Doa agar Penyakit Diangkat oleh Allah dalam Hadis Nabi Muhammad

Doa agar Penyakit Diangkat oleh Allah dalam Hadits Nabi Muhammad

PeciHitam.org – Segala hal dimuka bumi ini diciptakan berpasang-pasangan, bumi langit, laki-laki perempuan, hidup mati, sehat sakit, dan seterusnya. Berbicara mengenai nikmat yang telah diberikan oleh Allah kepada hambanya yang paling penting ialah nikmat sehat. Segala hal dapat kita raih ketika sehat. Namun seringkali kita lupa pentingnya kenikmatan akan kesehatan. Barulah ketika sakit, kita merasakannya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Segala jenis penyakit memiliki obat, namun kesembuhan hanya seizin Allah. Seperti yang tertuang dalam hadis yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdillah, dia berkata bahwa nabi bersabda, “Setiap penyakit pasti memiliki obat. Jika sebuah obat sesuai dengan penyakitnya maka dia akan sembuh dengan seizin allah subhanahu wa ta’ala.” (HR. Muslim)

Banyak sekali riwayat yang merekam Rasulullah Saw ketika menjenguk orang sakit. Seperti yang dikutip dari kitab al-Adzkar karya Imam an-Nawawi, Rasulullah mendoakan kesembuhan seorang sahabat denhan berbagai macam lafal doa. Salah satu doa agar penyakit diangkat oleh Allah yang masyhur bersumber Aisyah RA dari riwayat Bukhari dan Muslim, berikut:

 اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَأْسَ اشْفِ أَنْتَ الشَّافِي لَا شَافِيَ إلَّا أَنْتَ شِفَاءً لَا يُغَادِرُ سَقْمًا

Allahumma rabban nasi, adzhibil ba’sa. Isyfi. Antas syafi. La syafiya illa anta syifa’an la yughadiru saqaman.

Artinya, “Tuhanku, Tuhan manusia, hilangkanlah penyakit. Berikanlah kesembuhan karena Kau adalah penyembuh. Tiada yang dapat menyembuhkan penyakit kecuali Kau dengan kesembuhan yang tidak menyisakan  rasa nyeri.”

Baca Juga:  Wirid dan Doa Setelah Shalat dari KH Abdullah Faqih Langitan

Ada juga riwayat lain yang menyebutkan doa kesembuhan, yakni ketika Rasulullah Saw meruqyah seorang sahabat

امْسَحِ الْبَأْسَ رَبَّ النَّاسِ بِيَدِك الشِّفَاءُ لَا كَاشِفَ لَهُ إلَّا أَنْتَ

Imsahil ba’sa rabban nasi. Bi yadikas syifa’u. La kasyifa lahu illa anta. 

Artinya, “Tuhan manusia, sapulah penyakit ini. Di tangan-Mu lah kesembuhan itu. Tidak ada yang dapat mengangkatnya kecuali Kau.”

Kemudian ada juga doa agar penyakit diangkat oleh Allah dalam kitab Al-Adzkar karya Imam an-Nawawi yang dianjurkan dibaca sebanyak 7 kali di depan orang yang sakit. Seperti yang tertuang dalam riwayat Abu Dawud dan At-Tirmidzi berikut ini:

 أَسْأَلُ اللهَ العَظِيْمَ رَبَ العَرْشِ العَظِيْمِ أَنْ يَشْفِيَكَ

As’alullahal azhima rabbal ‘arsyil ‘azhimi an yassfiyaka.

Artinya, “Aku memohon kepada Allah yang agung, Tuhan arasy yang megah agar menyembuhkanmu,”

Lebih lanjut Imam an-Nawawi juga menawarkan doa yang lebih mudah dihafalkan lain, yakni doa kesembuhan dengan menyebut langsung nama orang yang sakit. Hal ini pernah dicontohkan Rasulullah ketika menjenguk sahabat Sa’ad bin Abi Waqash yang terekam dalam riwayat Muslim berikut.

Baca Juga:  Pernahkah Nabi Mengajarkan Doa Meminta Kesembuhan?

 اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا، اللَّهُمَّ اشْفِ سَعْدًا

Allahummasyfi Sa‘dan. Allahummasyfi Sa‘dan. Allahummasyfi Sa‘dan.

Artinya, “Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad. Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad. Tuhanku, sembuhkan Sa‘ad,” (Nama Sa’ad diganti dengan nama orang yang sedang sakit yang ingin didoakan).

Ada juga lafal doa agar penyakit diangkat oleh Allah yang dicontohkan Rasulullah saat menjenguk seorang badui yang sedang demam. Diriwayatkan oleh Imam Bukhari dari Ibnu Abbas

Sementara lafal doa ini bisa dibaca sebagai alternatif untuk penyakit apa saja. Lafal berikut ini dibaca Rasulullah SAW ketika menjenguk seorang badui yang menderita demam sebagai riwayat Imam Bukhari dari Ibnu Abbas RA.

 لَا بَأْسَ طَهُوْرٌ إِنْ شَاءَ اللهُ

La ba’sa thahurun insya’allahu.

Artinya, “(Semoga) tidak apa-apa (sakit), semoga suci dengan kehendak Allah.”

Rasulullah juga mencontohkan untuk menyertakan doa lainnya selain doa agar penyakit diangkat oleh Allah, yakni menyertakan doa pengampun dosa, perlindungan agama dan raga mereka yang sedang sakit. Hal ini pernah dilakukan Rasulullah ketika menjenguk sahabat Salman al-Farisi, berikut ini riwayat Ibnu Sunni

Baca Juga:  Perlukah Membaca Doa Khatam Quran? Begini Pendapat Para Ulama

 شَفَى اللهُ سَقَمَكَ، وَغَفَرَ ذَنْبَكَ، وَعَافَاكَ فِي دِيْنِكَ وَجِسْمِكَ إِلَى مُدَّةِ أَجَلِكَ

Syafakallahu saqamaka, wa ghafara dzanbaka, wa ‘afaka fi dinika wa jismika ila muddati ajalika.

Artinya, “Wahai (sebut nama orang yang sakit), semoga Allah menyembuhkanmu, mengampuni dosamu, dan mengafiatkanmu dalam hal agama serta fisikmu sepanjang usia.”

Dari berbagai macam doa di atas, anda dapat memilih doa agar penyakit segera diangkat oleh Allah. Yang jelas, doa merupakan sarana penghubung antara hamba dan Tuhannya. Segala penyakit ada obatnya, namun juga jangan lupa bahwasanya kesembuhan atas izin dari Allah semata.

Mohammad Mufid Muwaffaq