Hati-hati! Inilah Bahaya dari Kecintaan Terhadap Dunia

bahaya kecintaan terhadap dunia

Pecihitam.org– Dunia, bisa dikatakan tempat barnaung manusia yang kadang diimpi impikan untuk menjadi tempat abadi, tempat membangun banyak impian hingga beranggapan bahwa kematian tak akan datang menghampiri. Hingga pada akhirnya kita pun tenggelam dan larut dalam kecintaan dan jatuh lupa pada bahaya dari kecintaan kita terhadap dunia tersebut.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Layaknya bidadari, kita sebagai manusia terpikat olehnya, terpesona dan lupa diri hingga pada akhirnya? Kita pun memperTuhankan dunia itu dari berbagai banyak sisi, Diantaranya mengumpulkan dan memamerkan harta, mengoreksi kendaraan cantik, memperindah Fashion hanya untuk mendapatkan pujian, membangun rumah rumah indah dan masih banyak lagi perihal bentuk bentuk kecintaan kita terhadap dunia yang pada akhirnya?

Membuat kita lupa bahwasanya Dunia ini hanyalah tempat singgah yang mau tidak mau akan kita tinggalkan. Meninggalkan apa yang selama ini kita kumpulkan, apa yang selama ini kita simpan, dan utamanya meninggalkan sesuatu yang amat kita cintai dan sayangi. Alhasil? kita pun terperangkap pada bahaya kecintaan kita terhadap dunia yang tentunya akan berdampak pada kehidupan kita sendiri.

Inilah yang ditakutkan Rasulullah Saw sebagaimana diungkap dalam hadits riwayat Hakim: ia menuturkan hadits ini melalui jalur periwayatan yang sahih, dari Abu Mali Asy’ari r.a., ketika menjelang wafat, ia berkata

Baca Juga:  Hari Kiamat Menurut AlQuran dan Rahasia Kapan Terjadinya

“Wahai Bani Asy’ ariah hendaknya yang hadir menyampaikan kepada yang tidak hadir. Sungguh, aku mendengar Rasulullah bersabda “Manisnya Dunia adalah pahitnya Akhirat, dan pahitnya Dunia adalah manisnya Akhirat”

Sedangkan perumpamaan Rasulullah terhadap orang yang amat berambisi terhadap dunia ialah berada di hadits riwayat Tirmidzi, ia mengatakan Hadits ini hasan Shahih, dan Ibnu Hibban dalam Shahih Ibni Hibban, dari Ka’ab bin Malik r.a., Rasulullah Saw, bersabda

“Perusakan yang dilakukan dua serigala lapar yang dilepas kemudian menyerang sekawanan kambing, tidak lebih parah daripada ambisi seeorang untuk memperoleh harta dan kemuliaan yang merusak agamanya”

Cinta Harta, ya cinta inilah yang banyak dikemukakan Rasulullah dalam Hadistnya akan kehancuran manusia dalam mengembangkan cinta itu, bahkan dalam Tafsir Al Qurtubi jilid II pada pembasan Al Baqarah ayat 102 dijelaskan perihal hadirnya Harut dan marut yang dibicarakan AlQur’an bahwasanya Harut dan Marut menyihir manusia, dan rupanya dalam Sabda Nabi dari Abdullah bin Basyar Al Mizani menceritakan, dia berkata “Rasulullah Saw bersabda

“Takutlah kalian kepada Dunia. Demi Dzat yang menguasai jiwaku dengan kekuasan-nya, sesungguhnya dunia itu lebih menyihir dari pada harut dan marut”

Dari gambaran Hadits Nabi diatas, rupanya bahaya dari kecintaan kita terhadap dunia lebih besar ketimbang bahaya sihir Harut dan Marut. Cinta dunia yang mampu menyihir para manusia, hingga membuat mereka jatuh tak berakal, sebagaimana dalam Hadits Rasulullah yang diriwayatkan oleh Ahmad dan Al Baihaqi, dari Aisyah r.a., Rasulullah bersabda

Baca Juga:  Inilah yang Menyebabkan Istri Durhaka Kepada Suaminya

Dunia adalah Rumah bagi orang yang tidak memiliki tempat tinggal, dan tempat dikumpulkannya orang yang tidak punya akal”

Sedangkan hadits lain Rasulullah pun berkata bahwasanya “Setiap umat itu membawa fitnah, dan fitnah umatku adalah harta”. Hingga dari hadits inilah sudah memberi kita informasi bahwa setiap umat pastinya ada sebab mengapa mereka disiksa kelak, dan penyebab umat islam dalam siksa neraka ini adalah cinta harta yang sudah real mendorong kita dalam perbuatan maksiat.

Maka tak heran jikalau Rasulullah mengungkapkan ketakutannya ini dalam hadits Bukhari Muslim, dari Amru bin Auf al Anshary r.a., penggalan hadits tersebut ialah

“Demi Allah, bukan kefakiran yang aku takutkan atas kalian, tetapi aku lebih takut melimpahkanya dunia atas kalian. Seperti orang orang yang dahulu diberikan rezeki, lalu mereka berlomba lomba sebagaimana kalian berlomba lomba. maka, kamu dihancurkan sebagaimana aku menghancurkan mereka”

Begitupun dalam hadits lain dijelaskan, Rasulullah saw. bersabda;

Baca Juga:  3 Tingkatan Ikhlas Menurut Syekh Nawawi Banten

Jauhilah oleh kalian terpikat oleh dunia sekemampuan kalian karena siapa yang dunia menjadi tujuan utamanya, Allah akan menyingkapkan kesia-siaannya sehingga kefakiran ada di depan matanya. Siapa yang akhirat mennjadi tujuan utamanya, Allah akan mengumpulkan segala urusannya dan menjadikan kekayaan dalam hatinya. Tidaklah seorang hamba menghadap Allah dengan hatinya kecuali Allah menjadikan hati orang-orang beriman berangkat dengan perasaan cinta dan rahmat sedangkan Allah mendatanginya lebih cepat dengan membawa segala bentuk kebaikan.”

(HR Haisami dalam Majma’uz Zawaid, 10/237; Al Munziri dalam Af Targib wat Tarhib, 4/120; Abu Nua’im dalam Hilyatul Auliya, 1/227)

Rosmawati

Leave a Reply

Your email address will not be published.