Cara Mendidik Anak Sesuai Rasulullah dan Doa Mengatasi Anak Nakal

mendidik anak

Pecihitam.org – Sejatinya seorang anak merupakan sebuah anugerah yang diberikan kepada kita semua yang tentunya sangat perlu bimbingan dan binaan agama yang kuat untuk membangun jiwa dan karakteristik seorang muslim yang sejati, meskipun dalam hal ini tergantung dari tabiat dan karakter anak tersebut.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Namun tentunya sebagai orang tua di tuntut untuk bisa mendidiknya dengan nila-nilai islami, agar amanah yang tercurah dari sebuah anugerah dengan di percaya memiliki seorang anak itu bisa sejalan dengan apa yang diperintahkan dan di anjurkan oleh agama.

Meskipun untuk mewujudkan hal semacam itu dibutuhkan kesabaran sering dengan berdoa memohon diberikan ke sholihan terhadap anak itu. Apalagi jika seorang anak tersebut sangat nakal dan rasanya sulit untuk memberikan nasihat ataupun asupan didikan agama yang kuat.

Nah dalam mengatasi hal semacam ini tentu di samping berusaha untuk memberikan yang terbaik bagi anak dari seorang ibu ataupun ayahnya, dibutuhkan pula sebuah amalan dan doa.

Berikut adalah amalan doa untuk menangani anak nakal, yang insyaAllah dari keberkahan doa tersebut bisa mengalir ke dalam darah daging anak sehingga secara perlahan bisa menumbuhkembangkan karakteristik seorang anak yang shalih shalihah yang sangat di dambakan oleh setiap orang tua.

يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا اصْبِرُوْا وَصَابِرُوْا وَرَابِطُوْا وَاتَّقُوْا اللهَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

Baca Juga:  Doa Nabi Ibrahim Untuk Keturunannya yang Bisa Kita Amalkan Saat Ini

Latin: “Yaa ayyuhal ladzina aamanush biruu wa shoobiruu wa roobithuu, wat taqullooha la’allakum tuflikhuun. QS Ali Imron ayat 200 .

Caranya adalah bacakan ayat tersebut sebagai amalan doa sebanyak 7 kali, 41 kali, 111 kali, 313 kali, 1111 kali, atau 4444 kali pada makanan dan minuman yang khusus disediakan untuk dikonsumsi anak.

InsyaAllah anak yang tadinya nakal dengan doa tersebut akan mengatasi sedikit demi sedikit dan berkurang kenakalannya serta sadar serta menjadi anak yang baik dan penurut.

Disamping itu juga penting kiranya untuk melakukan beberapa langkah berikut ini cara membangun dan mendidik anak sesuai dengan syariat islam dan sunnah Rasulullah SAW agar senantiasa bisa tumbuh seiring berkembangnya jiwa seorang anak.

1. Mendidik Anak Tentang Tauhid

Rasulullah SAW bersabda : “Bukalah lidah anak-anak kalian pertama kali dengan kalimat “Lailaha-illaallah”. Dan saat mereka hendak meninggal dunia maka bacakanlah, “Lailaha-illallah”.

Dan dalam hadits lain Rasulullah SAW bersabda : “Sesungguhnya barangsiapa awal dan akhir pembicaraannya “Lailah-illallah”, kemudian ia hidup selama seribu tahun, maka dosa apa pun, tidak akan ditanyakan kepadanya”. (Sya’bul Iman, juz 6, hal. 398 dari Ibn abbas).

Baca Juga:  Doa Nabi Ibrahim Agar Dikaruniai Keluarga yang Taat kepada Allah Swt

Ada dua tahapan mendidiki anak secara ilmu tauhid.

  1. Pada anak berusia 3 tahun sudah diajarkan mengucapkan kalimat tauhid “Laila Ha Illallah” (Tiada Tuhan Selain Allah) sebanyak tujuh kali.
  2. Memasuki usia anak 3 tahun 7 bulan sudah bisa mengajarkan “Muhammad Rasulullah” (Muhammad Rasul Allah). (Disarikan dalam kitab Al Mali).

2. Mendidik Anak untuk Mengenal Ibadah (Shalat)

  1. Saat usia anak memasuki usia 5 tahun dan sudah memahami arah dengan baik.
  2. Saat usia sudah 7 tahun, anak sudah bisa diajak membasuh muka dan kedua telapak tangan. Dan secara halus meminta anak untuk shalat.
  3. Memasuki usia 9 tahun, sepenuhnya anak sudah bisa diajarkan tata cara wudhu dengan benar dan melakukan shalat lima waktu.

3. Mengajari Anak Tentang Ibadah yang Wajib dan Sunnah

  1. Memasuki usia akil baligh (Bagi lelaki sudah mulai bermimpi dan perempuan sudah datang haidh) anak sudah wajib diberitahukan kewajiban Shalat, kewajiban puasa pada saat Ramadhan.
  2. Berikan nasehat untuk anak. Dan halangilah perbuatan tersebut. Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW : “Jika Rasulullah mendapatkan ada salah seorang dari anggota keluarga beliau yang berdusta maka beliau akan terus melawan sikap tersebut hingga dia (orang itu) bertaubat.” (HR. Ahmad).
  3. Mengajarkan anak untuk hidup sederhana, tidak berlebihan dalam memintakan sesuatu yang tidak bermanfaat.
  4. Sayangi anak-anak seperti Rasulullah menyanyangi anak-anak dan cucu Beliau. Ciumlah anak dengan penuh kelembutan menandakan kasih sayang.
  5. Berlakulah adil terhadap anak-anak. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Allah akan menanyakan kepada setiap pemimpin tentang apa yang dipimpinnya, apakah dia menjaga ataukah menyia-nyiakannya. Sampai-sampai seorang laki-laki pun akan ditanyakan tentang (kepemimpinannya) atas keluarganya.”
Baca Juga:  Doa Sebelum Tidur dan Amalan Yang Bisa Dilakukan Menjelang Tidur

4. Hak-hak Anak Berkaitan dengan Syariat Islam

  1. Berikan nama anak yang baik sesuai nama Islam
  2. Di Aqiqahkan (anak perempuan satu ekor kambing dan anak laki-laki dua ekor kambing).
  3. Anak harus mendapatkan didikan Islam mulai dari lahir, mengajari hal-hal lain seperti membaca, mengaji, menulis dll.
  4. Anak berhak mendapatkan warisan yang halal dari kedua orang tuanya.

Secara ringkasnya mendidik dan memberikan pemahaman Islam dari orang tua kepada anak-anaknya itu tidak lepas dari empat poin utama yaitu:

  1. Mendidik Anak Tentang Tauhid
  2. Mendidik Anak Untuk Mengenal Ibadah (Shalat)
  3. Hak-Hak Anak berkaitan dengan syariat Islam
  4. Mengajari Anak Tentang Ibadah yang Wajib dan Sunnah atau amalan lainnya.

Demikian semoga bermanfaat. Wallohua’lamu bisshawaab

Sumber: Pustaka Sunni Salafiyah

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *