Doa Nabi Ibrahim Untuk Keturunannya yang Bisa Kita Amalkan Saat Ini

Doa Nabi Ibrahim Untuk Keturunannya yang Bisa Kita Amalkan Saat Ini

PeciHitam.org – Segala hal yang kita panjatkan atau kita mintakan kepada Allah, pasti akan dikabulkan. Bahkan hal tersebut secara jelas tercantum dalam al-Quran dengan redaksi ud’uni astajib lakum yang berarti berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Ku kabulkan.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Para nabi pun sebagai orang terpercaya, banyak memanjatkan doa. Doa-doa yang dipanjatkan para nabi sampai sekarang masih digunakan oleh kaum muslimin. Salah satu nabi yang doa-doanya masyhur yaitu doa Nabi Ibrahim.

Nabi Ibrahim seperti yang kita ketahui sempat mengalami masa di mana belum jua dikaruniai keturunan. Begitu banyak doa-doa yang ia panjatkan. Berikut ini doa-doa nabi Ibrahim untuk keturunannya yang tercantum dalam al-Quran, antara lain:

Surat As-Shaffat ayat 100:

رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ

“Ya Tuhanku, berilah aku keturunan yang shaleh.”

Surat Ibrahim ayat 35:

وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ رَبِّ اجْعَلْ هَذَا الْبَلَدَ آمِنًا وَاجْنُبْنِي وَبَنِيَّ أَنْ نَعْبُدَ الْأَصْنَامَ

“Dan ingatlah ketika Nabi Ibrahim berdoa “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini aman dan jauhkanlah aku dan anak-anakku dari menyembah berhala.”

Surat Ibrahim ayat 37:

رَّبَّنَآ إِنِّىٓ أَسْكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِى بِوَادٍ غَيْرِ ذِى زَرْعٍ عِندَ بَيْتِكَ ٱلْمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُوا۟ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱجْعَلْ أَفْـِٔدَةً مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهْوِىٓ إِلَيْهِمْ وَٱرْزُقْهُم مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمْ يَشْكُرُونَ

Baca Juga:  Surat Yasin dan Tahlil; Dalil dan Doa Setelah Membacanya

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezekilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.”

Surat Ibrahim ayat 40-41:

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ رَبَّنَا اغْفِرْ لِي وَلِوَالِدَيَّ وَلِلْمُؤْمِنِينَ يَوْمَ يَقُومُ الْحِسَابُ

“Ya Tuhanku, jadikanlah aku sebagai orang yang mendirikan shalat dan juga keturunanku. Ya Tuhanku, terimalah doaku. Ya Tuhan kami, ampunilah aku, kedua orang tuaku dan orang-orang mukmin di hari perhitungan.”

Jika kita jeli dalam melihat doa-doa untuk keturunannya di atas, Nabi Ibrahim senantiasa menekankan pentingnya akhlak dalam tiap awal doanya. Nabi Ibrahim meminta agar dikaruniai keturunan shaleh (secara umum), dalam Bahasa Arab diartikan sebagai patut, pantas atau layak.

Doa-doa yang terekam di atas, selalu mengutamakan dalam mendoakan anak keturunannya. Ia tidak egois dengan memanjatkan keinginannya semata. Seperti orang tua pada umumnya, Nabi Ibrahim juga menginginkan agar anak keturunannya bisa kecipratan tiap nikmat yang ia dapatkan.

Baca Juga:  Doa Ketika Marah, Redam Dengan Membacanya!

Bahkan ketika Allah berfirman bahwa Nabi Ibrahim dijadikan sebagai pemimpin bagi umat manusia, ia tak lupa memintakan hal tersebut untuk anak keturunannya. Hal ini tercantum dalam Surat Al-Baqarah ayat 124 berikut:

وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا قَالَ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي

“Dan ingatlah ketika Nabi Ibrahim diuji oleh Tuhannya dengan beberapa perintah, maka ia menyempurnakan perintah itu. Tuhannya berfirman, “Sungguh aku menjadikanmu sebagai imam bagi umat manusia.” Ia berkata, “Demikian pula anak keturunanku.”

Bagi seorang muslim, mencontoh (meniru) doa Nabi Ibrahim dengan harapan agar doa-doanya juga dikabulkan. Sebab doa kekasih-Nya, yaitu Nabi Ibrahim tak akan tertolak. Mendoakan anak keturunannya terlebih dahulu agar menjadi anak yang shaleh, barulah kemudian mendoakannya agar dikarunia rezeki yang berlimpah atau berkecukupan.

Memintakan ampun, menjadikannya orang yang bertakwa, memohon agar keturunannya menjadi anak shaleh merupakan yang utama. Hal ini tercermin dalam penyebutan redaksi awal doa. Baru kemudian disusul yang lainnya.

Baca Juga:  Doa Mengusir Gangguan Jin dan Terhindar dari Petaka Lainnya

Bila setiap keluarga mampu mencetak anak keturunan yang shaleh karena doa orang tuanya maka kelak mereka juga akan membentuk sebuah masyarakat atau peradaban yang baik pula.

Itulah sebabnya sebagian ulama menganjurkan agar ketika meminta berkah doa dari seorang yang alim dan shaleh agar juga memintakan doa kebaikan bagi wilayah yang menjadi tempat tinggalnya. Wallahu A’lam.

Mohammad Mufid Muwaffaq