3 Hal Ini Menjadi Cara Allah Memberikan Ilmu pada Manusia

3 Hal Ini Menjadi Cara Allah Memberikan Ilmu pada Manusia

Pecihitam.org- Rasulullah SAW menyuruh umat untuk selalu mencari ilmu, banyak sekali hadis-hadis Nabi yang menjelaskan pentingnya seseorang untuk mempunyai ilmu. Lantas apa itu ilmu?, lalu bagaimana cara Allah memberikan ilmu pada kita?.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Sebelum menjawab pertanyaan tersebut kita harus tahu terlebih dahulu pengertian dari ilmu. Kata ilmu berasal dari bahasa Arab “Ilmu” yang berarti pengetahuan.

Dari segi bahasa, ilmu berarti jelas, baik dari arti maupun obyeknya. Ilmu yang berarti pengetahuan yang jelas itu ada dua macam, yaitu pengetahuan biasa dan pengetahuan ilmiah.

Pengetahuan bisa diperoleh dari keseluruhan bentuk upaya kemanusiaan, seperti perasaan, pikiran, pengalaman, pancaindra, dan intuisi untuk mengetahui sesuatu tanpa memperhatikan objek, cara, dan kegunaannya. Dalam bahasa Inggris, jenis ilmu disebut “knowledge”.

Dalam Agama Islam dianjurkan setiap muslim untuk belajar melihat betapa pentingnya ilmu, bahkan Nabi saw mengumpamakan pahala orang yang mencari ilmu seperti pahala berjihad dalam sabdanya yang berbunyi:

“Nasr bin Ali menceritakan kepada kami, Khalid bin Yazid al-‘Atalli memberitahukan kepada kami, dari Abu Ja’far ar-Razi, dari ar-Rabi’ bin Anas, dari Anas bin Malik berkata: ‘Rasulullah saw bersabda: Barangsiapa yang keluar (dari rumahnya) untuk mencari ilmu, maka dia dalam jihad di jalan Allah sehingga ia kembali’.”  (HR Turmudzi).

Baca Juga:  Inilah Beberapa Keutamaan Hafidz yang Tidak Dimiliki Orang Lain pada Umumnya

Melalui 3 cara ini Allah memberikan Ilmu pada manusia :

Pertama, dengan perantara malaikat yang menampakkan diri dengan nyata. Yaitu malaikat Jibril yang bertugas menyampaikan wahyu. Contohnya seperti yang terjadi pada Nabi Muhammad SAW, beliau didatangi Jibril sebanyak dua puluh lima ribu kali dengan membawakan wahyu dari Allah. Cara yang pertama ini adalah proses turunnya ilmu dengan tingkatan tertinggi dan hanya terjadi pada Nabi saja.

Kedua, dengan memperdengarkan suara tanpa memperlihatkan wujud apapun. Contohnya seperti yang terjadi pada Nabi Musa Kalimullah. Allah memanggilnya dan memperdengarkan suara yang menyampaikan wahyu padanya. Cara yang kedua ini juga khusus untuk Nabi.

Ketiga, dengan jalan Ilham. Yakni ilmu langsung ditumbuhkan Allah dalam hati manusia tanpa perantara siapapun. Ilham ini ada dua macam yakni: Ilham berupa ilmu yang diberikan langsung dengan tanpa proses belajar terlebih dahulu. Contohnya seperti ilmu yang diberikan Allah pada Nabi Adam as.

Baca Juga:  Harus Tahu! Inilah Perbedaan antara Jin, Iblis dan Setan

Dan ilmu yang berupa malakah atau kemampuan memahami sesuatu . ilham (berupa ilmu) akan muncul setelah dipicu dengan proses berfikir yang disebut dengan belajar. Tanpa melalui proses ini ilham tidak akan muncul.

Manusia pada umumnya mendapatkan Ilmu dari Allah dalam bentuk malakah ini. Sehingga harus ada proses yang memicu kemunculannya, yaitu belajar dan hanya sedikit saja yang mendapatkan ilmu berupa ilhma secara langsung.

Tiga perincian ini hanya berlaku untuk ilmu muktasab saja. Sedangkan ilmu-ilmu yang bersifat dhoruri semuanya langsung melalui ilham. Seperti yang telah alFaqir kemukakan di depan.

Ilmu muktasab adalah pengetahuan yang hanya dapat diperoleh ketika berfikir dengan keras. Contohnya adalah seperti ilmu fiqih, tasawwuf, kedokteran, astronomi dan ilmu pengetahuan lainnya. Ilmu muktasab inilah yang lumrah disebut dengan Ilmu Pengetahuan.

Kemuliaan manusia ditentukan oleh beberapa hal. Diantaranya adalah harta, pangkat, wibawa, jasa-jasa dan ilmu. Diantara semuanya yang menjadi penentu dasar adalah ilmu. Karena semua penentu yang lain akan muncul ketika ada ilmu.

Baca Juga:  Gus Baha’ dan Metode Berdakwah dengan Guyonan Santai

Dengan ilmu, seorang muslim tidak hanya mulia di sisi manusia, namun juga di sisi Allah, sang pencipta alam semesta. Nabi Muhammad SAW bersabda mengenai keutamaan ilmu:

“Mahmud bin Ghailan menceritakan kepada kami, Abu Usamah memberitahukan kepada ami, dari al-A’masy dari Abi Shalih, dari Abi hurairah berkata: Rasulullah saw bersabda: ‘Barangsiapa menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah memudahkan baginya jalan menuju syurga.”

Mochamad Ari Irawan