Bunuh Diri dan Kisah Seorang Sahabat Nabi Sang Pembela Islam yang Masuk Neraka

Bunuh Diri dan Kisah Seorang Sahabat Nabi Sang Pembela Islam yang Masuk Neraka

Pecihitam.org – Bunuh diri, salah satu cara yang digunakan hampir sebagian manusia dalam keluar dari tekanan yang tengah memeras kehidupan. Entah karena masalah ekonomi, masalah percintaan, masalah penyakit yang tak kunjung sembuh, masalah kegagalan yang kunjung usai dan sebab musabab lainnya. Maka tak heran dari tekanan inilah kadang manusia berpikir untuk menghentikan segalanya dengan cara keluar dari kehidupan.

Sebenarnya jikalau kita menelusuri penyebab mengapa seseorang lebih memilih untuk bunuh diri ketimbang harus memilih jalan lain maka jawaban tepatnya ialah karena ketiadaan iman dan kepasrahan terhadap apa yang telah ditakdirkan, atau bisa dikatakan dengan ketidakterimaan atas apa yang telah diberikan Allah atas hidiupnya.

Sekalipun kita tahu bahwa setiap manusia pastinya memiliki titik lemah tersendiri, namun titik lemah itu pastinya akan kuat ketika hidup kita masih berpegang teguh pada keimanan dan ketakwaan.

Karena pada hakekatnya yang namanya beban dan masalah tiap manusia berbeda beda namun sejatinya Allah tak akan membebani seseorang diluar kemampuannya, sebagaimana yang termaktub dalam Al-Qur’an

Allah tidak akan membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya” (QS. Al Baqarah [2]: 286)

Dan percayalah bahwa beban itu tak akan mungkin abadi dalam kehidupan manusia, karena dibalik masalah pastinya akan ada jalan

Baca Juga:  Abdurrahman bin Auf, Sahabat yang Hartawan dan Ahli Surga

Maka sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan, sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan” (QS. Asy- Syarh [94]: 5-6)

Meskipun seperti itu, telinga kita masih saja rajin mendengar kasus bunuh diri, terlebih tentang orang tua di luaran sana yang membunuh anak anaknya perihal kemiskinan. Lantas bagaimana Islam memandang perkara ini?

Perlunya kita ketahui bahwa islam sangat mengecam pelakunya dengan hukuman yang berat di Neraka Jahim. Dan ada begitu banyak hadits yang menerangkan hal ini, diantaranya ialah Hadits riwayat Imam Al Bukhari, Muslim, At-Tirmidzi, dan Imam An-Nasa’i bahwasanya dari Abu Hurairah r.a., Rasulullah Saw., bersabda:

Siapa yang menjatuhkan diri dari gunung, lalu ia terbunuh karenanya maka dia ada di Neraka Jahannam. Di neraka itu ia dijatuhkan secara terus menerus tiada henti. Ia kekal didalamnya dan selamanya. Barang siapa yang meneguk racun dan terbunuh karena racun itu maka di neraka nanti, racun itu ada ditanganya, lalu ia terus menerus meneguk racun itu. ia kekal didalamnya dan selamanya. Barang siapa melakukan bunuh diri dengan besi maka besi itu ada ditangannya selama di neraka jahanam dan ia menghujamkannya ke perutnya terus menerus. Ia kekal didalamnya dan selamanya”

Sehingga pada hadits diatas rupanya menunjukkan bahwa dengan cara apa kita bunuh diri kelak balasannya akan seperti cara itu. baik itu menggantung diri, membakar diri, menciderai diri dengan kayu ataupun pisau, mencekik diri ataupun dengan menembak diri sendiri.

Baca Juga:  Umar bin Khatthab, Sahabat Nabi Bergelar Al-Faruq yang Ditakuti Setan

Tidak hanya itu, hadits diatas dipertegas oleh hadits yang diriwayatkan oleh Al-Bukhari, Muslim, Abu Dawud, An-Nasa’i dan lainnya. Dari Qilabah r.a., ia menceritakan bahwa Tsabit bin Dhahhak r.a., memberitahunya bahwa ia telah membaiat Rasulullah Saw., dibawah pohon dan beliau bersabda,

Barang siapa atas nama Agama selain Islam dengan sengaja dan berbohong maka keadaannya seperti ucapannya dan barangsiapa melakukan bunuh diri dengan suatu alat maka dengan alat itu ia akan disiksa pada hari Kiamat, …” Tirmidzi menyatakan bahwa Hadits ini berkualitas Shahih.

Sungguh betapa pedihnya bunuh diri itu. bagaimana tidak? Itu karena Islam melihat masa depan seseorang yang berasal dari masa akhir hidupnya. Bisa saja selama hidupnya selalu beramal Shaleh, namun karena diakhir hidupnya yang malah mendapatkan ujian dengan tekanan hidup maka tak ayal membuatnya bunuh diri dan jadilah penghuni Neraka.

Persis dengan kisah seorang sahabat yang bernama Quzman, kisahnya dimuat dalam Hadits Riwayat Al Bukhari dan Muslim, dari Shal bin Sa’ad r.a., ia mengisahkan

“Rasulullah saw., berhadapan dengan kaum Musyrikin. Kemudian mereka saling menyerang, kemudian Rasullah Saw., bergabung kembali dengan bala tentaranya dan musuhnya pun bergabung dengan bala tentara mereka. Diantara para sahabat Rasulullah saw., terdapat seorang lelaki yang bernama Quzman yang tidak membiarkan satupun musuh yang keluar dari barisannya, kecuali jika Quzman mengejarnya dan memukulnya dengan pedang. Lantas para sahabat mengatakan ‘Hari ini tidak ada seorang pun dari kita yang mendapatkan pahala yang lebih besar dari pada ia (Quzman), namun Rasullah Saw., malah bersabda ‘sesungguhnya orang itu termasuk penghuni Neraka

Baca Juga:  Kisah Hidup Sufi Sederhana dan Nasehat Kepada Anaknya

Mungkin di hati kecil kita sempat bertanya tentang mengapa Sahabat yang begitu berani dengan pedangnya malah telah dipastikan menjadi penghuni neraka oleh Rasulullah? Dan rupanya diakhir hidup Quzman ialah terluka parah dan melakukan bunuh diri dengan pedangnya. Wallahu a’lam..

Rosmawati
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *