Inilah Rekomendasi Wirid dan Doa Setelah Sholat Fardhu dari Para Ulama

Inilah Rekomendasi Wirid dan Doa Setelah Sholat Fardhu dari Para Ulama

PeciHitam.org Anggapan Doa bersama dengan suara Nyaring setelah Sholat Fardhu sering tertuduh masuk kategori menyesatkan umat Islam. Beberapa tuduhan yang sangat kurang sopan dengan menganggap doa sebagai perbuatan tidak Islami.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Padahal Allah SWT sendiri dalam surat Al-Baqarah ayat 186 yang menyatakan; Allah mengabulkan permohonan orang yang berdoa. Dengan Syarat, orang tersebut memohon kepada-Ku Allah SWT.

Ayat tersebut menjelaskan tentang perintah doa tanpa menyebut waktu khusus dalam berdoa. Hal tersebut mengindikasikan bahwa berdoa boleh kapan saja, karena tidak berfaidah takhsis dalam dalilnya. Kebebasan dalam memanjatkan doa menjadikan apapun doa yang terpanjat, selama baik akan diterima oleh Allah SWT.

Pun doa boleh dipanjatkan dengan berbagai macam doa, tergantung dari kemampuan seorang yang berdoa. Tidak ada syariat khusus untuk berdoa wajib dengan bahasa Arab, kecuali dalam shalat.

Dasar Doa Setelah Sholat Fardhu

Doa dipanjatkan mempunyai tujuan untuk dikabulkan. Beberapa waktu yang maqbul atau  mustajab untuk berdoa antara lain adalah pada saat sholat, waktu diantara adzan dan Iqamah. Selain itu, itu waktu sepertiga malam juga sangat mustajab untuk berdoa.

Sedangkan waktu lainnya tetap boleh untuk berdoa, walaupaun tidak memiliki kekhususan sebagaimana waktu-waktu di atas. Akan tetapi hadits riwayat Abu Dawud menyebutkan tentang perintah doa pada akhir shalat, sebagai berikut;

أُوصِيكَ يَا مُعَاذُ لاَ تَدَعَنَّ فِى دُبُرِ كُلِّ صَلاَةٍ تَقُولُ اللَّهُمَّ أَعِنِّى عَلَى ذِكْرِكَ وَشُكْرِكَ وَحُسْنِ عِبَادَتِكَ

Artinya; “Aku (Muhammad SAW) wasiatkan padamu wahai Mu’adz (pen-Mu’ad bin Jabal). Jangan sekali-kali kamu melalaikan berdo’a setiap akhir shalat: Allahumma a’inni ‘ala dzikrika wa syukrika wa husni ‘ibadatik” (HR. Abu Dawud)

Doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Mu’adz bin Jabal bermakna “Ya Allah, tolonglah aku untuk berdzikir pada-Mu, bersyukur pada-Mu, dan memperbagus ibadah pada-Mu”.

Hadits di atas menyebutkan untuk berdoa pada akhir shalat sebagai salah satu wasiat Rasul kepada sahabat Mu’adz bin Jabal. Dasar lain menyebutkan tentang kesunnahan berdoa secara berjamaah atau bersama-sama secara jahr (suara nyaring) dalam Hadits Imam Thabrani dan Imam Hakim sebagai berikut;

سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ صلى الله عليه وسلم يَقُوْلُ: لاَ يَجْتَمِعُ قَوْمٌ مُسْلِمُوْنَ يَدْعُوْ بَعْضُهُمْ وَيُؤَمِّنُ بَعْضُهُمْ إِلاَّ اسْتَجَابَ اللهُ دُعَاءَهُمْ. رواه الطبراني في الكبير و الحاكم في المستدرك

Baca Juga:  Doa untuk Orang Sakit Berdasarkan Hadis Nabi Muhammad SAW

Artinya : “Saya (Habib Bin Maslamah Al-Fihri RA) mendengar Rasulullah SAW bersabda: “Bukan-lah kaum Muslimin yang berkumpul, lalu sebagian mereka berdo’a, dan sebagian lainnya mengucapkan amin, kecuali Allah pasti mengabulkan do’a mereka.” (HR. Dalam Mu’jam al-Kabir, dan al-Mustadrak).

Dalil 2 tersebut di atas menjelaskan tentang kesunnahan dalam berdoa baik secara mandiri, munfarid , atau bersama-sama yang banyak dilakukan oleh kaum Muslim Nusantara setelah sholat.

Wirid Setelah Sholat Fardhu

Rangkaian doa setelah sholat Fardhu secara lengkap diawali oleh wirid yang berupa dzikir-dzikir dan ayat-ayat al-Qur’an pilihan. Runtutan dalam wirid adalah sebagai berikut;

1) Untuk kita membaca Istighfar sebanyak 3 kali, أَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِـيْمِ الَّذِيْ لَااِلَهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ وَأَتُوْبُ إِلَيْهِ, atau bisa tidak selengkap redaksi tersebut, hanya dengan Astagfirullah.

2) Membaca pujian kepada Allah sebagaimana para Ulama mencontohkan, اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ وَمِنْكَ السَّلَامُ تَبَارَكْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام atau menggunakan redaksi lengkap اَللَّهُمَّ أَنْتَ السَّلاَمُ، وَمِنْكَ السَّلَامُ، وَإِلَيْكَ يَعُوْدُ السَّلَامُ فَحَيِّنَارَبَّنَا بِالسَّلَامِ وَاَدْخِلْنَا الْـجَنَّةَ دَارَ السَّلَامِ تَبَارَكْتَ رَبَّنَا وَتَعَالَيْتَ يَا ذَاالْـجَلَالِ وَاْلإِكْرَام

3) Membaca doa لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ يُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ , doa ini menunjukan tentang ketauhidan orang Islam.

4) Memohon perlindungan dari ganasnya neraka,  اَللَّهُمَّ أَجِرْنِـى مِنَ النَّارِ bisa dibaca sebanyak 7 kali.

5) Membaca ayat Kursi sebanyak sekali,  اَللهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّومُ لَا تَأْخُذُهُ سِنَةٌ وَّلَانَوْمٌ، لَهُ مَافِي السَّمَاوَاتِ وَمَافِي اْلأَرْضِ مَن ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهُ إِلَّا بِإِذْنِهِ يَعْلَمُ مَابَيْنَ أَيْدِيْهِمْ وَمَاخَلْفَهُمْ وَلَا يُحِيْطُونَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهِ إِلَّا بِمَا شَآءَ، وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمَاوَاتِ وَاْلأَرْضَ وَلَا يَـؤدُهُ حِفْظُهُمَا وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ.

6) Membaca surat Al-Ikhlas sebanyak 3 kali, surat Al-Falaq sekali, dan An-Naas Sekali kemudian dilengkapi dengan surat Al-Fatihah.

7) Membaca Tasbih (Subhanallah wa bihamdihi) sebanyak 33 kali, Hamdalah (Alhamdulillah) sebanyak 33 kali, dan takbir (Allahu Akbar) sebanyak 33 kali.

8) Selesai dzikir membaca,

 اَللهُ اَكْبَرْ كَبِيْرًا وَالْحَمْدُ لِلهِ كَثِيْرًا وَسُبْحَانَ اللهِ بُكْرَةً وَأَصِيْلًا، لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُيُحْيِيْ وَيُمِيْتُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْئٍ قَدِيْرٌ، وَلَاحَوْلَ وَلَاقُوَّةَ إِلَّابِا للهِ الْعَلِـىِّ الْعَظِيْمِ. أَفْضَلُ ذِكْرِ فَاعْلَمْ أَنَّهُ،

Baca Juga:  Darimana Asal Redaksi Adzan dan Doa Sesudah Adzan? Begini Penjelasannya

لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ لَاإِلَهَ إِلَّا اللهُ 100

9) Membaca doa Hasbunalla wa Nikmal wakiil

Runtutan doa wirid di atas merupakan runtutan dari beberapa runtutan versi yang ada dalam khazanah Islam di Nusantara. Beberapa Ulama dan Kiai terkadang memiliki runtutan dan ijazah sendiri dengan tidak menyalahi apa yang disunnahkan oleh Rasul SAW.

Setelah melakukan dzikir Nafi’ Isbat (Laa ilaha Illallah), dilanjutkan dengan melantunkan doa sebagai setelah Sholat Fardhu.

Lafadz Doa Setelah Sholat Fardhu

Doa setelah sholat fardhu pada prinsipnya merupakan pengumpulan beberapa doa yang kemudian digabungkan atau dibaca sesudah sholat. Apapun doa yang akan dipanjatkan oleh kita kepada Allah boleh untuk dibaca. Bukan hanya menggunakan bahasa Arab, menggunakan bahasa sendiri juga diperbolehkan.

Doa yang biasa dilafadzkan oleh para Ulama-ulama di Nusantara biasanya dengan runtutan pujian kepada Allah SWT, kemudian shalawat untuk Nabi dengan berbagai shalawat. Runtutannya sebagai berikut;

  1. بِسْمِ اللهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ. اَلْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ. حَمْدًا يُوَافِىْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ. يَارَبَّنَالَكَ الْحَمْدُ وَلَكَ الشُّكْرُ كَمَا يَنْبَغِىْ لِجَلاَلِ وَجْهِكَ وَعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ

Transliterasi; Bismillaahirrahmaanirrahiim. Alhamdu Lillaahi Rabbil ‘Aalamiin, Hamdan Yu-Waafii Ni’amahuu Wa Yukaafi’u Maziidah. Yaa Rabbanaa Lakalhamdu Wa Laka asy-Syukru Ka-Maa Yanbaghii Lijalaali Wajhika Wa ‘Azhiimi Shulthanik

Redaksi permualaan doa bisa diganti dengan menggunakan redaksi doa lainnya yang telah diIjazahkan kepada masing-masing orang.

  1. اَللهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. صَلاَةً تُنْجِيْنَابِهَا مِنْ جَمِيْعِ اْلاَهْوَالِ وَاْلآفَاتِ. وَتَقْضِىْ لَنَابِهَا جَمِيْعَ الْحَاجَاتِ.وَتُطَهِّرُنَا بِهَا مِنْ جَمِيْعِ السَّيِّئَاتِ. وَتَرْفَعُنَابِهَا عِنْدَكَ اَعْلَى الدَّرَجَاتِ. وَتُبَلِّغُنَا بِهَا اَقْصَى الْغَيَاتِ مِنْ جَمِيْعِ الْخَيْرَاتِ فِى الْحَيَاةِ وَبَعْدَ الْمَمَاتِ اِنَّهُ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ وَيَاقَاضِىَ الْحَاجَاتِ.

Transliterasi; Allaahumma Shalli Wasallim ‘Alaa Sayyidinaa Muhammadin Wa ‘Alaa Ali Sayyidinaa Muhammad. Shalatan Tunajihna Bíhaa Minjamii’il Ahwaali Wal Aafaat. Wa Taqdhii Lanaa Bihaa Jamii’al Haajaat. Wa Tuthahhiruna Bihaa Min Jamii’is Sayyi’aat.

Wa Tarfa’una Bihaa ‘Indaka ‘A’la Darajaat. Wa Tuballighuna Bihaa Aqshal Ghayat Min Jamii’il Khaira fil Hayati wa Ba’dal Mamaat. Innahu Samii’un Qariibum Mujiibud Da’awaat Wayaa Qadhiyal Hajaat”

Pembacaan shalawat Munjiyat merupakan Shalawat paling populer dalam sebuah doa setelah Sholat. Sholawat ini boleh diganti dengan sholawat ummi, atau Shalawat Jibril atau sholawat lainnya.

  1. اَللهُمَّ اِنَّا نَسْئَلُكَ سَلاَمَةً فِى الدِّيْنِ وَالدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ وَعَافِيَةً فِى الْجَسَدِ وَصِحَّةً فِى الْبَدَنِ وَزِيَادَةً فِى الْعِلْمِ وَبَرَكَةً فِى الرِّزْقِ وَتَوْبَةً قَبْلَ الْمَوْتِ وَرَحْمَةً عِنْدَ الْمَوْتِ وَمَغْفِرَةً بَعْدَ الْمَوْتِ. اَللهُمَّ هَوِّنْ عَلَيْنَا فِىْ سَكَرَاتِ الْمَوْتِ وَالنَّجَاةَ مِنَ النَّارِ وَالْعَفْوَ عِنْدَ الْحِسَابِ
Baca Juga:  Doa Nabi Muhammad Pada Pernikahan Putrinya

Transliterasi; “Allaahumma Innaa Nas’aluka Salamatan fi Diini Wadunya Wal Akhirah. Wa ‘Afiyatan Fil Jasadi Wa Shihhatan Fil Badani Wa Ziyadatan Fil ‘Ilmi Wa Barakatan fi Rizqi Wa Taubatan Qablal Maut Wa Rahmatan ‘Indal Maut Wa Maghfiratan Ba’dal Maut. Allaahumma Hawwin ‘Alainaa Fii Sakaraatil Maut Wan Najaata Minan Naari Wal ‘Afwa ‘Indal Hisab”

Doa ini bertujuan untuk menghadirkan keselamatan yang tidak terputus kepada sang pendoa, baik keselamatan di Dunia, dan Akhirat. Harapannya juga selalu sehat badannya, berkah hartanya, bertambah Ilmunya dan diberi ampunan ketika meninggal.

  1. اَللهُمَّ اِنَّا نَعُوْذُبِكَ مِنَ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَالْبُخْلِ وَالْهَرَمِ وَعَذَابِ الْقَبْرِ

Transliterasi; “Allaahumma Innaa Na’uudzu Bika Minal ‘Ajzi Wal Kasali Wal Bukhli Wal Harami Wa ‘Adzabil Qabri”

Doa mohon untuk dihindarakn sifat lemah, malas dan terhindar oleh siksa kubur. Doa ini sangat terkenal dikalangan pesantren salaf di Nusantara.

  1. اَللهُمَّ اِنَّا نَعُوْذُبِكَ مِنْ عِلْمٍ لاَيَنْفَعُ وَمِنْ قَلْبٍ لاَيَخْشَعُ وَمِنْ نَفْسٍ لاَتَشْبَعُ وَمِنْ دَعْوَةٍ لاَيُسْتَجَابُ لَهَا.

Transliterasi; “Allaahumma Innaa Na’udzu Bika Min ‘Ilmin Laa Yanfa’  wa min Qalbin Laa Yakhsya’ wa min Nafsin Laa Tasyba’ Wa min Da’watin Laa Yustajaabu Laha”

  1. رَبَّنَااغْفِرْلَنَا ذُنُوْبَنَا وَلِوَالِدِيْنَا وَلِمَشَايِخِنَا وَلِمُعَلِّمِيْنَا وَلِمَنْ لَهُ حَقٌّ عَلَيْنَا وَلِمَنْ اَحَبَّ وَاَحْسَنَ اِلَيْنَا وَلِكَافَّةِ الْمُسْلِمِيْنَ اَجْمَعِيْنَ

Transliterasi; “Rabbana Ighfir Lana Dzunuubanaa Wa Liwalidinaa Wali Masyaayikhinaa Wali Mu’allimina Wa Liman Lahuu Haqqun’ Alainaa Wa Liman Ahabba Wa Ahsana Ilainaa Wa Likaaffatil Muslimun Ajma’in”

  1. رَبَّنَا أَتِنَا فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلأَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
  2. وَصَلَّى اللهُ عَلى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ وَالْحَمْدُ ِللهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

Transliterasi; “Wa Shallallaahu ‘Alaa Sayyidinaa Muhammadin Wa ‘Alaa Alihi wa Shahbihi wa Sallam, Wal Hamdu Lillaahi Rabbil ‘Alamin”

Ash-Shawabu Minallah

Mochamad Ari Irawan