival abadi. Banyak kelakuan setan lainnya dalam rangka mengganggu dan menjerumuskan. Saat adzan, digoda agar tidak shalat. Sudah mulai shalat, dibuat kacau dengan was-was. Pertengahan shalat, dibisiki lagi biar tidak khusyuk.

Selesai shalat pun masih ditipu. Dipujinya kita agar merasa telah melakukan kebaikan dan menganggap diri lebih baik daripada orang lain. Pokoknya tidak selesailah gangguan setan. Ya, memang itulah sumpahnya

قَالَ فَبِمَآ اَغْوَيْتَنِيْ لَاَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَۙ

(Iblis) menjawab, “Karena Engkau telah menyesatkan aku, pasti aku akan selalu menghalangi mereka dari jalan-Mu yang lurus. (QS. Al-A’raf ayat 16)

Ketiga, Setan dari Golongan Manusia
Ini tak kalah berbahaya, Guys. Serigala berbulu domba. Fisiknya manusia, tapi perilakunya ibarat sudah dikader Iblis.

Sering ngajak bertengkar, menipu saudaranya, menakut-nakuti saudaranya yang sedang merintis usaha, mengadu domba. Ini lebih berbahaya dari musuh kedua yang berupa setan dari bangsa jin.

Kalau setan bangsa jin, kalau dibacakan taawwudz, Basmalah atau Ayat Kursi, mereka lari tunggang-langgang. Tapi setan wujuhuhum wujuhul adamiyyin wa qulubuhum qulubus syayathin ini, bisa jadi makin dekat kalau dibacakan ayat-ayat suci Al-Qur’an.

Baca Juga:  Konsep Kebahagiaan dan Kesedihan Menurut Al-Kindi

Keempat, Nafsu
Ini musuh paling berbahaya. Karena berada dalam diri kita sendiri. Nabi bersabda


أعدى عدوك نفسك التي بين جنبيك

Musuh utamamu adalah nafsumu sendiri yang berada di antara kedua lambungmu.

Wah, mungkin musuh yang keempat ini boleh kita sebut sebagai musuh dalam selimut yang sewaktu-waktu akan meracuni iman dengan nafsu mau melihat yang bukan muhrim, memakan yang bukan hak ataupun nafsu menahan atau pelit kepunyaan sendiri tapi selalu thama‘, berharap pemberian orang lain.

Sahabat, itulah empat musuh manusia. Semoga kita diamankan dari bahaya-bahayanya.

Ya Allah, jadikanlah dunia dalam genggaman kami. Jangan jadikan sibuk dan mengotori dalam hati. Kami memohon perlindungan dari tipu daya setan yang menjerumuskan. Selamatkan kami dari teman yang buruk dan nafsu yang mengajak pada keburukan. Amin!

Faisol Abdurrahman
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG