Doa dan Perkara yang Sunnah Dilakukan Saat Bersiwak, Yuk Amalkan!

Doa dan Perkara yang Sunnah Dilakukan Saat Bersiwak

Pecihitam.org – Sebagaimana dijelaskan pada tulisan sebelumnya bahwa bersiwak merupakan anjuran Rasulullah saw. Bersiwak juga sebagai cara menjaga mulut dan gigi dari ketidakterawatan sehingga mendatangkan ketidaknyamanan, baik bagi sendiri maupun orang lain. Memahami sunnah bersiwak dan doanya merupakan cara terbaik agar bersiwak kita sempurna dan tidak sia-sia.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Kita sama-sama tahu bahwa bersiwak merupakan sunah Rasul terlebih saat hendak melaksanakan shalat. Meski di luar shalat pun, bersiwak tetap dianjurkan. Bahkan andai dengan bersiwak di setiap shalat tidak akan memberatkan umatnya, Nabi Muhammad tentu akan memerintahkannya. Inilah hadis yang super masyhur di kalangan masyarakat:

حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ وَعَمْرٌو النَّاقِدُ وَزُهَيْرُ بْنُ حَرْبٍ قَالُوا حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ أَبِي الزِّنَادِ عَنْ الْأَعْرَجِ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ عَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَوْلَا أَنْ أَشُقَّ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَفِي حَدِيثِ زُهَيْرٍ عَلَى أُمَّتِي لَأَمَرْتُهُمْ بِالسِّوَاكِ عِنْدَ كُلِّ صَلَاةٍ

Artinya: Telah menceritakan kepada kami Qutaibah bin Sa’id dan Amru an-Naqid serta Zuhair bin Harb mereka bertanya, telah menceritakan kepada kami Sufyan dari Abu az-Zinad dari al-A’raj dari Abu Hurairah dari Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda; “Seandainya aku tidak khawatir memberatkan kaum mukminin, -dan dalam hadits Zuhair atas umatku,- niscaya aku perintahkan mereka bersiwak setiap kali akan shalat.” [HR. Muslim].

Baca Juga:  Khitan Untuk Perempuan, Benarkah ada Aturannya dalam Agama? Baca Penjelasan Berikut Ini

Hadis ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam kitab Shahih miliknya. Kitab Thaharah bab Siwak. Hadis ini juga diriwayatkan oleh banyak ulama hadis lainnya, seperti Imam Bukhari dan Imam Abu Daud. Sejauh penelusuran penulis, hadis ini diriwayatkan dari satu orang sahabat, yakni Abu Hurairah.

Inilah perkara-perkara sunnah saat bersiwak menurut para ulama yang diterangkan Imam Nawawi dalam Majmu’ Syarh Muhadzdzab juz 1 halaman 282, yaitu sebagai berikut:

ﻗﺎﻝ ﺃﺻﺤﺎﺑﻨﺎ ﻳﺴﺘﺤﺐ ﺃﻥ ﻳﺒﺪﺃ ﻓﻲ اﻻﺳﺘﻴﺎﻙ ﺑﺠﺎﻧﺐ ﻓﻤﻪ اﻷﻳﻤﻦ ﻟﻠﺤﺪﻳﺚ اﻟﺼﺤﻴﺢ ﺃﻥ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻛﺎﻥ ﻳﺤﺐ اﻟﺘﻴﺎﻣﻦ ﻓﻲ ﺗﻄﻬﺮﻩ ﻭﺗﺮﺟﻠﻪ ﻭﺷﺄﻧﻪ ﻛﻠﻪ ﻭﻗﻴﺎﺳﺎ ﻋﻠﻰ اﻟﻮﺿﻮء ﻗﺎﻝ اﻟﻘﺎﺿﻲ ﺣﺴﻴﻦ ﻭﻳﻨﻮﻱ ﺑﻪ اﻹﺗﻴﺎﻥ ﺑﺎﻟﺴﻨﺔ ﻭﻻ ﺑﺄﺱ ﺑﺎﻻﺳﺘﻴﺎﻙ ﺑﺴﻮاﻙ ﻏﻴﺮﻩ ﺑﺈﺫﻧﻪ ﻟﻠﺤﺪﻳﺚ اﻟﺼﺤﻴﺢ ﻓﻲﻫ ﻗﺎﻟﻮا ﻭﻳﺴﺘﺤﺐ ﺃﻥ ﻳﻌﻮﺩ اﻟﺼﺒﻲ اﻟﺴﻮاﻙ ﻟﻴﺄﻟﻔﻪ ﻛﺴﺎﺋﺮ اﻟﻌﺒﺎﺩاﺕ ﻗﺎﻝ اﻟﺼﻴﻤﺮﻱ ﻭﻳﺴﺘﺤﺐ ﺇﺫا ﺃﺭاﺩ ﺃﻥ ﻳﺴﺘﺎﻙ ﺛﺎﻧﻴﺎ ﺃﻥ ﻳﻐﺴﻞ ﻣﺴﻮاﻛﻪ

Baca Juga:  Tertinggal Rakaat Shalat Jumat, Bagaimana Hukum dan Cara Masbuknya

Artinya: Para ashhab kami berkata “disunahkan saat memulai bersiwak dilakukan dengan menggosokkannya dari sebelah kanan mulut. Hal ini berdasarkan hadis shahih bahwa Nabi menyukai bersuci dari bagian kanannya terlebih dahulu, diqiyaskan terhadap wudhu”. Qadhi Husein berkata “bersiwak seyogyanya diniatkan untuk menjalankan sunah dan tidak masalah jika bersiwak menggunakan siwak orang lain atas seizinnya. Hal ini berdasar hadis shahih”. Para ulama berkata “disunahkan bagi anak kecil untuk membiasakan diri bersiwak agar menjadi terbiasa sebagaimana ibadah lainnya”. Al-Simri berkata “disunahkan membasuh siwak jika hendak bersiwak yang kedua kalinya menggunakan siwak yang sama”.

Masih dalam kitab dan halaman yang sama, adapun doa yang sunnah dibaca saat hendak bersiwak adalah sebagai berikut:

Baca Juga:  Tatacara Melakukan Niat Sholat Lima Waktu

اﻟﻠﻬﻢ ﺑﻴﺾ ﺑﻪ ﺃﺳﻨﺎﻧﻲ ﻭﺷﺪ ﺑﻪ ﻟﺜﺎﺗﻲ ﻭﺛﺒﺖ ﺑﻪ ﻟﻬﺎﺗﻲ ﻭﺑﺎﺭﻙ ﻟﻲ ﻓﻴﻪ ﻳﺎ ﺃﺭﺣﻢ اﻟﺮاﺣﻤﻴﻦ

Artinya: Ya Allah, dengan siwak ini, putihkanlah gigi-gigiku, kuatkanlah gusi-gusiku, tetaplah anak tekakku dan berikanlah keberkahan kepadaku di dalamnya wahai Dzat yang Paling Mengasihi di antara mereka yang mengasihi.

Imam Nawawi menjelaskan bahwa doa ini meski tidak warid dari Rasulullah namun tetap baik untuk dibacakan.

Demikian uraian mengenai hal-hal yang sunnah dilakukan saat bersiwak dan doanya, semoga bermanfaat. Wallaahu a’lam bishshawaab.

Azis Arifin