Do’a Kafaratul Majelis Beserta Latin dan Fadhilahnya

do'a kafaratul majelis

Pecihitam.org – Seorang muslim dianjurkan untuknsaling berkumpul menjalin relasi dalam hal baik atau mengadakan pertemuan dalam tempat-tempat yang dapat menambah ketaatan kepada Allah SWT seperti shalat jum’at, sholat berjamaah, menghadiri majelis pengajiian, majelis ilmu dan lain sebagainya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dalam sebuah majelis terkadang kita lupa akan waktu, serta terkadang juga rentan dengan pembicaraan yang kurang berfaidah atau bahkan membicarakan orang lain tanpa disengaja. Sebagaimana hadits Nabi:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم ما من قوم يقومون من مجلس لا يذكرون الله تعالى فيه إلا قاموا عن مثل جيفة حمار وكان لهم حسرة

Artinya : Rasulullah SAW bersabda tidak dari kaum yang berdiri suatu majelis dalam keadaan tidak mengingat Allah, maka seolah-olah ia berbangkit dari bangkai keledai dan bagi mereka kerugian (HR. Abu Daud)

Sehingga musyawarah dan majelis ilmu atau pengajian yang dihadiri tidak hilang keberkahannya sebab perkataan sia-sia seperti gosip atau sejenisnya, hendaknya kita menutupinya dengan do’a. Doa yang dibaca dalam mengakhiri majelis atau pertemuan yaitu do’a kafaratul majelis, yang artinya adalah penghapus dosa apa yang terjadi di dalam majelis.

Doa ini dibaca diakhir acara pada majelis tersebut atau juga setelah selesai mengajar. Secara ringkas bahwa do’a kafaratul majelis adalah do’a singkat penghapusan dosa-dosa kecil yang diperbuat pada saat menghadiri majellis tersebut.

Baca Juga:  Manfaat Paling Penting Dari Doa Kafaratul Majelis

Berikut lafadz doa kafaratul majelis yaitu:

سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ

Subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik

Artinya: “Maha Suci Engkau Wahai Allah dan dengan memujiMu, Aku bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Engkau, melainkan telah diampuni baginya apa yang telah ia lakukan selama di majelis itu.”

Doa tersebut sebagaimana sabda Rasulullah Saw:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ : قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : مَنْ جَلَسَ فِي مَجْلِسٍ فَكَثُرَ فِيهِ لَغَطُهُ ، فَقَالَ قَبْلَ أَنْ يَقُومَ مِنْ مَجْلِسِهِ ذَلِكَ: سُبْحَانَكَ اللَّهُمَّ وَبِحَمْدِكَ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ أَنْتَ أَسْتَغْفِرُكَ وَأَتُوبُ إِلَيْكَ إِلاَّ غُفِرَ لَهُ مَا كَانَ فِي مَجْلِسِهِ ذَلِكَ. رواه الترمذي.

Dari Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah saw. bersabda, “Barang siapa yang duduk di suatu majelis, maka ia telah banyak melakukan keluputan di dalamnya. Maka ia (hendaknya) ia berdoa sebelum ia berdiri dari tempat duduknya itu, subhanakallahumma wa bihamdika asyhadu an la ilaha illa anta astaghfiruka wa atubu ilaik (Maha Suci Engkau Wahai Allah dan dengan memujiMu, Aku bersaksi bahwa Tidak ada Tuhan selain Engkau), melainkan telah diampuni baginya apa yang telah ia lakukan selama di majelis itu.” (HR. At-Tirmidzi).

Cara membaca doanya adalah bisa dengan sir atau dalam hati dan bisa juga dibaca denggan keras. Namun ketika membacanya dengan keras harus diniatkan agar orang lain menjadi ingat akan pembacaan doa kafaratul majelis dan juga menjalankan sebuah kebaikan yang diajarkan oleh nabi, juga agar lebih cepat menghafalkannya.

Baca Juga:  Bacalah Doa Ini Ketika Susah Tidur! Dijamin Anda Akan Istirahat dengan Lelap

Tentu diantara kita yang datang ke majelis ilmu tidak ada yang mau merugi dan sia-sia sudah datang dan mengikuti majelis tersebut. Dimana pada mulanya mereka berniat untuk mencari ilmu dan berkumpul dengan orang-orang berilmu dalam satu majelis. Namun ketika dalam majelis tersebut melakukan kesalahan tanpa terasa, sehingga itulah mengapa dianjurkan membaca do’a kafaratul majelis dengan harapan Allah mengampuni dosa-dosa yang dilakukan dalam majelis tersebut

Faidah dan kandungan yang terdapat dalam doa kafaratul majelis adalah mensucikan dzat Allah dari segala keagungannya dan memuji atas segala ketetapan-Nya, menetapkan uluhiyyah hanya kepada Allah semata, tidak ada sekutu bagi Allah, sebagai wujud kesempurnaan ibadah dan pujiian dan terakhir adalah selalu meminta ampun atas segala hal yang diperbuat, beristighfar dan bertaubat kepada-Nya.

Baca Juga:  Doa Memohon Rezeki Berlimpah dan juga Berkah

Siapapun yang membaca do’a kafaratul majelis, maka Allah akan berikan ampunan dan dihapus dosa yang dilakukannya di dalam majelis, syariat islam itu datang tidak sekaligus namun diturunkan sesuai keadaan. Allah selalu memberikan jalan keluar dari segala permasalahan, hingga perkara yang kecil tanpa disadari bisa ditutupi dengan membaca doa, karena pada dasarnya Allah Maha adil dengan segala ketetapannya dan janji Allah itu pasti adanya. Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik