Cara Menghilangkan Was-was saat Shalat Menurut Syekh Abu Sulaiman ad Darani

cara menghilangkan was was saat shalat

Pecihitam.org – Was-was selalu menghinggapi hati setiap insan. Terkadang setan menyusupkan keraguan dalam setiap kegiatan. Dalam ibadah misalnya, setan masuk dalam pikiran yang menyebabkan kelalaian dalam menjalankan tata cara pelaksanaan ibadah.

Kita terkadang melihat seseorang melaksanakan takbir beberapa kali dalam satu sholat. Hal itu menandakan keraguan atau was-was yang ada pada dirinya. Meskipun setan selalu mengikuti manusia, namun ada beberapa cara yang bisa dilakukan untuk menghilangkan was-was saat shalat.

Setan selalu berusaha membawa manusia pada tataran kesesatan. Dalam praktek ibadah tak henti-hentinya setan mengganggu dalam pelaksanaannya. Salah satu cara yang digunakannya adalah memasukkan penyakit was-was yang ke dalam hati manusia.

Akhirnya berulang kali takbir dilakukan, wudhu pun ikut dilakukan demikian karena merasa ada air kencing yang keluar dari kemaluan. Begitu hebatnya setan dalam menghambat prosesi ibadah seseorang.

Dalam hal ini, setan menganggap ibadah sebagai sebuah senjata mematikan. Dia tidak mau manusia masuk dalam kebahagiaan sejati. Mereka hanya menginginkan manusia masuk ke dalam neraka, sebagai tempat peristirahatan paling menakutkan. Tidak ada cara lain selain mengganggu mereka pada ibadahnya.

Tidak bisa dipungkiri, orang yang dihinggapi penyakit was-was selalu merasa kegelisahan. Mereka takut apa yang dikerjakannya masih ada beberapa kesalahan.

Sehingga dengan segala waktu yang ada, mereka berusaha mengulangi dan mengulangi hingga muncul keyakinan akan kesempurnaan ibadah. Sulit bagi mereka memunculkan kesempurnaan dalam satu pelaksanaan. Butuh beberapa kali pengulangan untuk mendapatkan keyakinan.

Tidak ada penyakit yang tidak ada obatnya. Allah selalu mempermudah hambanya dalam melaksanakan segala ritual ibadahnya. Jika terdapat gangguan dari setan misalnya, itu hanya sebagai penguji agar hambanya bisa lebih dekat dan meminta pertolongan kepada yang Maha Kuasa. Allah selalu membuka pintu permohonan dan Allah tidak akan ragu memberikan cara terbaik untuk hambanya keluar dari persoalan.

Salah satu cara untuk menghilangkan was-was saat shalat adalah dengan memunculkan rasa bahagia. Hal itu diyakini dapat mengurangi was-was yang ada dalam hati. Sebab bahagia itulah bukti kegagalan setan dalam melakukan gangguan. Dan sebab bahagia itulah yang nantinya mendatangkan keyakinan. Cara ini terdapat dalam kitab Hilyatul Auliya’ mengutip percakapan Ahmad bin Abil Hiwari dan Abu Sulaiman Addaroni. 

Tujuan dari was-was pada dasarnya menenggelamkan manusia dalam kesedihan. Jika suasana hati berduka, manusia akan kehilangan kenyamanannya dalam melaksanakan prosesi ibadah. Sudah barang tentu, air dilawan dengan api dan sedih dilawan dengan bahagia. Dengan begitu, kita bisa mengalahkan taktik jitu setan dalam menghalangi manusia melaksanakan ritual ibadah.

Wujud kebahagiaan akan diikuti oleh nilai-nilai keikhlasan. Nilai inilah yang penting didapatkan manusia. Allah akan senantiasa melimpahkan perlindungan kepada orang yang ikhlas. Apalagi hanya sekedar menghilangkan rasa was-was dari diri manusia. Tentu hal itu adalah sesuatu yang kecil bagi Allah. Dengan sekali pengucapan “Qun Fayakun” maka jadilah manusia yang berbudi luhur dengan keyakinan tak terbatas.

Cara ini telah dipraktekkan sendiri oleh Ahmad bin Abil Hiwari yang melaksanakan anjuran dari Abu Sulaiman Addaroni. Beliau berhasil mengusir jauh-jauh rasa keraguan hati. Membuangnya jauh saat pelaksanaan ibadah dan saat beliau melaksanakan pekerjaan. Tidak ada lagi keraguan, yang ada keyakinan dan keyakinan.

Kita pun dapat melaksanakan cara tersebut. Menempatkan kebahagiaan sebagai tameng dari tiupan was-was yang dititipkan setan. Melawan was-was dengan kebahagiaan. Semoga dengan cara ini kita selalu diberikan keyakinan dalam pelaksanaan ibadah. Tidak ada lagi gangguan dari setan yang dapat menghambat kegiatan ibadah yang kita lakukan.   

Muhammad Nur Faizi
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG