Gaes, Teruslah Meminta kepada-Nya! Karena Doa Adalah Senjata Orang Mukmin

Gaes, Teruslah Meminta kepada-Nya! Karena Doa Adalah Senjata Orang Mukmin

Pecihitam.org – Doa adalah senjata orang mukmin dan juga merupakan bentuk kedekatan seorang mukmin kepada Allah ta’ala, karena seseorang yang berdoa merasa bahwa dirinya butuh dengan Allah. Seperti halnya seorang anak yang meminta uang kepada ayahnya.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Doa adalah hal yang sangat penting, hampir setiap aktifitas kita didunia ini ada doanya, mulai dari bangun tidur, hingga ingin tidur lagi, semuanya ada tuntunan untuk berdoa, bahkan sholatpun sesuatu yang wajib kita jalankan berisikan penuh dengan doa.

Allah berfirman dalam surat Al – Mukmin ayat 60:

وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ ۚ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ

Dan Tuhanmu berfirman: “Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina”. (QS. Al-Mukmin : 60)

Allah telah menjamin akan terkabulnya doa bagi orang yang berdoa kepada-Nya, meskipun terkadang dengan waktu dan bentuk yang tidak sesuai dengan harapan. Dalam sabda Rasulullahpun telah dijaminkan akan terkabulnya doa.

وَعَنْ سَلْمَانَ رضي الله عنه قَالَ: قَالَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم ( إِنَّ رَبَّكُمْ حَيِيٌّ كَرِيمٌ يَسْتَحِي مِنْ عَبْدِهِ إِذَا رَفَعَ إِلَيْهِ يَدَيْهِ أَنْ يَرُدَّهُمَا صِفَرًا )  أَخْرَجَهُ اَلْأَرْبَعَةُ إِلَّا النَّسَائِيَّ وَصَحَّحَهُ اَلْحَاكِمُ

Baca Juga:  Doa dan Wirid Yang Sebaiknya Dilakukan Saat Terjadi Gempa.

Dari Salman Radliyallaahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Tuhanmu Pemalu dan Pemurah Dia akan malu terhadap hamba-Nya bila ia mengangkat tangannya kepada-Nya lalu Dia mengembalikannya dengan tangan kosong.” Riwayat Imam Empat selain Nasa’i. Hadits shahih menurut Hakim.

وَلَهُ مِنْ حَدِيثِ أَبِي هُرَيْرَةَ رَفَعَهُ ( لَيْسَ شَيْءٌ أَكْرَمَ عَلَى اَللَّهِ مِنَ الدُّعَاءِ )  وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ

Menurut riwayatnya dalam hadits marfu’ dari Abu Hurairah r.a: “Tidak ada sesuatu pun yang lebih mulia di hadapan Allah selain doa.” Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim.

Dalam kitab Al – Hikam karya Syekh Ibnu Aththoillah Al iskandari telah dijelaskan tentang hikmah dalam berdoa  :

“Janganlah kelambatan pemberian Tuhan kepadamu, padahal engkau bersungguh-sungguh dalam berdoa, itu menyebabkanmu patah harapan. Sebab Allah telah menjamin menerima semua doa dalam apa yang Ia kehendaki untukmu, bukan menurut kehendakmu, dan pada waktu yang ditentukan-Nya bukan waktu yang ngkau tentukan.

Syekh Abu Hasan Asy-Syadzili berkata :

Baca Juga:  Syahadat Saat Akad Nikah, Ini Bacaan dan Hukumnya Dalam Islam

”Ketahuilah, sesungguhnya ketika Allah tidak memberimu, itu bukan karena membencimu, akan tetapi karena sangat belas kasih terhadapmu. Maka tidak memberi itulah yang (hakikatnya) dinamakan memberi.” Pahamilah!

Sebagaian para ulama menyatakan bahwa hasil yang utama dari pada doa, bukanlah terkabulnya doa yang kita panjatkan, namun kedekatan kita dengan Allah dan wujud penghambaan atas-Nya. 

Meskipun telah dijamin akan pengabulan suatu doa kita harus tetap menjaga tatakrama atau adab dalam berdoa kepada Allah, inilah hal-hal yang perlu kita perhatikan ketika berdoa:

1. Mantap dan Meyakini dengan sepenuh hati bahwa doa kita akan terkabul.

2. Memanfaatkan waktu dan kondisi mustajabah seperti disepertiga malam, hari jum’at, waktu sahur dan saat turun hujan, saat antara adzan dan iqamah dan sebagainya.

اَلدُّعَاءُ بَيْنَ اَلْأَذَانِ وَالْإِقَامَةِ لَا يُرَدُّ    

doa diantara adzan dan iqamah tidak akan ditolak.

3. Dengan menghadap kiblat, mengangkat tangan dan mengusap wajah dan lebih utama lagi ketika dalam keadaan suci karena malaikat bersama mereka.

كَانَ رَسُولُ اَللَّهِ صلى الله عليه وسلم إِذَا مَدَّ يَدَيْهِ فِي اَلدُّعَاءِ لَمْ يَرُدَّهُمَا حَتَّى يَمْسَحَ بِهِمَا وَجْهَهُ

Baca Juga:  Keutamaan Silaturahmi Dalam Islam dan Ancaman Memutus Silaturahmi

Rasulullah Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bila mengangkat kedua tangannya waktu berdoa tidak akan mengembalikannya sebelum mengusapkan wajahnya. (HR.Tirmidzi)Mengawali doa dengan kalimat dzikir dan shalawat Nabi.

4, Tobat dari kedholiman yang telah kita perbuat.

Dalam Al-Adzkar Al-Adzkarul Muntakhabah min Kalami Sayyidil Abrar karya Syekh Nawawi menerangkan dalam pasal sepuluh

العاشر : وهو أهمها والأصل في الإجابة ، وهو التوبة ، ورد المظالم ، والإقبال على الله تعالى

Artinya, “Pasal kesepuluh, ini pasal terpenting dan cukup mendasar dalam pengabulan doa, yaitu tobat, mengembalikan benda-benda kepada mereka yang teraniaya, dan “menghadap” Allah

Doa yang utama adalah meminta untuk kebaikan akhirat kita kelak, semoga kita digolongkan sebagai orang yang ahli doa dan Allah mengabulkan apa yang kita minta dari-Nya. karena doa adalah senjata orang mukmin.

Lukman Hakim Hidayat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *