Doa untuk Orang Sakit Berdasarkan Hadis Nabi Muhammad SAW

doa untuk orang sakit menurut hadis nabi

Pecihitam.org – Berdasarkan hadis Nabi Muhammad saw, terdapat beberapa Doa untuk orang sakit, diantaranya hadis riwayat Imam Bukhori No. (5301), dari Abdul Aziz, beliau bercerita bahwa dirinya dan Tsabit pernah mengunjungi Anas bin Malik, kemudian Tsabit berkata “wahai Hamzah aku sedang menderita suatu penyakit” lalu Anas bin Malik memberikan doa tang pernah ia dapat dari Rasul, yaitu:

اللّهمّ ربّ الناس مُذْهِبَ البَأس اِشف أنت الشافي لا شافيَ إلاّ شفاء لا يغادر سقمًا

“Wahai Tuhanku, tuhan manusia,dzat menghilangkan rasa sakit, sembuhkanlah, sesungguhnya engkau Maha Penyembuh, tidak ada yang dapat menyembuhkan melainkan Engkau, yaitu kesembuhan yang tidak menyisahkan rasa sakit.” (Hadis Shohih riwayat Bukhori).

Dalam redaksi lain, riwayat Bukhori No. (5302) dari Aisyah ra, beliau menyebutkan bahwa Nabi saw selalu meminta perlindungan terhadap sebagian keluarganya, serya beliau mengusap dengan tangan kanan nya dan berdoa:

اللّهمّ ربّ الناس  أَذْهِبْ البأسَ اِشفِهِ وأنت الشّافي لا شفاءَ إلاّ شفاؤك شفاءّ لا يغادر سقما

Wahai Tuhanku, tuhan manusia,dzat yang menghilangkan rasa sakit, sembuhkanlah, sesungguhnya engkau maha menyembuhkan, tidak ada kesembuhan melainkan dari kesembuhan-Mu, yaitu kesembuhan yang tidak menyisakan rasa sakit”. (Hadis Shohih riwayat Bukhori).

Dalam riwayat Muslim no. (4061) dari Aisyah ra, beliau mengatakan “jika salah seorang diantara kami sakit. Rasulullah saw mengusapnya dengan tangan kanan, lalu beliau mengucapkan:

أَذهِب الباسَ ربَّ الناس وَاشفِ أنت الشافي لا شفاءَ إلاّ شفاؤك شفاءّ لا يغادر سقما

“Wahai Rabb manusia, singkirkanlah penyakit ini, dan sembuhkanlah ia, karena hanya Engkaulah yang bisa menyembuhkannya, tiada kesembuhan kecuali dari-Mu, kesembuhan yang tidak akan menyebabkan penyakit lagi.”  

Dan tatkala Rasul sakit dan sakitnya bertambah berat, Aisyah ra memegang tangan beliau dan hendak membaca doa, seperti doa yang diatas, namun Rasul menarik tangannya dari genggaman Aisyah, lalu Rasul berdoa:

اللهمّ اغفر لي واجعلني مع الرّفيقِ الأعلىَ

“Ya Allah, ampunilah aku, dan jadikanlah aku bersama kekasihku yang tertinggi.”

 Dan ketika Aisyah ra menengoknya ternyata Rasul telah meninggal. (Hadis Shohih riwayat Muslim).

Dalam riwayat Muttafaq alaihi  dari Aisyah ra, beliau menyebutkan bahwa apabila ada orang yang datang dan mengeluh sakit atau terluka kepada Nabi Muhammad saw, maka Nabi saw bersabda “dengan telunjuknya bebuatlah demikian.” Kemudian Sofyan bin Uyainah (perawi hadis ini) meletakkan jari telunjuknya ke tanah yang dan dilidahi sedikit, kemudian diusapkan ke tempat yang sakit, sambil berdoa:

باسم الله تُرْبَةُ اَرضنا بِرِيقةِ بعضنَا يُشفى به سَقِيمُنا بإِذْن ربِّنا

“Dengan nama Allah, dengan tanah kami ludah sebagian tanah kami, semoga disembuhkan orang yang sakit ini atas izin Tuhan kami.”  (HR. Bukhari dan Muslim)

Dalam riwayat Abu daud dan Tirmidzi, disebutkan bahwa Rasulullah saw menganjurkan untuk membaca doa ini sebanyak tujuh kali di hadapan orang yang sedang sakit, yaitu

أَسْأَل اللهَ العظيمَ ربّ العرش العظيمِ أن يشفيْك

“Aku memohon pada Allah dzat yang Agung, Tuhan arsy yang agung agar memberi kesembuhan untukmu” (lihat di al-Adzhar karya Imam Nawawi, hal: 114).

Begitu juga sesorang dapat mendoakan kesembuhan dengan cara menyebut secara langsung nama yang sakit. Seperti yang dilakukan Nabi saw ketika menjenguk Sa’d bin Abi Waqash

فقال النبي صلى الله عليه وسلم اللهمّ اشْفِ سعدًا اللهمّ اشْفِ سعدًا (ثلاث مرار)

Nabi Muhammad  bersaba: “Ya allah, sembuhkanlah sa’d, Ya allah, sembuhkanlah sa’d -tiga kali” (H.R. Muslim)

Dari uraian diatas, dapat difahami bahwa terdapat beberapa Doa untuk orang sakit berdasarkan hadis Nabi Muhammad saw, namun selain menggunakan bahasa arab doa untuk orang sakit juga diperbolehkan menggunakan bahasa apapun, karena yang terpenting adalah mendoakan atas kesembuhannya. Wallahu A’lam.

Nur Faricha
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *