Ilmu Tajwid dalam Islam, Siapakah Penggagasnya? Ini Sejarahnya!

Ilmu Tajwid dalam Islam, Siapakah Penggagasnya? Ini Sejarahnya!

PeciHitam.org – Rasulullah SAW, dalam keyakinan Islam, adalah contoh sempurna dalam bentuk manusia bagi seluruh manusia. Dari beliau juga, segala keilmuan bersanad berasal.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Pembenaran dalam kehidupan muslim harus bersumber dari Rasul SAW dan Al-Quran jika tidak ingin dikatakan sesat dan menyesatkan. Keyakinan ini merupakan nilai mutlak dan tidak bisa ditawar, karena masuk dalam ranah kaidah teologi.

Akan tetapi jika ditanyakan lebih lanjut, benarkan Rasul yang membuat segala Ilmu keislaman? Jawabnya, BENAR dari segi peletak dasar keilmuan, bukan dari segi terminologi. Akan tetapi dari segi terminologi, Rasul tidak mencetuskan dasar istilah dan spesifikasi keilmuannya.

Sebagai contoh, zaman Rasulullah SAW, tidak pernah ada Mushaf/ bentuk Jilid dari Al—Quran, dan baru ada pada masa Khalifah Usman bin Affan yaitu Khalifah ketiga setelah Nabi. Pun pada masa Usman, belum ada kaidah penulisan Arab dan tata cara membaca Al-Quran dengan standar resmi dalam sebuah pembahasan Ilmu.

Penulisan Al-Quran pada masa Utsman, jangan dibayangkan seperti tulisan Arab pada masa sekarang dengan tanda-tanda yang jelas. Untuk membedakan Huruf (ي) dan (ت) atau (ث) atau (ب) saja tidak ada titik sebagai spesifikasi huruf yang berbeda.

Baca Juga:  Ramadhan di Krapyak

Nah, siapa peletak dasar Ilmu secara terminologi? Jawabannya para Ulama setelah Nabi Muhammad SAW dengan semangat dari Rasulullah SAW.

Sebagai contoh, penggagas tanda bacaan pertama untuk menyebut fathah (َ), dlammah (ُ), kasrah (ِ), tasydid (ّ), sukun (ْ) adalah Imam Khalid bin Ahmad al-Farahidi. Penyempurnaan tulisan ini untuk mempermudah pembelajaran al-Quran bagi orang non-Arab.

Sebab pada masa itu, kekuasaan Islam meluas bukan hanya di Jazirah Arabia. Pun setelah ada tanda baca, belum cukup. Karena diluar Jazirah Arab masih banyak sekali ditemukan kesalahan dalam membaca al-Quran maka disempurnakan lagi oleh Imam Abu Ubaid Qasim bin Salam (wafat 224 H) menggagas Ilmu Tajwidi Tilawatil Quran atau dikenal dengan Ilmu Tajwid (Kaidah membaca Al-Quran).

Jadi pengetahuan tentang Istilah bacaan Al-Quran pada masa sekarang dalam bentuk terminologi dan istilah bukan berasal dari Rasulullah SAW tapi dari Ulama.

Baca Juga:  Begini Model Penyembahan dan Ritual Pra-Islam di Sulawesi Selatan

Bacaan idzhar (bacaan jelas), idgham (bacaan menggabung), ikhfa (samar), mad (panjang), iqlab (mengganti suara) dan lain sebagainya yang kita kenal sekarang adalah berkat barokah dan kerja keras Ulama. Legitiminasi keilmuan Ulama juga telah disebutkan dasar Normatifnya oleh Rasulullah SAW;

ان العلماء ورثة الانبياء ، ان الانبياء لم يورثوا دينارا ولا درهاما انما ورثوا العلم (رواه الترميذي في سننه)

Bahwa Para Ulama (Ilmuan) adalah penerus para Nabi, dan sesungguhnya Nabi tidak pernah mewariskan Dinar atau Dirham akan tetapi para Nabi Mewariskan Ilmu Pengetahuan (HR. At-Tirmidzi)

Term/ kata (العلماء) pada umumnya diartikan dengan kata Ulama. Padahal, kata tersebut adalah kata Jamak bentuk Plural dalam bahasa Arab untuk menyebut Para Ilmuan. Jika dijadikan dasar, maka posisi tertinggi dalam dunia adalah orang yang berilmu atau Ilmuan.

Para Ilmuan ini yang notabenenya sebagai pewaris sah Nabi SAW, yang mana tingkat kebenaran, standar pembenaran serta yang berkaitan dengan Hukum harus dirujuk kepada pada Ulama/ Ilmuan yang berkompeten dalam bidangnya.

Baca Juga:  Tiga Tips Tidur ala Nabi Ini Bisa Bikin Kamu Sehat Lho!

Inilah rahasia dari Allah SWT untuk menentukan hukum atau permasalahan tertentu kepada para ahlinya. Karena dengan Ilmu pengetahuan segala sesuatu menjadi jelas dan jauh dari bias. Dengan Ilmu pengetahuan juga akan menjauhkan dari kepentingan yang bersifat duniawi.

Itulah sedikit ulasan mengenai sejarah munculnya ilmu tajwid dalam Islam yang bisa kita pelajari. Sehingga memberikan kita sebuah khazanah baru dalam memaham Agama yang mulia ini.

Mohammad Mufid Muwaffaq