Hadits Shahih Al-Bukhari No. 189-191 – Kitab Wudhu

Pecihitam.org – Hadits Shahih Al-Bukhari No. 189-191 – Kitab Wudhu ini, Imam Bukhari memulai hadis ini dengan judul “Mandi dan Wudhu Di Mikhdhab, Qadah, Kayu dan Batu” Hadis ini menjelaskan tentang tatacara wudhu yang dipraktekkan langsung oleh Rasulullah saw. Pada hadis ketiga dijelaskan tentang sakit Rasulullah saw yang bertambah parah.  Keterangan hadist dikutip dan diterjemahkan dari Kitab Fathul Bari Jilid 2 Kitabdengan Mikhdab Rasulullah saw Wudhu. Halaman 219-222.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Hadits Shahih Al-Bukhari No. 189

حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ الْعَلَاءِ قَالَ حَدَّثَنَا أَبُو أُسَامَةَ عَنْ بُرَيْدٍ عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ أَبِي مُوسَى أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ دَعَا بِقَدَحٍ فِيهِ مَاءٌ فَغَسَلَ يَدَيْهِ وَوَجْهَهُ فِيهِ وَمَجَّ فِيهِ

Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Muhammad bin Al ‘Ala’] berkata, telah menceritakan kepada kami [Abu Usamah] dari [Buraid] dari [Abu Burdah] dari [Abu Musa], bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam minta diambilkan bejana berisi air, beliau lalu mencuci kedua tangan dan wajahnya dalam bejana tersebut dan mendoakan keberkahan.”

Keterangan Hadis: Materi (matan) hadits ini sebagiannya telah disebutkan pada bah mempergunakan sisa air wudhu manusia, dan akan disebutkan secara lengkap dalam pembahasan tentang Al Maghazi (peperangan). Adapun maksud disebutkannya hadits tersebut di tempat ini adalah untuk menyebutkan qadah, dan hal itu telah kami sebutkan.

Hadits Shahih Al-Bukhari No. 190

حَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ يُونُسَ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ أَبِي سَلَمَةَ قَالَ حَدَّثَنَا عَمْرُو بْنُ يَحْيَى عَنْ أَبِيهِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ زَيْدٍ قَالَ أَتَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَخْرَجْنَا لَهُ مَاءً فِي تَوْرٍ مِنْ صُفْرٍ فَتَوَضَّأَ فَغَسَلَ وَجْهَهُ ثَلَاثًا وَيَدَيْهِ مَرَّتَيْنِ مَرَّتَيْنِ وَمَسَحَ بِرَأْسِهِ فَأَقْبَلَ بِهِ وَأَدْبَرَ وَغَسَلَ رِجْلَيْهِ

Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Ahmad bin Yunus] berkata, telah menceritakan kepada kami [‘Abdul ‘Aziz bin Abu Salamah] berkata, telah menceritakan kepada kami [‘Amru bin Yahya] dari [Bapaknya] dari [‘Abdullah bin Zaid] berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam datang, lalu kami menyiapkan air dalam sebuah bejana yang terbuat dari tembaga. Beliau lalu berwudlu; membasuh muka tiga kali, lalu membasuh tangan dua kali dua kali, lalu mengusap kepalanya dimulai dari depan ke belakang dan menariknya kembali ke depan. Kemudian membasuh kedua kakinya.”

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 210-211 – Kitab Wudhu

Keterangan Hadis: أَتَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ (Rasulullah SAW datang), dalam riwayat Al Kasymihani dan Abu Waqt disebutkan, اتانا  (mendatangi kami).

فَغَسَلَ وَجْهَهُ (Membasuh mukanya), lafazh ini merupakan perincian kata “berwudhu”. Dalam riwayat ini sebagian lafazh tidak disebutkan, yang mana selengkapnya adalah, “Lalu beliau berkumur-kumur dan memasukkan air ke dalam hidung, membasuh mukanya…. dan seterusnya” sebagaimana yang diindikasikan oleh riwayat-riwayat yang lain. Sementara sumber riwayat ini dengan riwayat-riwayat yang dimaksud adalah satu.

Pembahasan mengenai hadits ini telah disebutkan pada bab-bab sebelumnya, hanya saja di sini Abdul Aziz menambahkan dalam riwayatnya bahwa taur yang dimaksud terbuat dari kuningan yang baik.

Hadits Shahih Al-Bukhari No. 191

حَدَّثَنَا أَبُو الْيَمَانِ قَالَ أَخْبَرَنَا شُعَيْبٌ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ أَخْبَرَنِي عُبَيْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عُتْبَةَ أَنَّ عَائِشَةَ قَالَتْ لَمَّا ثَقُلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَاشْتَدَّ بِهِ وَجَعُهُ اسْتَأْذَنَ أَزْوَاجَهُ فِي أَنْ يُمَرَّضَ فِي بَيْتِي فَأَذِنَّ لَهُ فَخَرَجَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَيْنَ رَجُلَيْنِ تَخُطُّ رِجْلَاهُ فِي الْأَرْضِ بَيْنَ عَبَّاسٍ وَرَجُلٍ آخَرَ قَالَ عُبَيْدُ اللَّهِ فَأَخْبَرْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ عَبَّاسٍ فَقَالَ أَتَدْرِي مَنْ الرَّجُلُ الْآخَرُ قُلْتُ لَا قَالَ هُوَ عَلِيُّ بْنُ أَبِي طَالِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ وَكَانَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا تُحَدِّثُ أَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ بَعْدَمَا دَخَلَ بَيْتَهُ وَاشْتَدَّ وَجَعُهُ هَرِيقُوا عَلَيَّ مِنْ سَبْعِ قِرَبٍ لَمْ تُحْلَلْ أَوْكِيَتُهُنَّ لَعَلِّي أَعْهَدُ إِلَى النَّاسِ وَأُجْلِسَ فِي مِخْضَبٍ لِحَفْصَةَ زَوْجِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثُمَّ طَفِقْنَا نَصُبُّ عَلَيْهِ تِلْكَ حَتَّى طَفِقَ يُشِيرُ إِلَيْنَا أَنْ قَدْ فَعَلْتُنَّ ثُمَّ خَرَجَ إِلَى النَّاسِ

Baca Juga:  Perbedaan AlQuran dan Hadits Qudsi, Ini Penjelasannya

Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [Abu Al Yaman] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Syu’aib] dari [Az Zuhri] berkata, telah mengabarkan kepadaku [‘Ubaidullah bin ‘Abdullah bin ‘Utbah] bahwa [‘Aisyah] berkata, “Tatkala sakit Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam semakin berat, beliau minta izin kepada isteri-isterinya agar beliau dirawat di rumahku, lalu mereka pun mengizinkannya. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lalu keluar berjalan dengan dipapah oleh dua orang; ‘Abbas dan seorang lagi.” [‘Ubaidullah] berkata, “Aku lalu kabarkan hal itu kepada [‘Abdullah bin ‘Abbas], lalu dia berkata, “Tahukah kamu, siapakah lelaki yang lain itu?” Aku jawab, “Tidak”. Dia lantas berkata, “Orang itu adalah ‘Ali bin Abu Thalib? radliallahu ‘anhu.” [‘Aisyah] menceritakan bahwa ketika Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam sudah berada di rumahnya dan sakitnya makin berat, beliau mengatakan: “Siramkan air kepadaku dari tujuh geriba yang belun dilepas ikatannya, sehingga aku dapat memberi pesan kepada orang-orang.” Kemudian Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam didudukkan untuk mandi dengan ember milik Hafshah, isteri Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam. Maka kami segera menyiram beliau hingga beliau memberi isyarat sudah cukup. Setelah itu beliau keluar menemui orang-orang.”

Keterangan Hadis: لَمَّا ثَقُلَ (Ketika semakin berat), maksudnya sakit beliau SAW.

مِنْ سَبْع قِرَب (Sebanyak tujuh timba) Al Khaththabi berkata, “Ada kemungkinan beliau mencukupkan dengan tujuh timba untuk mencari berkah dari angka tujuh. Sebab bilangan ini sangat banyak kaitannya dengan perkara-perkara syariat dan asal penciptaan. Dalam riwayat Thabrani sehubungan dengan hadits disebutkan, مِنْ آبَار شَتَّى (dari sumur yang berbeda-beda).

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 306 – Kitab Haid

Secara lahiriah, hal itu adalah untuk pengobatan berdasarkan sabda beliau SAW dalam riwayat yang lain, “Semoga aku merasa lebih ringan hingga dapat membuat perjanjian dengan manusia.” Maksudnya, memberi wasiat kepada mereka.

وَأُجْلِسَ فِي مِخْضَب حَفْصَة (Lalu beliau didudukkan di mikhdhab (bejana) milik Hafshah). lbnu Khuzaimah melalui jalur Urwah dari Aisyah menambahkan, bahwa bejana tersebut terbuat dari tembaga. Maka dari sini diperoleh bantahan terhadap mereka yang memakruhkan mandi di bejana yang terbuat dari tembaga, sebagaimana pendapat ini diriwayatkan dari lbnu Umar. Atha’ berkata, “Sesungguhnya yang tidak disukai dari tembaga adalah baunya.”

ثُمَّ خَرَجَ إِلَى النَّاس (Kemudian beliau keluar (ke masjid) menemui jamaah). Imam Bukhari dari jalur Uqail dari Zuhri menambahkan, “Lalu beliau shalat mengimami mereka kemudian berkhutbah, setelah itu beliau keluar.” Riwayat ini beliau sebutkan pada bab “Wafatnya Nabi SAW” dalam kitab tentang Al Maghazi.

Pembahasan selanjutnya mengenai hadits ini akan diterangkan dalam kitab tersebut. Demikian pula dengan kandungannya tentang hukum-hukum yang berkenaan dengan imam, akan dibahas pada bab “Batasan orang yang sakit menghadiri shalat jamaah,” insya Allah.

M Resky S