Harus Tahu! Inilah Kewajiban Orang Tua Kepada Anak

kewajiban orang tua kepada anak

Pecihitam.org – Tidak hanya anak yang punya kewajiban kepada orangtua. Sebaliknya, orangtua juga punya kewajiban yang harus dikerjakan kepada anak. Inilah kewajiban orang tua kepada anak menurut islam yang harus diketahui.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Jika orangtua memiliki anggapan bahwa anak adalah seutuhnya miliknya sehingga bebas diperlakukan sesuka hati. Maka anggapan tersebut sejatinya tidak benar.

Karena anak sesungguhnya adalah titipan dan berhak untuk mendapatkan hak-nya dari kedua orang tuanya. Sebab bagaimanapun adanya anak juga karena adanya orang tua, tidak mungkin ada anak jika tidak ada orang tua.

Berikut ini adalah lima kewajiban orang tua kepada anak. Wajib kiranya bagi orang tua bertanya ke diri sendiri sebagai bahan introspeksi, sudahkah kita melakukannya.

1. Memberinya Nama yang Baik

“Sesungguhnya kamu sekalian akan dipanggil pada hari kiamat dengan nama-nama kamu sekalian, maka perbaguslah nama kalian.” (HR. Abu Dawud).

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam diketahui telah memberi perhatian yang sangat besar terhadap masalah nama. Kapan saja beliau menjumpai nama yang tidak menarik (patut) dan tak berarti, beliau mengubahnya dan memilih beberapa nama yang pantas. Beliau mengubah macam-macam nama laki-laki dan perempuan. Seperti dalam hadis yang disampaikan oleh Aisyah radhiyallahu ‘anha bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam biasa mengubah nama-nama yang tidak baik.” (HR Tirmidzi)

Baca Juga:  Hukum KB (Keluarga Berencana) Menurut Pandangan Ulama

2. Memberi Air Susu Ibu

Memberi anak Air Susu Ibu (ASI) adalah salah satu kewajiban orang tua kepada anak. Allah berfirman, “Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan pernyusuan.” (al-Baqarah: 233).

Ilmu medis ternyata telah membuktikan bahwa pemberian ASI pada masa dua tahun pertama sangatlah penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak secara alami, baik dari sisi kesehatan maupun sisi kejiwaaan.

Ibnu Sina, seorang bapak kedokteran muslim mengatakan pentingnya ASI terhadap anak, berikut pernyataan beliau;

“Bahwasanya seorang bayi sedapat mungkin harus menyusu dari air susu ibunya. Sebab, dalam tindakannya mengulum puting susu ibu terkandung manfaat sangat besar dalam menolak segala sesuatu yang rentan membahayakan dirinya.”

Jika air susu ibu kandung tidak keluar, maka carikanlah ibu susu dengan akhlak yang baik sebagaimana ibunda Nabi Muhammad shalallaahu ‘alaihi wa sallam melakukannya.

Ilmu medis ternyata telah membuktikan bahwa pemberian ASI pada masa dua tahun pertama sangatlah penting bagi pertumbuhan dan perkembangan anak secara alami, baik dari sisi kesehatan maupun sisi kejiwaaan.

3. Mengajarkan Al Quran

Diriwayatkan oleh Al Baihaqi dari kakek Ayub Bin Musa Al Quraisy dari Nabi shalallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tiada satu pemberian yang lebih utama yang diberikan ayah kepada anaknya selain pengajaran yang baik.”

Baca Juga:  Jangan Ragu! Menikahlah, Allah Akan Mencukupi Kebutuhanmu

Mengajarkan anak ayat dan juga akhlak Al Quran ini adalah kewajiban ayah dan ibu. Hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ali radhiyallahu ‘anhu mengatakan;

“Ajarkanlah tiga hal kepada anak-anak kalian, yakni mencintai nabi kalian, mencintai keluarganya dan membaca Al Qur’an. Sebab, para pengusung Al Qur’an berada di bawah naungan arsy Allah pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naunganNya, bersama para nabi dan orang-orang pilihanNya. Dan, kedua orang tua yang memperhatikan pengajaran Al Qur’an kepada anak-anak mereka, keduanya mendapatkan pahala yang besar.”

4. Memberi Nafkah dan Makanan Halal

Memberi anak nafkah dengan harta yang halal lagi baik merupakan kewajiban seorang ayah. Hal ini sebagaimana sabda Rasul SAW; “Kedua kaki seorang hamba tidak akan bergeser pada hari kiamat hingga ia ditanya tentang empat perkara; tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya apa yang ia kerjakan dengannnya, tentang hartanya dari mana ia mendapatkan dan untuk apa ia belanjakan, dan tentang tubuhnya untuk apa ia pergunakan.” (H.R. Turmudzi)

Rasulullah shalallaahu ‘alaihi wa sallam pernah mengajarkan sejumlah anak untuk berpesan kepada orang tuanya di kala keluar mencari nafkah, “Selamat jalan ayah! Jangan sekali-kali engkau membawa pulang kecuali yang halal dan thayyib saja. Kami mampu bersabar dari kelaparan,tetapi tidak mampu menahan azab Allah subhanahu wa ta’ala.” (H.R Thabraani dalam Al-Ausaath)

Baca Juga:  Mengadzankan Bayi dalam Islam, Adakah Landasan Dalilnya?

5. Menikahkan dengan Pasangan yang Baik

Jika seorang anak telah memasuki usia siap nikah, maka nikahkanlah mereka. Jangan sampai mereka tersesat dalam belantara kemaksiatan. Doakan dan dorong mereka untuk hidup berkeluarga, tak perlu menunggu memasuki usia senja.

Apabila muncul perasaan khawatir tentang masalah rezeki dan khawatir menanggung beban beratnya kelurga, maka percayalah akan janji Allah. Bahwa Dia akan menutupi setiap kebutuhannya seiring dengan usaha dan kerja keras yang dilakukannya. Hal tersebut berdasarkan firman-Nya;

“Kawinkanlah anak-anak kamu (yang belum kawin) dan orang-orang yang sudah waktunya kawin dari hamba-hambamu yang laki-laki ataupun yang perempuan. Jika mereka itu orang-orang yang tidak mampu, maka Allah akan memberikan kekayaan kepada mereka dari anugerah-Nya.” (QS. An-Nur:32).

Demikian ulasan mengenai kewajiban orang tua kepada anak. Semoga bermanfaat dan kita semua dapat menjadi orang tua amanah yang melaksanakan kewajiban utuh kepada anak-anak kita. Wallahua’lam Bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published.