Doa Nurbuat, Amalan Ampuh Penuh Keutamaan Andalan Para Kaum Santri

doa nurbuat

Pecihitam.org – Dalam ajaran Islam terdapat banyak sekali doa maupun amalan yang memiliki keutamaan dan salah satunya adalah doa nurbuat atau disebut juga doa Nurun Nubuwwah. Doa ini juga bisa di lihat dalam kitab kumpulan doa Majmuk Syarih (مجموع شريف) yang biasa menjadi buku pegangan para santri. Namun mungkin beberapa diantara kita yag masih belum tahu atau bahkan baru mendengar nama doa ini.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Apa Itu Doa Nurbuat?

Dilihat dari segi bahasa, nama doa nurbuat ini berasal dari dua kata yaitu “Nurun” dan “Annubuwwah” atau jika digabung satu menjadi Nurun Nubuwwah yang berarti “Cahaya Kenabian”.

Adapun menurut istilah doa nurbuat adalah salah satu doa yang mempunyai khasiat tertentu seperti agar terhindar dari sihir, santet, disayang oleh musuh, hingga sering dibaca ketika hendak keluar rumah. Doa ini boleh diamalkan atau dibaca oleh siapa saja sesuai dengan tuntutan yang ada.

Konon, Sunan Bonang pernah mengijazahkan doa nurbuat ini secara langsung kepada Sunan Kalijaga yang kala itu sedang bersemedi di tengah sungai, sedangkan Sunan Bonang mengajarkannya di atas perahu dalam situasi yang ramai.

Bacaan Doa Nurbuat

Berikut adalah bacaan doa Nurbuat beserta latin dan artinya:

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ َ

اَللّٰهُمَّ ذِى السُّلْطَانِ الْعَظِيْمِ ، وَذِى الْمَنِّ الْقَدِيْمِ ، وَذِي الْوَجْهِ الْكَرِيْمِ ، وَوَلِيِّ الْكَلِمَاتِ التَّآمَّاتِ ، وَالدَّعَوَاتِ الْمُسْتَجَابَةِ ، عَاقِلِ الْحَسَنِ وَالْحُسَيْنِ مِنْ اَنْفُسِ الْحَقِّ ، عَيْنِ الْقُدْرَةِ والنَّاظِرِيْنَ ، وَعَيْنِ الْاِنْسِ وَالْجِنِّ ، وَاِنْ يَّكَادُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا لَيُزْ لِقُوْنَكَ بِاَبْصَارِهِمْ لَمَّا سَمِعُوا الذِّكْرَ وَيَقُوْلُوْنَ اِنَّهُ لَمَجْنُوْنَ ، وَمَا هُوَ اِلاَّ ذِكْرٌ لِلْعَالَمِيْنَ ، وَمُسْتَجَابُ لُقْمَانَ الْحَكِيْمِ ، وَوَرِثَ سُلَيْمَانُ دَوُدَ عَلَيْهِمَا السَّلَامُ الْوَدُوْدُ ذُو الْعَرْشِ الْمَجِيْدِ ، طَوِّلْ عُمْرِيْ ، وَصَحِّحْ اَجْسَادِيْ ، وَاقْضِ حَاجَتِيْ ، وَاَكْثِرْ اَمْوَالِيْ وَاَوْلَادِيْ ، وَحَبِّبْ لِلنَّاسِ اَجْمَعِيْنَ ، وَتَبَاعَدِ الْعَدَاوَةَ كُلَّهَا مِنْ بَنِيْ آدَمَ عَلَيْهِ السَّلَامُ ، مَنْ كَانَ حَيًّا وَّيَحِقَّ الْقَوْلُ عَلَي الْكَافِرِيْنَ ، وَقُلْ جَآءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ ، اِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوْقًا ، وَنُنَزِّلُ مِنَ الْقُرْاٰنِ مَاهُوَ شِفَآءٌ وَرَحْمَةٌ لِلْمُؤْمِنِيْنَ ، وَلَايَزِيْدُ الظَّالِمِيْنَ اِلَّا خَسَارًا ، سُبْحَانَ رَبِّكَ رَبِّ الْعِزَّةِ عَمَّا يَصِفُوْنَ ، وَسَلَامٌ عَلَي الْمُرْسَلِيْنَ ، وَالْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ ، وَصَلَّى اللهُ عَلىٰ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلىٰ آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَأَتْبَاعِهِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ

Allaahumma dzis-sultaanil ‘adziimi wa dzil-mannil qadiimi wa dzil-wajhil-kariimi wa waliyyil-kalimaatit taammati wadda’awaatil mustajaabaati ‘aaqilil hasani wal-husaini min anfusil haqqi ‘ainil qudrati wan-naaziriina wa ‘ainil jinni wal insi wasy-syayaatiin.

Wa iy yakaadulladziina kafaruu layuzliquunaka bi absaarihim lammaa samii’udz-dzikra wa yaquuluuna innahuu lamajnuunuw wa maa huwa illaa dzikrul lil-‘aalamiin, wa mustajaabil-qur’aanil-‘aziim, wa waritsa sulaimaanu daawuuda ‘alaihimas salaam, al-wuduudu dzul ‘arsyil-majiid.

Tawwil ‘umrii wa shahhih jasadii waqdii haajatii wa aktsir amwaalii wa aulaadii wa habbibnii lin-naasi ajma ‘iina wa tabaa ‘adil ‘adaawata kullahaa mim banii aadama ‘alaihissalaamu man kaana hayyaw wa yahiqqal-qaulu ‘alal kaafiriina innaka ‘alaa kulli syai’in qadiir.

Baca Juga:  Sholawat Badar Gubahan Kiai Ali Manshur, Ini Teks Arab, Latin dan Artinya

Subhaana rabbika rabbil-‘izzati ‘ammaa yasifuuna wa salaamun ‘alal-mursaliina wal-hamdu lillaahi rabbil-‘aalamiin.

Artinya: Ya Allah, Dzat yang memiliki kekuasaan yang agung, yang memiliki anugerah yang terdahulu, memiliki wajah yang mulia, menguasai kalimat-kalimat yang sempurna, dan doa-doa yang mustajab, penanggung Hasan dan Husain dari jiwa-jiwa yang haq, dari pandangan mata yang memandang, dari pandangan mata manusia dan jin.

Dan sesungguhnya orang-orang kafir benar-benar akan menggelincirkan kamu dengan pandangan mereka, ketika mereka mendengar Al-Quran dan mereka berkata: “Sesungguhnya ia (Muhammad) benar-benar orang yang gila, dan tiadalah itu semua melainkan sebagai peringatan bagi seluruh alam. Allah yang mengabulkan do’a Luqmanul Hakim dan mewariskan Sulaiman bin Daud A.S. Allah adalah Dzat Yang Maha Pengasih lagi memiliki singgasana yang Mulia, panjangkanlah umurku, sehatlah jasad tubuhku, kabulkan hajatku, perbanyakkanlah harta bendaku dan anakku, cintakanlah semua manusia, dan jauhkanlah permusuhan dari anak cucu Nabi Adam A.S., orang-orang yang masih hidup dan semoga tetap ancaman siksa bagi orang-orang kafir. Dan katakanlah: “Yang haq telah datang dan yang batil telah musnah, sesungguhnya perkara yang batil itu pasti musnah”.

“Dan Kami turunkan dari Al-Quran suatu yang menjadi penawar dan rahmat bagi orang-orang yang beriman, dan Al-Quran tidak akan menambah kepada orang-orang yang berbuat aniaya melainkan hanya kerugian. Maha Suci Allah Tuhanmu Tuhan Yang Maha Mulia dari sifat-sifat yang diberikan oleh orang-orang kafir. Dan semoga keselamatan bagi para Rasul. Dan segala puji bagi Allah Tuhan Semesta Alam.”

Dianjurkan sebelum membaca doa ini untuk berwasilah kepada Nabi Muhammad Saw., para sahabat, tabi’in, tabiinat tabi’in, dan ulama. Kemudian juga kepada Syekh Mahfudin Karmani dan Syekh Abdul Qodir al Jaelani. Setelah itu membaca surat Al Ikhlas 3 kali, Al Falaq 1 kali, An Naas 1 kali, sholawat Nabi sebanyak 21 kali baru membaca doa Nurun Nubuwwah tersebut.

Dasar Dalil Doa Nurbuat

Mengenai dasar dalil doa ini, beberapa kalimat pertama dari doa nurbuat nampaknya berasal dari hadits Jibril yang mengajarkan kepada Rasulullah Saw doa untuk mengobati sakit mata kedua cucunya Hasan dan Husain.

Imam Ibnu Katsir dalam kitab Tafsirnya meriwayatkan sebuah hadits riwayat Ibnu Asakir tersebut sebagaimana berikut:

عن علي – رضي الله عنه – : ( أن جبريل أتى النبي صلى الله عليه وسلم فوافقه مغتماً فقال : يا محمد ، ما هذا الغم الذي أراه في وجهك ؟ قال ” الحسن والحسين أصابتهما عين ” قال : صدِّق بالعين ، فإن العين حق ، أفلا عوذتهما بهؤلاء الكلمات ؟ قال : ” وما هن يا جبريل ” قال : قل اللهم ذا السلطان العظيم ، ذا المن القديم ، ذا الوجه الكريم ، ولي الكلمات التامات ، والدعوات المستجابات ، عافِ الحسن والحسين من أنفس الجن وأعين الإنس
فقالها النبي صلى الله عليه وسلم فقاما يلعبان بين يديه ، فقال النبي صلى الله عليه وسلم : ” عوّذوا أنفسكم ونساءكم وأولادكم بهذا التعويذ ، فإنه لم يتعوذ المتعوذون بمثله

Baca Juga:  Inilah Amalan dan Doa yang Dianjurkan Ketika Ziarah Kubur

Artinya: “Dari Ali bin Abi Thalib bahwa malaikat Jibril datang pada Nabi yang sedang tampak sedih. Jibril bertanya: Wahai Muhammad, kenapa wajahmu tampak sedih? Nabi menjawab: Hasan dan Husain sedang sakit mata. Jibril berkata: sembuhkan matanya karena mata punya hak. Apakah kamu tidak mendoakan keduanya dengan kalimat-kalimat itu? Nabi bertanya: Kalimat apa? Jibril menjawab: Katakan “اللهم ذا السلطان العظيم ذا المن القديم ، ذا الوجه الكريم ، ولي الكلمات التامات ، والدعوات المستجابات ، عافِ الحسن والحسين من أنفس الجن وأعين الإنس”
Kemudian Nabi mengucapkan doa tersebut maka Hasan dan Husain langsung dapat berdiri dan bermain di sekitar Nabi. Nabi bersabda: mintalah perlindungan untuk dirimu, istrimu dan anak-anakmu dengan doa ini.

Akan tetapi terdapat sedikit perbedaan redaksi yaitu pada kata “dza” pada hadits dan “dzi” pada doa Nurbuat. Meski tidak merubah makna namun secara gramatika bahasa Arab agak kurang tepat, walaupun bisa saja dengan mengira-ngira huruf jar.

Karena doa Nurbuat ada yang menyebutnya pula dengan doa Jibril, maka kemungkinan besar ulama pertama yang memperkenalkan doa tersebut mengambilnya dari hadits di atas, yang kemudian di beri tambahan sendiri dengan bacaan yang lain.

Maka dapatlah disimpulkan bahwa doa Nurbuat sebagian teksnya berdasarkan hadits riwayat Ibnu Asakir, sedangkan sebagian teks yang lain bukan berdasar hadits (tidak maktsurah)

Hukum Membaca Doa Nurbuat

Pada dasarnya tidak ada larangan atau anjuran khusus untuk membaca doa tersebut. Jadi, sah-sah saja jika ada yang ingin menjadikannya sebagai bacaan doa. Mengingat doa banyak sekali bentuk dan macamnya, maka siapapun dapat memilih sesuai dengan kebutuhannya masing-masing.

Adapaun menanyakan hukum mengamalkan doa Nurbuat sebenarnya sama saja dengan menanyakan pertanyaan umum seperti ini; “Bolehkah membaca doa yang tidak atau bukan berasal dari Nabi Saw?”

Dalam kitab Faidhul Qadir, Al-Manawi mengatakan bahwa hukumnya boleh akan tetapi doa yang berasal dari Nabi tetap lebih utama.

ويسن لهم الدعاء له بحضرته وفي غيبته بالمأثور وبغيره، والمأثور أفضل

Artinya: “Dan disunnahkan bagi mereka berdoa untuknya (orang yang meninggal) di dekatnya atau dari jauh dengan doa ma’tsur (berasal dari nash Quran atau hadits) atau dengan doa yang lain (buatan sendiri). Namun doa ma’tsur lebih utama.”

Pada dasarnya semua doa baik untuk diamalkan, yang terpenting selama dalam doa tersebut tidak mengandung kalimat yang bertentangan dengan syariat.

Keutamaan Doa Nurbuat

Menurut beberapa keterangan, doa Nurbuat mempunyai banyak sekali keutamaan yang luar biasa, diantaranya sebagai berikut:

  1. Mengingatkan diri kepada Allah yang Maha Agung – sebagaimana doa ini diawali dengan kalimat-kalimat pujian kepada Allah yang sangat indah.
  2. Konon doa ini jika istiqamah diamalkan, dapat membantu kita bermimpi bertemu Nabi.
  3. Disukai banyak orang – Dalam doa ini terdapat kalimat “cintakanlah semua manusia” yang khasiatnya agar membuat orang lain menyayangi kita.
  4. Dimohonkan ampunan Allah oleh malaikat – Jika kita membacanya pada malam hari, maka malaikat akan memohonkan ampun kepada Allah atas dosa-dosa kita.
  5. Ditambah kekayaan – Sebagaimana dalam doa ini terdapat kalimat memohon dilimpahkan rezeki “perbanyaklah harta bendaku dan pengikutku”.
  6. Dikabulkan hajatnya – Dianjurkan ketika membaca sampai pada kalimat “wa aqdhi khajadi” hendaknya memberi jeda untuk meminta hajat pada Allah dengan khusyu’
  7. Menyembuhkan yang sakit – Ketika membaca sampai pada kalimat “wa shohhikh ajsaadi” hendaknya mengusap-ngusap bagian tubuh yang sakit sambil mengulang-ulang kalimat diatas.
  8. Dapat mendamaikan orang bertengkar – Dalam doa ini terdapat kalimat “wa khabbib linnasi ajma’iina wa tabaa’adil ‘adaawata kullaha min binii aadama ‘alaihis salaam” kalimat ini dengan gamblang memohon kedamaian bagi seluruh Anak Adam di dunia dengan saling mencintai.
  9. Mendapatkan kemuliaan dimata orang lain
  10. Dipanjangkan umurnya – Ketika membaca sampai kalimat “Thowwil umrii” mintalah untuk dipanjangkan umurnya.
  11. Menjadikan wajah tampak lebih cerah jika membacanya dengan istiqomah – Amalan-amalan yang dilakukan secara istiqomah niscaya dapat membuat wajah kita terpancar cerah.
  12. Dijauhkan dari kekufuran – Bila membacanya lima puluh kali pada malam jumat, insya Allah akan dijauhkan dari kekufuran. Sebagaimana dalam kalimat “wa in yakaadul ladziina kafaru layuzlikuunaka biabshoorihim lamma sami’ul ladzikro wa yaquuluuna innahu lamajnuun” yang mengingatkan kita bahwa orang kafir adalah pendusta.
  13. Dapat menghindari gangguan Jin dan melihatnya – Dalam doa ini terdapat kalimat “aaqilil khasani wal khusaini min anfusil khaqqi ‘ainil qudroti wan nadziriinawa ‘aynil insi wal jinni” yang mana dapat menghilangkan gangguan jin serta dapat dilihatkan wujud-wujud yang ghaib.
  14. Dilindungi dari sihir – Jika membaca doa ini pada waktu matahari hampir terbenam, insya Allah akan dihindarkan kita dari sihir.
  15. Mengingatkan kita atas kemulyaan dan kebenaran dan keajaiban al-Quran.
  16. Dikabulkan doanya – Dalam hal ini diibaratkan dikabulkannya doa Lukman Hakim dalam kalimat: “Wa mustajaabu luqmaanal hakiim”
  17. Ditunjukkan kebenaran – Doa ini juga mengandung kata ditunjukkan kepada kebenaran dan kebatilan yang pasti akan musnah. Oleh karenanya doa ini menuntun kita pula untuk menjauhi hal yang bathil.
  18. Diangkat derajatnya di dunia – Jika ingin mempunyai kedudukan yang tinggi di dunia, maka perbanyaklah membaca doa ini.
  19. Menundukkan binatang buas.
  20. Memudahkan persalinan bagi wanita yang akan melahirkan – Maka jika melahirkan dianjurkan memperbanyak doa ini.
Baca Juga:  Istighosah, Doa Untuk Memohon Suatu Diluar Batas Kemampuan Manusia

Demikian Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik