Hadits Shahih Al-Bukhari No. 116 – Kitab Ilmu

Pecihitam.org – Hadits Shahih Al-Bukhari No. 116 – Kitab Ilmu ini, Imam Bukhari memberi judul dengan “menghafal ilmu” membahas tentang keutamaan Abu Hurairah dalam mencari dan mengumpulkan hadis-hadis langsung dari Rasulullah saw. di bab ini dijelaskan kenapa Abu Hurairah bisa memiliki ingatan kuat terhadap hadis-hadis Nabi saw. Keterangan hadist dikutip dan diterjemahkan dari Kitab Fathul Bari Jilid 1 Kitab Ilmu. Halaman 418-411.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ أَبُو مُصْعَبٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ بْنِ دِينَارٍ عَنْ ابْنِ أَبِي ذِئْبٍ عَنْ سَعِيدٍ الْمَقْبُرِيِّ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنِّي أَسْمَعُ مِنْكَ حَدِيثًا كَثِيرًا أَنْسَاهُ قَالَ ابْسُطْ رِدَاءَكَ فَبَسَطْتُهُ قَالَ فَغَرَفَ بِيَدَيْهِ ثُمَّ قَالَ ضُمَّهُ فَضَمَمْتُهُ فَمَا نَسِيتُ شَيْئًا بَعْدَهُ حَدَّثَنَا إِبْرَاهِيمُ بْنُ الْمُنْذِرِ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي فُدَيْكٍ بِهَذَا أَوْ قَالَ غَرَفَ بِيَدِهِ فِيهِ

Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Abu Bakr Abu Mush’ab] berkata, telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Ibrahim bin Dinar] dari [Abu Dzi’b] dari [Sa’id Al Maqburi] dari [Abu Hurairah] berkata “Aku berkata, “Wahai Rasulullah, aku telah mendengar dari tuan banyak hadits namun aku lupa. Beliau lalu bersabda: “Hamparkanlah selendangmu.” Maka aku menghamparkannya, beliau lalu (seolah) menciduk sesuatu dengan tangannya, lalu bersabda: “Ambillah.” Aku pun mengambilnya, maka sejak itu aku tidak pernah lupa lagi.” Telah menceritakan kepada kami [Ibrahim bin Al Mundzir] berkata, telah menceritakan kepada kami [Ibnu Abu Fudaik] dengan redaksi seperti ini, atau dia berkata, “Menuangkan ke dalam tangannya.”

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 415 – Kitab Shalat

Keterangan Hadis: فَمَا نَسِيت شَيْئًا بَعْدُ (Maka aku tidak lupa lagi setelah itu). Dalam riwayat Ibnu Uyainah dan lainnya dari Zuhri dalam hadits yang lalu dikatakan, “Demi Tuhan yang telah mengurusnya dengan benar, saya tidak lupa apa yang telah saya dengar dan Rasulullah.” Dalam riwayat Yunus dalam hadits Muslim dikatakan, ‘”Maka setelah itu saya tidak lupa apa yang dikatakan beliau kepada saya.” Hadits ini menjelaskan bahwa Abu Hurairah tidak lupa semua hadits.

Dalam riwayat Syu’aib, “Maka saya tidak lupa perkataan beliau setelah itu,” dimana hadits ini hanya mengkhususkan bahwa Abu Hurairah tidak lupa hadits itu saja. Namun demikian konteks hadits telah menguatkan apa yang diriwayatkan oleh Yunus, bahwa Abu Hurairah tidak lupa semua hadits. karena Abu Hurairah telah menerangkan bahwa dia banyak menghafal hadits.

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 153-155 – Kitab Wudhu

Perkataan yang dimaksud dalam hadits Zuhri belum jelas semua jalurnya, tapi saya dapatkan dengan jelas dalam kitab Jami’ milik Tirmidzi dan kitab Al Hilyah milik Abu Nu’aim dari jalur lain dari Abu Hurairah. la berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Tidak ada seorang yang mendengar satu kalimat, dua. tiga, empat atau lima dari apa yang diwajibkan oleh Allah, kemudian dia mempelajarinya dan mengajarkannya, kecuali dia akan masuk surga.”

Dalam dua hadits ini, nampak jelas keutamaan Abu Hurairah ra dan mukjizat kenabian, karena lupa merupakan suatu hal yang lazim bagi manusia dan Abu Hurairah telah mengakui hai itu, kemudian sifat (lupa) itu hilang dengan berkah kenabian Muhammad SAW.

Dalam Al Mustadrak Hakim dan hadits Zaid bin Tsabit berkala, “Aku dan Abu Hurairah seria yang lainnya bersama Nabi, lalu beliau berkata. “Berdoalah kalian berdua’ ” Maka aku dan temanku berdoa, dan Nabi mengamininya. Kemudian Abu Hurairah berdoa.. “Ya Allah aku memohon kepada-Mu apa yang diminta oleh kedua saudaraku, dan aku memohon ilmu yang tidak terlupakan,” dan Nabi mengamininya. I.alu kami berkata, “Dan kami juga demikian wahai Rasulullah.” Rasulullah berkata, ” Ghulam Ad-Dusi telah mendahului kalian . ”

Baca Juga:  Bagaimana Hukum Mengamalkan Hadits Dhaif yang Masih Diragukan Sanadnya?

Hadits mi menganjurkan untuk menghafal dan menjaga ilmu, dan hal itu dapat dicapai dengan tidak tamak terhadap dunia. Disamping itu juga menjelaskan tentang keutamaan bekerja bagi orang yang sudah berkeluarga, dan diperbolehkannya mengabarkan tentang suatu keutamaan jika tidak dikhawatirkan munculnya sifat ujub.

M Resky S