Sikap Nahdlatul Ulama Tentang Hubungan Antara Muslim dengan Non Muslim – Bagian 4

Sikap Nahdlatul Ulama Tentang Hubungan Antara Muslim dengan Non Muslim - Bagian 4

PeciHitam.org – Prinsip relasi Islam dengan Non-Muslim memiliki banyak dimensi yang keseluruhannya berdasarkan dalil-dalil normatif al-Qur’an dan Sunnah Nabi SAW. Prinsip yang menjadi pegangan utama kaum nahdliyin yakni selalu berbuat baik kepada sesama walaupun berbeda keyakinan.

Prinsip selanjutnya adalah menguatkan nilai-nilai atas dasar persaudaraan antar sesama, ukhuwah wathaniyyah. Alam pikiran Nahdlatul Ulama selalu mengedepankan bahwa dakwah adalah mengajak, bukan memaksa, intimidasi atau menggunakan cara-cara kekerasan lainnya.

Prinsip pegangan di atas terus dilanjutkan dengan menghormati agama lain sebagai perbedaan sunnatullah. Larangan lainnya yang harus dihindari adalah jangan sampai memperolok agama lain, karena akan menimbulkan perdebatan bahkan gesekan kekerasan.

Sempurna Tanpa Harus Menghina

Keyakinan yang sudah menjadi tradisi di dalam Nahdlatul Ulama bahwa kesempurnaan Islam harus diwujudkan dengan perilaku penganutnya. Artinya adalah, seorang Muslim harus mampu mengaktualisasikan dan menunjukan kesempurnaan Islam melalui akhlak dan perilaku mulia.

Jangan sampai antara perbuatan dan tindakan mengandung kontradiksi, mengatakan bahkan Islam agama Mulia namun disatu mengatakannya dengan menyakiti atau menghina agama lain. Allah SWT menurunkan sebuah ayat yang dapat menjadi peringatan kepada kita semuan untuk menghormati agama dan tuhan agama lain. Allah berfirman;

وَلا تَسُبُّوا الَّذِينَ يَدْعُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ فَيَسُبُّوا اللَّهَ عَدْوًا بِغَيْرِ عِلْمٍ كَذَلِكَ زَيَّنَّا لِكُلِّ أُمَّةٍ عَمَلَهُمْ ثُمَّ إِلَى رَبِّهِمْ مَرْجِعُهُمْ فَيُنَبِّئُهُمْ بِمَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Artinya; “Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan. Demikianlah Kami jadikan Setiap umat menganggap baik pekerjaan mereka. kemudian kepada Tuhan merekalah kembali mereka, lalu Dia memberitakan kepada mereka apa yang dahulu mereka kerjakan” (Qs. Al-An’am: 108)

Peringatan keras dari Rabb al-Alamin untuk tidak menghina agama lain, karena pengikut agama lainnya akan membalas dengan hal serupa. Jika ini dibiarkan berlarut-larut bisa dipastikan hanya akan menimbulkan gesekan antar agama yang bisa menyulut gesekan horisontal. Gesekan hanya akan menimbulkan rih ad-Damawiyyah, Bau Anyir Konflik berdarah.

Prinsipnya dalam memahami relasi islam dan non-Muslim dalam ayat di atas adalah harus menjaga ukhuwwah Insniyyah persaudaraan sesama manusia.

Orang Islam tidak diperkenankan untuk menghina sesembahan, ritus ibadah, atau tuhan-tuhan mereka. Karena dapat dipastikan mereka akan membalasnya dengan menghina Allah SWT, dan Allah tidak pantas untuk mendapatkan penghinaan.

Kebencian jangan Menghalangi Keadilan

Prinsip terakhir ketika berelasi dengan orang non-muslim adalah harus bersikap adil sampai pada tataran yang paling tinggi, bersikap adil dengan orang yang tidak disukai.

Karena banyak fenomena yang terjadi di masyarakat, ketika ada unsur kebencian akan mendorong sikap intimidatif. Dan Islam melarang hal ini.

وَلا يَجْرِمَنَّكُمْ شَنَآنُ قَوْمٍ عَلَى أَلا تَعْدِلُوا اعْدِلُوا هُوَ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَى

Artinya; “Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk Berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa” (Qs. al-Maidah: 8)

Meskipun berbeda agama keyakinan dan lain sebagainya, Islam dengan tegas mengatakan harus tetap menjaga relasi baik kepada semuanya. Prinsip-prinsip menjaga relasi Muslim dengan non-Muslim adalah keniscayaan dalam Islam sebagai ajaran sempurna.

Kesempurnaan Islam haruslah ditunjukan dengan mengedepankan sikap tassamuh atau toleransi kepada siapapun. Citra islam adalah citra pengikutnya, sehingga akhlak buruk Muslim dengan sendirinya merusak citra Islam.

Contohnya adalah gerakan radikal dan purifikasi islam garis keras akan selalu menjadi Musuh Umat Islam secara keseluruhan karena merusak sendi-sendi kesempurnaan Islam. Ash-Shawabu Minallah

Mohammad Mufid Muwaffaq
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG