Inilah Empat Bulan Mulia dalam Islam, Salah Satunya Rajab

Inilah Empat Bulan Mulia dalam Islam, Salah Satunya Rajab

Pecihitam.org – Mahasuci Allah dengan segala kebesaran-Nya. Seperti yang telah kita amati bersama, bahwa Allah SWT telah menciptakan bumi ini dengan segala isinya. Ada pagi, siang, sore dan malam. Semua itu pasti tiba sesuai waktunya, tidak akan pernah tertukar. Karena ia akan selalu berputar dengan baik dan lancar sesuai kodratya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sahabat pembaca sekalian, tentu kita sudah mengetahui semua, bahwa dalam kalender Hijriah, satu tahun terdapat dua belas bulan, yaitu; Muharram, Shafar, Rabiul Awwal, Rabiul Akhir, Jumadil Awal, Jumadil Akhir, Rajab, Sya’ban, Ramadhon, Syawal, Dzulqa’dah dan Dzulhijjah.

Dari dua belas bulan tersebut, tak sedikit dari kita yang belum mengetahui tentang empat bulan yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, tulisan kami ini akan menguaknya.

Allah SWT berfirman dalam Surat At-Taubah

إِنَّ عِدَّةَ ٱلشُّهُورِ عِندَ ٱللَّهِ ٱثْنَا عَشَرَ شَهْرًۭا فِى كِتَٰبِ ٱللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ ٱلسَّمَٰوَٰتِ وَٱلْأَرْضَ مِنْهَآ أَرْبَعَةٌ حُرُمٌۭ ۚ ذَٰلِكَ ٱلدِّينُ ٱلْقَيِّمُ ۚ فَلَا تَظْلِمُوا۟ فِيهِنَّ أَنفُسَكُمْ ۚ وَقَٰتِلُوا۟ ٱلْمُشْرِكِينَ كَآفَّةًۭ كَمَا يُقَٰتِلُونَكُمْ كَآفَّةًۭ ۚ وَٱعْلَمُوٓا۟ أَنَّ ٱللَّهَ مَعَ ٱلْمُتَّقِينَ

“Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah ialah dua belas bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya ada empat bulan haram. Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu, dan perangilah kaum musyrikin itu semuanya sebagaimana mereka pun memerangi kamu semuanya; dan ketahuilah bahwasanya Allah beserta orang-orang yang bertakwa. (QS. At-Taubah ayat 36)

Baca Juga:  Pahami Tawassul dan Hukumnya Agar Tidak Mudah Mensyirikkan Orang Lain, Ini Penjelasannya!

Maksud dari kata empat bulan haram pada ayat di atas, kemudian dijelaskan oleh Nabi dalam salah satu hadis yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari

الزَّمَانُ قَدِ اسْتَدَارَ كَهَيْئَتِهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ ، السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا ، مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ، ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ, وَرَجَبُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ

“Setahun berputar sebagaimana keadaannya sejak Allah menciptakan langit dan bumi. Satu tahun itu ada dua belas bulan. Di antaranya ada empat bulan haram (suci). Tiga bulannya berturut-turut yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah dan Muharram. (Satu bulan lagi adalah) Rajab Mudhar yang terletak antara Jumadil (akhir) dan Sya’ban.” (HR. Bukhari)

Bulan haram yang dijelaskan oleh Rasulallah adalah Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram dan Rajab. Kenapa ke empat bulan itu disebut nama haram?

Dalam hal ini, para ulama berbeda pendapat. Ada yang mengatakan, empat bulan ini disebut sebagai bulan ‘haram’ artinya bulan ‘yang terlarang’.

Baca Juga:  Masjid Istiqlal: Masjid Terbesar di Asia Tenggara Kebanggaan Indonesia

Maksudnya pada bulan-bulan tersebut dilarang untuk melakukan peperangan dan permusuhan. Bahkan, konon pada masa jahiliyah saja, seseorang ketika bertemu dengan pembunuh orang tuanya, ia tidak akan menoleh untuk melakukan pembalasan. Ini adalah dalam rangka menghormati bulan haram atau bulan terlarang ini.

Ada juga yang berpendapat bahwa makna bulan ‘haram’ ini adalah mulia, suci, atau terhormat, sebagaimana kata haram juga dinisbatkan kepada masjid termulia, yaitu Masjidil Haram. Masjidil Haram adalah masjid yang sangat mulia yang di dalamnya ada Ka’bah Al-Musyarrafah.

Lalu dari 4 bulan mulia ini, manakah yang lebih utama?

Para ulama berselisih pendapat tentang manakah di antara bulan-bulan haram tersebut yang lebih utama. Ada ulama yang mengatakan bahwa yang lebih utama adalah bulan Rajab, sebagaimana hal ini dikatakan oleh sebagian ulama Syafi’iyah.

Namun Imam Nawawi dan ulama Syafi’iyah lainnya membantah pendapat ini. Mereka mengatakan bahwa yang lebih utama adalah bulan Muharram, sebagaimana hal ini juga didukung oleh Imam Hasan Al-Bashri.

Sebagian ulama yang lain mengatakan bahwa yang lebih utama adalah bulan Dzulhijjah. Ini adalah pendapat Sa’id bin Jubair dan lainnya, juga dinilai kuat oleh Ibnu Rajab.

Baca Juga:  8 Persamaan Identik antara Aliran Wahabi dan Syiah, No 3 Paling Jadi Andalan

Terlepas dari perbedaan pendapat tentang manakah yang lebih utama dari 4 bulan bulan Mulia Itu, sudah sepatutnya kita yang saat ini memasuki bulan Rajab ini untuk menghidupkan bulan istimewa ini.

Mari kita isi dengan memperbanyak puasa. Selain keutamaanya begitu luar biasa, ini juga sebagai latihan untuk menyambut bulan Ramadan yang sudah tidak lama lagi.

Amalan lain yang dianjurkan pada bulan Rajab ini adalah dengan memperbanyak istighfar, karena bulan ini dalam salah satu hadis disebutkan sebagai bulan untuk memperbanyak istighfar. Semoga kita bisa menghidupkan bulan Rajab dan Sya’ban dan semoga juga Allah menyampaikan umur kita hingga ke bulan Ramadhan. Amin!

Faisol Abdurrahman