Hadits Shahih Al-Bukhari No. 531 – Kitab Waktu-waktu Shalat

Pecihitam.org – Hadits Shahih Al-Bukhari No. 531 – Kitab Waktu-waktu Shalat ini, Imam Bukhari memulai hadis ini dengan judul “Menyebutkan Isya’ dan ‘Atamah” Hadis ini menjelaskan perintah Rasulullah saw agar tidak dikalahkan oleh orang Badui’ (Arab pedalaman). Keterangan hadist dikutip dan diterjemahkan dari Kitab Fathul Bari Jilid 3 Kitab Waktu-waktu Shalat. Halaman 401-406.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

حَدَّثَنَا عَبْدَانُ قَالَ أَخْبَرَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ أَخْبَرَنَا يُونُسُ عَنْ الزُّهْرِيِّ قَالَ سَالِمٌ أَخْبَرَنِي عَبْدُ اللَّهِ قَالَ صَلَّى لَنَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لَيْلَةً صَلَاةَ الْعِشَاءِ وَهِيَ الَّتِي يَدْعُو النَّاسُ الْعَتَمَةَ ثُمَّ انْصَرَفَ فَأَقْبَلَ عَلَيْنَا فَقَالَ أَرَأَيْتُمْ لَيْلَتَكُمْ هَذِهِ فَإِنَّ رَأْسَ مِائَةِ سَنَةٍ مِنْهَا لَا يَبْقَى مِمَّنْ هُوَ عَلَى ظَهْرِ الْأَرْضِ أَحَدٌ

Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami [‘Abdan] berkata, telah mengabarkan kepada kami [‘Abdullah] berkata, telah mengabarkan kepada kami [Yunus] dari [Az Zuhri], [Salim] berkata, [‘Abdullah] mengabarkan kepadaku, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah memimpin kami melaksanakan shalat ‘Isya pada waktu yang orang-orang menyebutnya dengan sebutan ‘Atamah. Selesai shalat beliau berpaling dan menghadap ke arah kami seraya bertanya: “Tidakkah kalian melihat malam kalian ini? Ketahuilah, sesungguhnya pada setiap seratus tahun tidak ada seorang pun yang hidup di atas bumi akan tersisa.”

Baca Juga:  Pengertian Sahabat Nabi dan Konsep Keadilan Sahabat dalam Periwayatan Hadis

Keterangan Hadis: Pengarang kitab membedakan penjelasan hadits ini dengan hadits yang sebelumnya. Padahal konteks keduanya sama, yaitu larangan mengikuti orang Arab badui dalam memberi nama kedua shalat Maghrib dan Isya’. Karena, tidak ditemukan ketetapan dari Nabi yang menamakan Maghrib dengan Isya’. Tapi yang ada adalah penamaan Isya’ dengan ‘Atamah. Untuk itu, upaya Imam Bukhari dalam kedua bab di atas adalah berdasarkan hal tersebut.

Adapun hadits tentang Isya’ telah diriwayatkan dari jalur Abu Salamah bin Abdurrahman dari lbnu Umar dengan lafazh (Janganlah orang-orang Arab badui mempengaruhi (mengalahkan) kalian dalam memberi nama shalat Isya ‘, karena dalam Kitabullah (Al Qur ‘an) telah disebutkan Isya’, sedangkan mereka mengakhirkan shalat Isya’ hingga tengah malam (‘atamah) karena memerah susu unta).

Demikian juga Ibnu Maj ah dari hadits Abu Hurairah dengan sanad hasan, Abu Ya’la dan Baihaqi dari hadits Abdurrahman bin Auf. Imam Syafi’i menambahkan dalam riwayatnya dari hadits lbnu Umar, (Jika Ibnu Umar mendengarkan mereka mengatakan ‘atamah, maka dia berteriak dan marah).

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 82-83 – Kitab Ilmu

Abdurrazzaq meriwayatkan had its mauquf ini dari jalur lain dari Ibnu Umar. Dalam hal ini ulama salaf berbeda pendapat. Di antaranya ada yang tidak menyukai (menamakan shalat lsya’ dengan ‘atamah ), seperti Ibnu Umar sang perawi hadits. Ada juga yang membolehkannya seperti yang dinukil oleh lbnu Abi Syaibah, dari Abu Bakar Ash-Shiddiq dan lainnya, sebagaimana yang dinukil oleh Al Qurthubi bahwa larangan tersebut bertujuan supaya tidak mencampuradukkan antara ibadah yang disyariatkan dengan perbuatan yang bersifat keduniaan, yaitu memerah susu, dimana mereka telah disibukkan dengan memerah susu unta dan melaksanakan shalat Isya’ tengah malam sehingga dinamakan shalat ‘atamah (tengah malam).

Saya (Ibnu Hajar) katakan, sebagian mereka menyebutkan bahwa sebab mereka memerah susu adalah situasi kemarau dan paceklik, karena mereka takut meminta-minta dan miskin. Untuk itu, perbuatan tersebut adalah perbuatan duniawi yang tidak disenangi (tidak disukai) jika dijadikan nama perbuatan agama yang dicintai (shalat).

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 576 – Kitab Adzan

Lafazh ‘atam berarti mengakhirkan secara khusus. Imam Thabari mengatakan bahwa ‘atamah adalah sisa susu unta yang diperah pada waktu malam. Maka, dinamakan demikian karena mereka shalat pada waktu itu.

Maimun bin Mahran berkata, “Saya bertanya kepada Ibnu Umar, ‘Siapa yang pertama kali menamakan Isya’ dengan nama ‘atamah?’ Dia menjawab, ‘Syetan’.”

وَهِيَ الَّتِي يَدْعُو النَّاسُ الْعَتَمَةَ (orang-orang menyebutnya dengan shalat ‘atamah) telah menunjukkan bahwa istilah tersebut sangat masyhur di kalangan mereka yang tidak mengetahui (tidak sampai kepada mereka) larangan tersebut. Pembahasan mengenai hal ini telah dipaparkan dalam bab “Semangat Dalam Menuntut Ilmu”.

M Resky S