Hukum Mempelajari Ilmu Tajwid bagi Kaum Muslimin

hukum mempelajari ilmu tajwid

Pecihitam.org Membaca Al-Qur’an adalah amalan yang mulia, setiap satu huruf yag dibaca debalas dengan sepuluh kebaikan. Akhir-akhir ini banyak komunitas yang mengajak untuk semakin memperbanyak membaca Al-Qur’an, Nabi pun menganjurkan seorang muslim untuk membaca Al-Qur’an secara rutin, baik sebulan sekali bisa khatam, tiga bulan sekali, seminggu sekali atau bahkan setahun sekali bisa khatam.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Namun patut diperhatikan bahwa membaca Al-Qur’an saja tanpa ilmunya tidaklah cukup, untuk mencapai kualitas ibadah yang baik membacanya juga harus baik. Dengan memperhatikan hukum bacaan, keluarnya huruf atau makhrojnya sehingga ketika membaca Al-Qur’an terdengar indah, karena bacaannya benar, suaranya lantang dan juga membacanya lancar.

Membaca AL-Qur’an memang tidak boleh sembarangan ada ilmu yang mengajarkan cara membaca Al-Qur’an agar baik dan indah. Bahkan ketika salah membacanya walaupun satu huruf itu sudah mengubah arti dari Al-Qur’an itu. Al-Qur’an adalah kalamullah sehingga kita juga wajib membacanya sesuai dengan ketentuan yang telah Allah kehendaki.

Baca Juga:  Surah An-Najm Ayat 5-18; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Sayyidina Ali bin Abi Thalib menyebutkan tartiil adalah mengindahkan bacaan huruf dan mengetahui tentang waqafnya”. Sehingga ketika membaca Al-Qur’an tidak sembarangan ada tempat yang boleh berhenti ada juga yang tidak, itu yang namanya waqof.

Ilmu yang mempelajari tentang hukum bacaan Al-Qur’an adalah ilmu Tajwid. Dimana Tajwid berarti membaguskan, sedangkan menurut istilah adalah mengeluarkan setiap huruf dari tempat keluarnya dengan memberikan hak dan mustahaknya. Lantas bagaimana hukum mempelajari ilmu tajwid tersebut?

Yang dimaksud dengan hak huruf adalah sifat asli yang selalu bersama dengan huruf tersebut. Sedangkan mustahak adalah sifat yang nampak sewaktu-waktu pada huruf, seperti tafkhim, tarqiq, idgham dan lainnya.

Hukum mempelajari ilmu tajwid adalah secara teori hukumnya fardhu kifayah, yaitu ketika sebagian orang atau paling minim sekali itu ada satu dalam sebuah kelompok yang belajar ilmu tajwid, maka anggota yang lain sudah gugur kewajibannya.

Sedangkan hukum membaca Al-Qur’an dengan kaidah ilmu tajwid hukumnya adalah fardu ‘ain. Aka diiwajibkanlah setiap muslim untuk membaca Al-Qur’an sesuaii dengan kaidah tajwid yang baik dan benar.

Baca Juga:  Surah Al-Maidah Ayat 57-58; Seri Tadabbur Al Qur'an

Bagaimana caranya agar bacaan Al-Qur’an sesuai dengan kaidah ilmu tajwid yang baik dan benar, yaitu dengan belajar kepada guru yang mumpuni dalam bidangnya sehingga tidak salah dalam membacanya. Kemudiian saat belajar tidak hanya mendengarkan saja namun juga mempraktikan, bagimana makhorijul hurufnya, bagaimana hukum bacaannya dan dimana letak waqafnya.

Al-Qur’an diturunkan kepada Nabi Muhammad SAW ternyata juga beserta cara membacanya. Mulai dari cara pengucapan huruf (makharijul huruf), kaidah-kaidah tajwid, ada hukum bacaan nun sukun dan tanwin, panjang pendeknya bacaan, serta letak berhenti dan memulai bacaan ayat maupun kalimat.

Menurut ulama Syekh Muhammad bin Muhammad bin Ali bin Yusuf bin Al-Jazari bahwa Al-Qur’an diturunkan beserta cara membacanya, selain sebagai mukjizat dan penghias Al-Qur’an juga untuk menjaga maknanya. Diharapkan setelah paham nanti membacanya uga indah dan baik, tanpa kesulitan dan kesusahan.

Baca Juga:  Surah Asy Syu'ara Ayat 116-122; Terjemahan dan Tafsir Al-Qur'an

Membaca Al-Qur’an memang butuh proses belajarnya, sehingga belajar kepada guru yang alim memang penting. Allah SWT berfirman dalam surat Al-Muzammil ayat 4;

…..ورتّل القران ترتيلا.
“…Dan bacalah Al-Qur’an itu dengan tartil”

Maksud tartil adalah membaguskan huruf dan tempat berhentinya, keduanya ini tidak bisa tercapai tanpa adanya guru yang mengajarkan kepada kita. Dan dari hal ini dapat kita ambil maksudnya agar kita selalu belajar Al-Qur’an ddan ilmu yang berhubungan dengan Al-Qur’an salah satunya yaitu ilmu tajwid.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik