Bukan Ritual, Penyatuan Air dan Tanah di IKN Sekedar Simbolis

Pecihitam.org – Peneliti senior Balai Litbang Agama Makassar Prof Dr H Abd Kadir Ahmad memberikan penjelasan terkait penyatuan air dan tanah dari 34 provinsi di kawasan titik nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara yang dianggap publik sebagai ritual.

Menurut Prof Kadir Ahmad penyatuan air dan tanah di IKN Nusantara yang dilakukan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama para Gubernur bukanlah ritual melainkan gerakan simbolis kebhinekaan dan persatuan.

“Terlalu tinggi nilainya kalau itu ritual, kalau saya itu bukan ritual, itu biasa saja, penyatuan antara air dan tanah itu simbolik. Itu simbol persatuan seluruh Indonesia supaya orang merasa memiliki. Makanya air dan tanahnya diambil dari daerah masing-masing, tak hanya air dan tanah saja tapi juga pohon. Nah itu simbol persatuan dan simbol kehbinekaan,” kata Wakil Rais Syuriah Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sulsel itu, Selasa, 15 Maret 2022.

Baca Juga:  Tentara Israel Hancurkan Klinik Khusus Pasien Corona di Palestina

Sama halnya kata dia, pohon yang dibawa dari 34 provinsi jenisnya berbeda. Artinya perbedaan itu sebagai simbol persatuan dan kehbinekaan.

“Berbeda-beda tapi tetap satu yaitu tanah dan air meskipun ekspresi budayanya dalam arti budaya disimbolkan bagaimana pohon itu dipelihara di setiap komunitas di Indonesia dengan cara masing-masing sehingga menjadi identitas untuk daerah-daerah tertentu lalu menyimbolkan kehbinekaan atau keragaman tapi diikat oleh satu yakni tanah dan air, dan itu indah,” jelas Prof Kadir.

Sebelumnya, Presiden Jokowi menjalankan prosesi unik berupa penyatuan air dan tanah di Kawasan Titik Nol Kilometer IKN di Kabupaten Penajam Paser Utara, Provinsi Kalimantan Timur, Senin, 14 Maret 2022. Prosesi ini sebagai tanda dimulainya prosesi pembangunan ibu kota negara yang baru.

Baca Juga:  Aksi Demo PA 212 di Senayan Tuntut Pemakzulan Jokowi

“Pada hari ini Senin 14 Maret 2022, kita hadir bersama-sama di sini dalam rangka sebuah cita-cita besar dan pekerjaan besar yang akan kita segera mulai yaitu, pembangunan Ibu Kota Nusantara,” ungkap Jokowi.

Jokowi menjelaskan air dan tanah tersebut sengaja diambil dari 34 provinsi oleh masing-masing gubernur yang disatukan ke dalam sebuah gentong. Hal ini, ujarnya, merupakan simbol dari kebhinekaan, dan persatuan yang kuat dari seluruh provinsi di tanah air dalam rangka mendukung pembangunan Ibu Kota Nusantara.

“Saya hadir di sini bersama-sama dengan 34 Gubernur dari 34 provinsi di seluruh tanah air, bersama-sama dengan 15 tokoh masyarakat dari Kalimantan Timur, dan kita tahu baru saja tadi tanah dan air, yang di bawa oleh 34 gubernur telah kita satukan, di tempat yang akan menjadi lokasi IKN dan saya ingin mengucapkan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada para gubernur, ini merupakan bentuk dari kebhinekaan kita, dan persatuan yang kuat diantara kita dalam rangka membangun Ibu Kota Nusantara ini,” jelasnya.

Baca Juga:  Sowan ke Para Kiai di Ponpes Lirboyo, Gus Muwafiq Diminta Untuk Terus Berdakwah