Kisah Burung Hud Hud, Hewan yang Berjasa dalam Pertemuan Sulaiman dan Balqis

Kisah Burung Hud Hud, Hewan yang Berjasa dalam Pertemuan Sulaiman dan Balqis

PeciHitam.org Kisah Burung Hud Hud tidak bisa dilepaskan dari Kisah Nabi Sulaiman AS. Nabi Sulaiman AS adalah seorang nabi sekaligus Raja Besar yang karuniai Mukjizat dapat berbicara dengan Hewan. Beliau adalah Putra Nabi Daud AS yang tekenal bersuara bagus nan Indah.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Nabi Sulaiman mewarisi tahta kerajaan Nabi Daud AS dan melanjutkan tugas kenabiannya. Kemukjizatan Nabi Sulaiman disebutkan dalam ayat;

حَتَّى إِذَا أَتَوْا عَلَى وَادِ النَّمْلِ قَالَتْ نَمْلَةٌ يَا أَيُّهَا النَّمْلُ ادْخُلُوا مَسَاكِنَكُمْ لا يَحْطِمَنَّكُمْ سُلَيْمَانُ وَجُنُودُهُ وَهُمْ لا يَشْعُرُونَ (١٨) فَتَبَسَّمَ ضَاحِكًا مِنْ قَوْلِهَا وَقَالَ رَبِّ أَوْزِعْنِي أَنْ أَشْكُرَ نِعْمَتَكَ الَّتِي أَنْعَمْتَ عَلَيَّ وَعَلَى وَالِدَيَّ وَأَنْ أَعْمَلَ صَالِحًا تَرْضَاهُ وَأَدْخِلْنِي بِرَحْمَتِكَ فِي عِبَادِكَ الصَّالِحِينَ (١٩

Disebutkan bahwa sekelompok semut akan menyingkir dari jalan Nabi Sulaiman AS. Akan tetapi Sulaiman AS mengetahui pembicaraan semut. Inilah salah satu kemukjizatan Nabi Sulaiman AS.

Kisah burung Hud Hud yang merupakan sejenis burung pelatuk di Nusantara bersama dengan nabi Sulaiman akan dijelaskan di bawah.

Daftar Pembahasan:

Burung Hud Hud dan Nabi Sulaiman

Kehebatan Sulaiman AS memang terkenal bukan hanya dalam kalangan Islam. Literasi umat Kristen juga banyak menceritakan Raja Sulaiman atau dikenal dengan Raja Solomon atau Salomo.

Sulaiman AS merupakan raja sekaligus panglima perang yang disegani oleh seluruh makhluk Allah, baik manusia atau hewan. Beliau sering melakukan gelar pasukan dari berbagai jenis makhluk, termasuk gelar pasukan dari golongan hewan.

Ketika gelar pasukan diadakan, dan Nabi Sulaiman AS memeriksa pasukannya, termasuk pasukan burung ternyata burung Hud Hud tidak terlihat.

Nabi Sulaiman AS marah karena menganggap burung Hud Hud keluar dari pasukan resminya. Sulaiman mengancam akan membunuh burung Hud Hud jika tidak segera datang menghadapnya. Ketidak-hadiran burung Hud Hud harus mempunyai alasan kuat dan menyenangkan Sulaiman AS.

Burung Hud-hud akan dijatuhi hukuman mati berupa penyembelihan sebagaimana firman Allah SWT dalam Al-Qur’an;

وَتَفَقَّدَ الطَّيْرَ فَقَالَ مَا لِيَ لا أَرَى الْهُدْهُدَ أَمْ كَانَ مِنَ الْغَائِبِينَ (٢٠)لأعَذِّبَنَّهُ عَذَابًا شَدِيدًا أَوْ لأذْبَحَنَّهُ أَوْ لَيَأْتِيَنِّي بِسُلْطَانٍ مُبِينٍ (٢١

Artinya; “Dan Dia memeriksa Pasukan burung lalu (Sulaiman AS) berkata: “Mengapa aku tidak melihat Burung hud-hud, Apakah Dia Termasuk yang tidak hadir. sungguh aku benar-benar akan menhukumnya dengan Hukuman yang berat atau benar-benar menyembelihnya. Kecuali jika benar-benar Dia datang kepadaku dengan alasan yang terang (dapat dipertanggung-jawabkan)”(Qs. An-Naml: 20-21)

Indikasi pesan ayat an-Naml ayat 20-21 di atas dapat disimpulkan bahwa kedisiplinan dalam pasukan militer sangat kuat dan berharga mati. Penggambaran bahwa untuk sebuah apel kesiap-siagaan, pasukan harus lengkap dan sesuai dengan perintah. Pembangkangan kepada perintah berkonsekuensi kematian.

Baca Juga:  Sejarah Perang Antara Sahabat Nabi, Dari Perang Jamal Hingga Pemberontakan al-Hallaj

Oleh karenanya jika pasukan dikumpulkan tidak ada yang boleh terlambat, apalagi absen. Perajurit yang indisipliner tentu akan dihukum. Hal itulah yang diterapkan oleh Sulaiman AS kepada seluruh anggota pasukannya, baik manusia, jin maupun hewan bahkan burung seperti Hud-hud.

Hud Hud dan Ratu Balqis

Ketidak-hadiran sebagai tanda Indisipliner dalam militer yang dilakukan oleh Hud Hud kepada Komandannya, Nabi Sulaiman AS, ternyata mempunyai alasan kuat. Burung Hud Hud melakukan tugas spionase atau pengawasan terhadap negeri yang masih kafir belum beriman.

Negeri tersebut adalah negeri Saba’, negeri didaerah Yaman-Jazirah Arab selatan, yang mana sangat jauh dari kerajaan Nabi Sulaiman di Yerusalem, Palestina sekarang.

Kisah pelaporan Hud Hud diabadikan dalam Al-Quran yang artinya;

22. Maka tidak lama kemudian (datanglah Burung hud-hud), lalu Hud Hud berkata kepada Sulaiman AS: “Aku telah mengetahui sesuatu yang kamu belum mengetahuinya; dan kubawa kepadamu dari negeri Saba suatu berita penting yang diyakini.

23. Sesungguhnya aku menjumpai seorang wanita (Ratu Balqis) yang memerintah mereka, dan Dia dianugerahi segala sesuatu serta mempunyai singgasana yang besar(terbuat dari Logam Mulia).

24. Aku mendapati Dia dan kaumnya menyembah matahari, selain Allah; (Qs. An-Naml: 22-24)

Keterangan para Mufassir dalam memaknai negara Saba’ adalah sebuah nama kerajaan di zaman dahulu, ibu kotanya Ma’rib yang letaknya dekat kota San’a ibu kota Yaman sekarang. Sedangkan kata (امْرَأَةً) dimaknai sebagai Ratu Kerajaan Saba’ yaitu Ratu Balqis.

Laporan burung Hud Hud kepada Nabi Sulaiman menandakan bahwa disiplin militer sebagai prajurit komandannya masih dipatuhi Hud Hud. Fakta menarik bahwa Hud Hud terbang sangat jauh sekali sampai ke negeri Saba’ dekat bendungan Ma’arib, San’a Yaman sekarang.

Baca Juga:  Belajar dari Kisah Kesabaran Nabi Ayub dan Kesetiaan Siti Rahmah

Jika diukur, jarak Yerusalem ke negara Saba’ adalah lebih kurang 2400 KM. Terbangnya burung Hud-hud bukan sekedar mencari makan. Dia juga memperhatikan keadaan dan mengamati lingkungan, seraya melihat-lihat kalau ada sesuatu yang penting dilaporkan kepada Nabi Sulaiman, raja dan sekaligus komandan pasukannya.

Penemuan Hud Hud

Terbangnya  burung Hud hud ke Negara Saba’ (Sabaiyah) ternyata menghasilkan penemuan luar biasa diluar ekspetasi Sulaiman AS. Hud Hud menemukan sebuah kerajaan yang dipimpin oleh seorang perempuan/ Ratu yang sangat cantik. Akan tetapi Sang Ratu dan rakyatnya masih melakukan praktik heretik atau kemusyrikan, yaitu menyembah Matahari.

Sang Ratu Balqis duduk di atas sebuah singgasana yang besar terbuat dari logam mulia. Kerajaan Saba’ makmur loh jinawi dengan beragam tanaman tumbuh dengan baik di negeri tersebut.

Negara Saba’ merupakan kerajaan yang dibangun oleh Saba ibn Yasyjub ibn Ya’rub ibn Qahthan pada tahun 955 SM di Yaman. Nama kota dan sekaligus nama kerajaan diambilkan dari nama pendirinya yaitu Saba ibn Yasyjub.

Kerajaan Saba dikenal dengan perdagangan, pertanian, pengaturan bendungan yang baik untuk irigasi yang sangat maju. Salah satu bendungan Irigasi tertua didunia ditemukan di kota ini yaitu bentukan Ma’rib.

Surat Sulaiman untuk Balqis

Laporan burung Hud Hud tentang keadaan kerajaan makmur dan kaya raya serta dipimpin oleh Ratu Cantik tidak dipercayai begitu saja oleh Raja Sulaiman AS. Apalahi Hud Hud melaporkan bahwa negeri tersebut masih menyembah Matahari, bukan Allah SWT.

Nabi Sulaiman menguji kebenaran laporan Hud-hud dengan menyuruhnya mengantarkan sebuah surat kepada penguasa negeri Saba. Hud Hud membawa surat Nabi Sulaiman AS ke Negeri Ratu Balqis dan menjatuhkannya di istana Ratu Saba’, Hud-hud diperintahkan untuk mengamati apa respon mereka. Allah SWT mengabadikan dalam al-Qur’an,

قَالَ سَنَنْظُرُ أَصَدَقْتَ  أَمْ كُنْتَ مِنَ الْكَاذِبِينَ (٢٧) اذْهَب  بِكِتَابِي هَذَا فَأَلْقِه  إِلَيْهِمْ ثُمَّ تَوَلَّ عَنْهُمْ فَانْظُرْ مَاذَا  يَرْجِعُونَ (٢٨

Artinya; 27. berkata Sulaiman: “Akan Kami lihat, apa kamu benar, atau Termasuk orang-orang yang berdusta.28. Pergilah dengan suratku ini, lalu jatuhkan kepada mereka, kemudian berpalinglah (pergi), lalu perhatikanlah apa yang mereka bicarakan” (Qs. An-Naml: 27-28)

Surat dijatuhkan di Istana Ratu Balqis dan Hud Hud bersembunyi sambil mengawasi apa reaksi Balqis kemudian. Setelah surat terbaca oleh Ratu Balqis, segera dia kumpulkan para pembesar kerajaan untuk berunding apa yang harus mereka lakukan untuk merespon surat dari Sulaiman tersebut. Allah SWT berfirman,

Baca Juga:  Kisah Seorang Hamba Salah Doa “Ya Allah, Engkau Hambaku dan Aku Ini Tuhan-Mu”

قَالَتْ يَا أَيُّهَا الْمَلأ إِنِّي أُلْقِيَ إِلَيَّ كِتَابٌ كَرِيمٌ (٢٩) إِنَّهُ مِنْ سُلَيْمَانَ وَإِنَّهُ بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ (٣٠)  أَلا تَعْلُوا عَلَيَّ وَأْتُونِي مُسْلِمِينَ (٣١

Artinya; 29. berkata Balqis: “Hai pembesar-pembesar, Sesungguhnya telah dijatuhkan kepadaku sebuah surat yang mulia. 30. Sesungguhnya surat itu, dari SuIaiman dan isinya: “Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pemurah lagi Maha Penyayang. 31. bahwa janganlah kamu sekalian Berlaku sombong terhadapku dan datanglah kepadaku sebagai orang-orang yang berserah diri” (Qs. An-Naml: 29-31)

Burung Hud Hud terus mengawasi reaksi dari Ratu Balqis dan para pembesar kerajaan Saba. Ratu dan para pembesar mengadakan rapat untuk membalas surat Sulaiman AS.

Hasil keputusan Ratu Balqis yaitu mengirim utusan untuk mengantarkan hadiah kepada Raja Sulaiman AS di Yerusalem. Burung Hud Hud terbukti benar telah menunjukan tentang kerajaan Saba yang tidak diketahui oleh Sulaiman AS. Hud Hud terbebas dari hukuman potong leher.

Kisah burung Hud Hud menunjukan bahwa Hewan bisa menjadi alat untuk berdakwah sebagaimana dalam kisah di atas. Burung Hud Hud juga bukan seeokor burung pembohong. Sejarah modern mengungkapkan bahwa keberadaan Negara Saba benar adanya.

Ash-Shawabu Minallah

Mochamad Ari Irawan