Fii Amanillah, Kalimat Perpisahan yang Memiliki Banyak Kebaikan Namun Jarang Digunakan

Fii Amanillah, Kalimat Perpisahan yang Memiliki Banyak Kebaikan Namun Jarang Digunakan

PeciHitam.orgTahiyyah atau Ucapan dalam Islam sangat banyak tergantung momentum yang sedang dijalani seorang Muslim. Ucapan sebelum jika kita menemui orang yang sedang menderika sakit bisa menggunakan ucapan sekaligus doa, Syafakallah atau Wallahu Yasfika.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Ucapan ketika memasuki rumah atau bertemu dengan seorang muslim lainnya disunnahkan mengucapkan Salam yakni Assalamu’alaikum atau menggunakan versi lengkap dengan menambahkan wa Rahamtullahi wa Barakatuhu.

Diketahui bersama bahwa ucapan dalam Islam atau Tahiyyah merupakan bentuk ucapan sekaligus mengandung doa kebaikan bagi seseorang. Maka daripada itu, jika seseorang mengucapkan salam tahiyyah menurut Islam sekaligus mendoakan kebaikan bagi orang lain.

Ucapan bertemu dengan orang lain seperti di atas yaitu menggunakan salam. Kemudian bagaiaman ucapan jika seseorang berpisah atau akan mengakhiri pertemuan? Berikut penjelasan oleh PeciHitam.org

Ucapan Perpisahan Fii Amanillah

Agama sesempurna Islam mengatur juga dalam mu’amalah berbuat baik terhadap sesama dalam berbagai sendi kehidupan Manusia. Seseorang bertemu dengan saudara seislam disunnahkan mengucapkan Assalamu’alaikum Wa Rahmatullahi wa Barakatuhu. Sedangkan jika berpisah bisa menggunakan ucapan tahiyyah “Fii Amanillah”.

Fii Amanillah dalam bahasa Arab tertulis (في امان الله)

Dan mengandung Makna “Semoga Dalam Lindungan Keamanan Allah”

Ungkapan tersebut sudah sangat terkenal dan tidak asing lagi terdengar oleh telinga orang Islam. Dilihat dari segi artinya, tentu kita semua sepakat bahwa ucapan ini sangat cocok diucapkan kepada orang yang hendak bepergian atau pun sedang dalam perjalanan.

Ucapan sekaligus doa dan juga harapan agar orang yang hendak bepergian atau sedang melakukan perjalanan senantiasa dilindungi oleh Allah SWT dalam perjalanannya.

Dengan Izin Allah, jika kita ikhlas dalam mengucapkan do’a tersebut, Allah SWT mengabulkan ucapan doa yang kita panjatkan kepada-Nya. Entah keluarga, kerabat, maupun saudara kita yang bepergian akan senantiasa berada di dalam naungan atau lindungan Allah SWT dan selamat sampai tujuan.

Baca Juga:  Wajib Tahu! Inilah Hukum Menuntut Ilmu Bagi Seorang Muslim

Orang yang menerima ucapan ini tentu sangat senang, karena dengan mengucapkan fii amanillah bermaksud kita mendoakan kebaikan kepadanya.

Sebagai orang beriman maka seyogyanya dalam momentum perpisahan jangan sekedar mengucapakan “Selamat Tinggal”, “Sampai Jumpa Kembali”, “Bye-bye” atau hanya “Hati-hati dijalan”.

Cermin orang beriman harus terlihat dalam berucap ketika perpisahan atau melepas orang dalam perjalanan. Ucapan yang baik dalam Islam dan menyertainya dengan doa kebaikan. Maka kata Fii Amanillah menjadi Alternatif selain wa ‘Alaikum Salam wa Rahmatullahi wa Barakatuhu.

Ucapan Fii Amanillah meniscayakan doa bagi orang lain agar selalu dalam lindungan Allah SWT dan selamat sampai tujuan. Ungkapan ini harus dibiasakan oleh orang Islam dimanapun berada.

Penggunaan Ucapan Fii Amanillah

Apakah ungkapan fii Amanillah hanya diperuntukan untuk digunakan atau diucapkan kepada orang yang bepergian atau perpisahan saja? Tentu tidak!

Ucapan fii Amanlillah bisa diaplikasikan dalam berbagai kesempatan atau kondisi maupun situasi lainnya. Alasannya adalah melihat  dari redaksi fii Amanillah bermakna ‘semoga dalam Lindungan Keamanan Allah’, memiliki keluasan makna dan cakupan. Beberapa momentum yang dapat digunakan untuk ucapan fii Amanlillah adalah;

  1. Muslim bertemu dengan orang yang sedang terkena cobaan
  2. Mendengar indikasi bencana alam di suatu daerah yang dimana daerah tersebut tinggal saudara, teman, keluarga atau orang Muslim secara umum
  3. Dapat diucapkan kepada Muslim yang sedang mendapat masalah
  4. Ucapan untuk penutup pembicaraan di telepon, digabungkan dengan ucapan Salam- Assalamu’alaikum wa Rahmatullahi Wb.
  5. Dapat diaplikasikan untuk ucapan kepada seseorang yang sedang melakukan pekerjaan yang berbahaya atau menempuh perjalanan yang mengandung potensi bahaya.

Dasar Hukum Membalas Tahiyyah Fii Amanillah

Salam perpisahan secara khusus dan ucapan selamat secara umumya diperintahkan dalam Islam. Pensyariatan ini merujuk pada doa yang harus selalu dipanjatkan orang Islam dalam berbagai kesempatan.

Baca Juga:  Pengaruh Walisongo Terhadap Munculnya Tradisi-tradisi di Pulau Jawa

Perintah Salam dan Membalasnya sebagaimana dalam surat An-Nisaa’ ayat 86 disebutkan;

وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ حَسِيبًا (٨٦

Artinya; “Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu” (Qs. An-Nisaa’; 86)

Dan dalam riwayat Hadits Rasulullah SAW dari Kitab Imam Ahmad bin Hanbal;

“Dan barangsiapa berbuat baik kepada kalian maka balaslah dengan kebaikan yang setimpal (serupa) dan apabila kalian tidak mendapatkan sesuatu untuk membalas kebaikannya maka berdoalah untuknya hingga kalian merasa sudah membalas kebaikannya” (HR. Ahmad)

Para Mufassirin menjelaskan tentang tafsir (حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا) bahwa maksud ayat tersebut adalah membalas dengan kebaikan yang melebihi kebaikan yang mereka ucapkan. Hal ini menjadi dasar untuk menjawab Salam Assalamu’alaikum atau menjawab lafadz Fii Amanillah.

Jika jawaban Assalamu’alaikum Wr. Wb sudah sangat terkenal yaitu Wa ‘Alaikum Salam, maka bagaimana menjawab Fii Amanillah?

Jawaban Fii Amanillah adalah Ma’as Salamah

Dengan tulisan Arabnya (مَعَ السّلَامَةِ)

Dengan kandungan Makna “Semoga Keselatan Juga Menyertaimu”

Mengucapkan Salam oleh seseorang adalah Sunnah (dianjurkan) sedangkan membalas Salam menjadi wajib. Surat An-Nisa ayat 86 di atas menjadi dasarnya.

Sekiranya seseorang mengucapkan Salam maka harus dijawab dengan jawaban melebihi salam pertama atau minimal menyerupainya. Jangan sampai Muslim diucapkan Salam malah membalas dengan raut masam.

Kandungan Fii Amanillah dan Ma’as Salamah

Begitu besar anjuran untuk mengucapkan tahiyyah baik salam atau Fii Amanillah-Ma’as Salamah, sedalam apa kandungan ucapan ini?

Kedalaman kandungan fi Amanillah menyiratkan keagungan lafadz ini. Hal ini menjadi catatan bagi orang Islam dianjurkan membiasakan mengucapkan ‘Fii Amanillah dan Ma’as Salamah’ ini kepada seseorang yang hendak melakukan perjalanan atau bepergian atau kondisi dan situasi lainnya sebagaimana di atas.

Baca Juga:  Inilah Amalan di Hari Jumat Yang Wajib Kamu Ketahui

Berikut beberapa kandungan makna fii Amanalillah;

Mendoakan Keselamatan

Tahiyyah Fii Amanillah merupakan bentuk doa keselamatan yang ditujukan kepada saudara kita dalam momentum tersebut di atas. Bepergian atau adanya marabahaya yang akan dituju oleh seseorang menjadikan rasa was-was dalam diri manusia.

Kita berdoa dengan ucapan fii amanillah untuk memohonkan perlindungan kepada Allah SWT. Karena tidak mengetahui tentang masa depan dan marabahaya akan jatuh kepada seseorang. Dengan berdoa maka kita sudah memohon kepada sebaik-baiknya perlindungan yakni Allah SWT.

Menunjukkan Rasa Kepedulian Pada Sesama

Berdoa untuk orang lain merupakan bentuk simpati, empati dan kasih sayang kita kepada orang lain. Jika kita berdoa untuk keluarga, saudara, kerabat atau yang lainnya itu menandakan adanya kepedulian kita terhadap mereka.

Menumbuhkan rasa kepedulian antara sesama umat muslim menjadi hal yang sangat dianjurkan karena dengan kita membangun dan menumbuhkan rasa kepedulian kita tentunya akan mengokohkan persatuan dan juga kesatuan umat.

Menunjukan Rasa Cinta Sesama Muslim

Jelas tergambar dalam makna dan kandungan fii Amanillah  mengandung bentuk rasa cinta sesama umat muslim. Bentuk cinta dan kasih sayang salah satu wujudnya dengan mendoakan sesama Muslim.

Hadirnya rasa cinta dan kasih sayang membuat rasa kepedulian tumbuh berkembang dalam bentuk doa kebaikan.

Tahiyyah fii Amanillah dan jawabannya Ma’as Salamah menjadi rujukan ungkapan baru dalam kia bermu’amalah dengan baik. ungkapan sekaligus doa ini menjadi ujung tombak memupuk rasa persaudaraan erat dalam bingkai ukhuwwah Islamiyyah.

Ash-Shawabu Minallah

Mochamad Ari Irawan