Hadis Tentang Sperma, Ragam Istilah Sperma dalam Bahasa Arab dan Pembentukannya

Hadis Tentang Sperma, Ragam Istilah Sperma dalam Bahasa Arab dan Pembentukannya

PeciHitam.org – Kata Sperma dalam bahasa Arab nuthfah berarti air yang bening/suci, banyak maupun sedikit. Nuthfah dalam pengertian bahasa Arab berarti air sedikit yang setara dengan satu atau beberapa tetes.

Permata-permata kecil sering disebut pula dengan istilah nuthaf, karena bentuknya yang menyerupai terkesan air. Bentuk jamak nuthfah adalah nuthaf atau nithaf.

Terkait hal ini Nabi juga pernah menjelaskannya dalam suatu hadis tentang sperma, ketika nabi sedang berkumpul bersama orang Yahudi, berikut kutipan redaksinya:

قَالَ يَا مُحَمَّدُ مِمَّ يُخْلَقُ الْإِنْسَانُ قَالَ يَا يَهُودِيُّ مِنْ كُلٍّ يُخْلَقُ مِنْ نُطْفَةِ الرَّجُلِ وَمِنْ نُطْفَةِ الْمَرْأَةِ فَأَمَّا نُطْفَةُ الرَّجُلِ فَنُطْفَةٌ غَلِيظَةٌ مِنْهَا الْعَظْمُ وَالْعَصَبُ وَأَمَّا نُطْفَةُ الْمَرْأَةِ فَنُطْفَةٌ رَقِيقَةٌ مِنْهَا اللَّحْمُ وَالدَّمُ فَقَامَ الْيَهُودِيُّ فَقَالَ هَكَذَا كَانَ يَقُولُ مَنْ قَبْلَكَ

“…berkata, “Wahai Muhammad, dari apa manusia diciptakan?” Nabi lalu menjawab: “Wahai Yahudi, setiap manusia itu diciptakan dari nutfah (air mani) seorang lelaki dan nutfah seorang wanita. Nutfah laki-laki sifatnya lebih keras dan nantinya dia akan berubah menjadi tulang dan urat saraf. Adapun nutfah wanita sifatnya lebih halus dan nantinya dia akan membentuk daging dan darah.” Orang Yahudi itu lalu berdiri dan berkata, “Beginilah yang dikatakan nabi-nabi sebelummu.”

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 244 – Kitab Mandi

Devariasi kata sperma (nuthfah) dalam hadis tentang sperma ini mengindikasikan pengertiannya secara bahasa sebagai sesuatu yang cair dan mengalir.

Terkadang, kata nuthfah juga diartikan sel produksi (gamet), baik sprema jantan maupun perempuan. Ada pula penyebutan kata nuthfah amsyaj adalah zigot yang dihasilkan dari percampuran air sperma jantan dan betina.

Selain kata nuthfah, biasanya disebut mani. Kata mani menurut bahasa berarti penentuan takdir. Kata mana la al-maniy berarti Sang Penakdir telah menakdirkanmu. Sedangkan menurut istilah, mani berarti cairan yang mengandung sperma yang ditakdirkan untuk hidup.

Ada berbagai devariasi kata mani, di antaranya adalah Kata imna’ berarti aktivitas pengisian cairan-cairan yang mengandung sel-sel reproduksi ke dalam tempatnya yang benar hingga terjadi proses pembuahan.

Kata mani yang berarti takdir adalah kata maniyah, yaitu ajal kematian yang telah ditentukan bagi organisme (makhluk hidup). Bentuk jamaknya adalah manaya dan munun.

Frasa muniya lahu  misalnya berarti takdir sudah menjemputnya, sebab kematian adalah takdir yang ditentukan bagi setiap makhluk hidup. Devariasi kata mani lainnya adalah munyah (bentuk jamaknya muna), dan umniyyah (bentuk jamaknya amani), yang sama-sama berarti harapan dan cita-cita.

Baca Juga:  Imam Nawawi Tidak Pernah Menikah, Bagaimana dengan Maksud Hadis "An-Nikahu Sunnati?

Adapun urutan pertumbuhan sperma (spermatogenesis) yaitu: spermatogonium (membelah 2), spermatosit pertama (membelah 2), spermatosit kedua (membelah 2), spermatid dan tumbuh menjadi spermatozoa (sperma).

Pada pria dewasa normal, proses spermatogenesis terus berlangsung sepanjang hidup, walaupun kualitas dan kuantitasnya makin menurun seiring dengan bertambahnya usia.

Sperma jantan (spermatozoa) diproduksi di dalam kedua kelenjar reproduksi (kandung kemih) laki-laki, yang masing-masing terdiri dari sekitar empat ratus cuping, dan tiap-tiap cuping memuat tiga pipa pembuluh sperma super mini yang panjang masing-masing pipa mencapai kira-kira setengah meter.

Pipa-pipa ini berbentuk melengkung dan melingkari dirinya sendiri dengan panjang rata-rata (secara keseluruhan) mencapai lebih dari setengah kilometer (dengan rincian 400 cuping x 3 pipa pembuluh x ½ meter = 600 meter).

Mengingat minimnya kandungan nutrisinya, sperma tidak akan mampu bertahan hidup lebih dari 72 jam, kecuali jika ia telah dibekukan dengan proses tertentu sehingga dapat disimpan di luar tubuh selama beberapa tahun. Agar proses pembuahan berlangsung mulus, maka laki-laki harus mengeluarkan 100 juta hingga 300 juta sperma (spermatozoa) dalam sekali sembur.

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 88-89 – Kitab Ilmu

Berbeda dengan perempuan, produksi sperma pada laki-laki berlangsung sepanjang hidup. Sperma yang tidak bertolak keluar dari tubuh akan mati, terurai dan terserap oleh jaringan-jaringan sekitarnya.

Meskipun demikian, pemberhentian proses yang kompleks ini dalam bentuk apa pun dapat menghentikan proses reproduksi.

Menurut hasil penelitian yang diterbitkan American Journal of Obstetrics & Gynecology, pada Maret 2013, manusia menghasilkan sperma yang paling sehat itu umumnya pada musim dingin dan awal musim semi. Itu sebabnya, sembilan bulan kemudian atau pas musim gugur, banyak bayi dilahirkan.

Demikian pembahasan singkat mengenai sperma atau nuthfah dalam hadis. Sejak berabad-abad lalu, nabi sudah membicarakan mengenai hal ini. Wallahu A’lam.

Mohammad Mufid Muwaffaq
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG