Akhir Zaman, Imam Mahdi Akan Segera Muncul! Yuk, Kenali Ciri-cirinya

Imam Mahdi

Pecihitam.org Akhir-akhir ini orang-orang pada ketakutan. Bukan karena Covid-19, melainkan takut akan dekatnya Kiamat. Maka dalam hal ini, saya pun menguatkan bahwa Kiamat memang sudah dekat. Kenapa? Karena sejak Nabi Muhammad diutus pun, dunia memang sudah tua dan akan Kiamat. Tapi satu dari 10 tanda besar Kiamat adalah munculnya Imam Mahdi.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Artinya apa? Jika Imam Mahdy masih belum muncul, maka dunia masih belum akan Kiamat. Maka Anda jangan panik berlebihan dengan ‘ramalan’ yang akan terjadi pada 15 Ramadhan mendatang.

Ada apa dengan 15 Ramadhan 2020 ini? Jika penasaran, Anda bisa membacanya dalam tulisan saya yang berjudul Jika 15 Ramadhan 2020 Bertepatan dengan Hari Jumat, Kiamat Tidak Lama Lagi?

Kembali pada Imam Al-Mahdy, sosok pemimpin akhir zaman yang akan memenuhi dunia dengan keadilan. Ialah sosok yang dinanti yang hingga kini keberadaannya masih menjadi misteri. Apakah ia masih belum lahir atau tanpa kita sadari sudah hidup di zaman ini? Yang jelas, munculnya sosok Imam Al-Mahdy merupakan satu dari 10 tanda utama dekatnya Hari Kiamat.

Artinya, jika Imam Al-Mahdi telah muncul, maka Kiamat tidak lama lagi. Tapi jika masih belum, Kiamat pun tidak akan terjadi tanpa kemunculannya. Logika ini penting untuk menyadarkan orang-orang yang sepertinya lebih takut pada Kiamat — yang hanya Allah yang tahu kapan pastinya — daripada kematian yang pasti akan dialami setiap orang sebelum Kiamat itu sendiri terjadi.

Siapakah sebenarnya Imam Al-Mahdy, bagaimana ciri-cirinya, kapan ia muncul, apa tugasnya dan berapa lama kelak ia memimpin? Itulah bahasan-bahasan yang akan kami urai dalam tulisan ini.

Siapakah Imam Mahdi?

Berbicara tentang Imam Al-Mahdy tidak bisa dilepaskan dari dua versi utama tentang sosok ini: versi Sunni dan versi Syiah. Ini merupakan sekian perdebatan Sunni dengan Syiah yang paling kentara. Karena bagi Syiah percaya akan Imam Mahdi merupakan bagian dari rukun iman — karena mereka punya konsep Imamah yang termasuk di dalamnya adalah tentang Imam Al-Mahdy.

Menurut Sunni

Mayoritas ulma Sunni menyakini Imam Al-Mahdy sebagai seorang yang berasal dari keturunan Fatimah Az-Zahra, putri Rasulullah SAW. Ia berasal dari ahlulbait, yang namanya sama dengan Nabi SAW. Imam Al-Mahdy akan datang pada akhir zaman.

Keyakinan ulama Sunni ini didasarkan pada hadis yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi

لو لم يبق من الدنيا إلا يوم لطول الله ذلك اليوم حتى يبعث فيه رجلاً من أمتي أو من أهل بيتي يواطئ اسمه اسمي واسم أبيه اسم أبي

“Andaikan dunia tinggal sehari, sungguh Allah ta’ala akan panjangkan hari tersebut sehingga diutus padanya seorang lelaki dari ahli baitku. Namanya serupa namaku dan nama ayahnya serupa nama ayahku.”

Jadi, berdasarkan hadis di atas, dalam pandangan Sunni, ada tiga poin penting tentang sosok Imam Mahdy, yakni nama, nasab, dan kelahiran atau kemunculan.

Baca Juga:  Pemuda Ini Ngaku Imam Mahdi dan Pernah Bertemu Nabi Muhammad dalam Mimpi

Nama Asli

Nama Imam Mahdi sama dengan nama Nabi. Berarti ia bernama Muhammad. Nama bapaknya juga sama dengan nama bapak Nabi. Berarti nama bapaknya Abdullah. Jadi nama lengkap Imam Mahdy adalah Muhammad bin Abdullah.

Nasab

Dari segi nasab, ia adalah keturunan Nabi dari pasangan Fatimah Az-Zahra dengan Ali bin Abi Thalib. Dalil tentang ini adalah beberapa hadis Nabi Dari ahli baitku.” (HR. Abu Dawud, no. 4282 dan 4283). “Dari keluarga terdekatku (‘itrah-ku).” (HR. Abu Dawud, no. 4284). “Dariku.” (HR. Abu Dawud no. 4285) dari jalur perkawinan ‘Ali bin Abu Thalib dan Fathimah bintu Rasulillah.

Maka berdasarkan hadis-hadis tersebut, Ibnu Katsir dalam An-Nihayah fi al-Malahim wa al-Fitan, Juz I halaman 17, mengatakan: “Dia adalah Muhammad bin Abdillah Al-‘Alawi (keturunan Ali) Al-Fathimi (keturunan Fathimah) Al-Hasani (keturunan Al-Hasan). Allah Subhanahu wa Ta’ala memperbaikinya dalam satu malam yakni memberinya taubat, taufik, memberinya pemahaman serta bimbingan padahal sebelumnya tidak seperti itu.”

Kelahiran

Muncul di akhir zaman. Hal ini dapat dipahami dari hadis riwayat Imam Tirmidzi di atas yang menggunakan kalimat “Andaikan dunia tinggal sehari”.

Karena kemunculannya di akhir zaman, maka para ulama Sunni tidak menetapkan sosok tertentu sebagai Imam Al-Mahdy. Yang jelas ia merupakan laki-laki dari keturunan Nabi yang Allah akan ‘memperbaiki dirinya’ dalam satu malam untuk menjadi sebagai pemimpin yang adil.

المهدي منا أهل البيت يصلحه الله عز وجل في ليلة أو قال في يومين

“Al-Mahdi dari kita, adalah seorang ahlul bait. Allah Azza wa Jala memperbagusinya dalam semalam — atau Nabi berkata — dalam dua hari.” (HR. Abu Nu’aim)

Menurut Syiah

Memang ada kesamaan pandangan dari Syiah tentang sosok Imam Mahdy, yakni ia merupakan keturunan Ali. Tetapi banyak hal lainnya termausuk tentang silsilah nasab dan kemunculannya, Syiah jauh berebeda dalam meyakini Imam Al-Mahdi.

Nama

Ketika Sunni hanya menentukan nama, tapi tidak menentukan sosok tertentu, maka Syiah menyebutkan Imam Mahdy sebagai sosok yang jelas. Tapi di internal Syiah pun mereka masih selisih pendapat tentang sosok Imam Al-Mahdy ini.

Ada yang menyebut, ia adalah Muhammad bin Al-Hanafiah, putra Ali bin Abi Thalib. Ada juga yang menyebutnya Ismail bin Ja’far As-Shadiq. Ada juga yang menyebutnya Muhammad Al-Muntadzar bin Hasan Al-Asykari.

Dari tiga pendapat tentang Imam Al-Mahdy di tubuh Syiah, pendapat terakhir merupakan yang paling masyhur yang dianut oleh Syiah Istna ‘Asyara atau Syiah Imamiyah.

Nasab

Jika mengacu pada Syiah Kaisaniyah yang mengatakan bahwa Muhammad bin Al-Hanafiah sebagai Imam Al-Mahdy, maka Imam Mahdi versi mereka nasabnya tidaklah bersambung ke Rasulullah. Karena Muhammad bin Al-Hanafiah ini merupakan putra Ali bin Abi Thalib dengan Khaulah, bukan dengan Sayyidah Fatimah.

Adapun jika mengacu pada pandangan Syiah Ismailiyah yang mengatakan bahwa Imam Al-Mahdi adalah Ismail bin Ja’far As-Shadiq, maka ia memang keturunan Rasulullah, tapi namanya bukan Muhammad.

Baca Juga:  Hubungan Pancasila dan Syariat Islam Yaitu Hadiah Allah Untuk Indonesia

Sementara Muhammad Al-Muntadzar walaupun ia bernama Muhammad — seperti nama Nabi, tapi nama bapaknya bukan Abdullah, melainkan Hasan Al-Askari.

Jadi, dari tiga nama Imam Mahdi yang diyakini sekte Syiah tidak ada yang mencukupi syarat sebagaimana sabda nabi, yakni Muhammad bin Abdullah.

Kemunculan

Apalagi tentang ini. Jika kaum Sunni meyakini Imam Mahdi muncul di akhir zaman, maka bagi Syiah, Imam Al-Mahdi sudah ada sejak dulu.

Kita contohkan Syiah Imamiyah misalnya. Sekte Syiah yang ‘mendaulat’ Muhammad Al-Muntadzar sebagai Imam Mahdi ini berkeyakinan bahwa Muhammad Al-Muntazar adalah Imam Mahdi yang dijanjikan.

Akan tetapi, menurut penganut Syiah Dua Belas ini, pada tahun 329 H, sosok imam mereka itu dighaibkan oleh Allah SWT dari alam nyata dan akan hadir kembali di akhir zaman. Makanya di akhir namanya ada kata Al-Muntadzar yang bermakna “sosok yang dinantikan”

Kenapa Dijuluki Imam Mahdi?

Nama aslinya adalah Muhammad bin Abdullah (versi Sunni), Muhammad bin Al-Hanafiah (versi Syiah Kaisaniyah), Ismail bin Ja’far As-Shadiq (versi Syiah Ismailiyah) atau Muhammad bin Hasan Al-Askari (versi Syiah Dua Belas Imam).

Lalu kenapa ia dijuluki Imam Mahdi?
Imam Al-Mahdi sebenarnya adalah sebuah nama gelar sebagaimana halnya dengan gelar khalifah, amirul mukminin dan sebagainya. Imam Al-Mahdi jika diartikan secara bebas bermakna “Pemimpin yang telah diberi petunjuk”. Dalam bahasa Arab, kata Imam berarti “pemimpin”, sedangkan Mahdi berarti “orang yang mendapat petunjuk”.

Ciri-cirinya

Sejak dulu, banyak kelompok yang mengaku gerakan Al-Mahdi dan mengklaim pemimpin mereka adalah Imam Al-Mahdi. Namun untuk mengetahui Imam Al-Mahdi yang sebenarnya, harus dikembalikan kepada ciri-ciri yang telah digambarkan oleh Nabi baik ciri fisik maupun sifat atau karakternya.

Fisik Imam Mahdi

Sebagaimana umumnya keturunan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, yang tampan dan berhidung mancung, begitu pulalah ciri fisik dari Imam Al-Mahdi. Tentang hal ini sebagaimana disebutkan dalam hadis riwayat Imam Abu Dawud

المهدي مني أجلى الجبهة أقنى الأنف يملأ الأرض قسطاً وعدلاً كما مُلئت جوراً وظلماً يملك سبع سنين

“Al-Mahdi berasal dari keturunanku, dahinya lebar, hidungnya mancung. Dia akan memenuhi bumi ini dengan keadilan, setelah sebelumnya penuh dengan kekejaman dan kezaliman. Dia akan menguasai dunia ini selama tujuh tahun.” (HR. Abu Dawud)

Sifat atau Karakter Imam Mahdi

Menurut Syaikh Ali Jum’ah, di antara tanda Imam Al-Mahdy adalah Allah akan menanamkan cinta dalam hati umat Islam kepadanya (an yulqiyallah fi qulubihim al-mahabbah). Ini adalah ciri yang penting untuk mengidentifikasi Al-Mahdy

Karena telah banyak kelompok yang mengaku sebagai gerakan Al-Mahdi. Mereka meyakini pemimpinnya adalah Al-Mahdi. Padahal, mereka hanya membaca sebagian tanda-tanda Al-Mahdi.

Kemudian secara lebih lengkap inilah 10 ciri sifat atau karakter yang melekat pada Imam Al-Mahdy

  1. berasal dari Ahli Bait
  2. kedatangannya akan menguatkan agama Islam
  3. meratakan keadilan
  4. diikuti umat Islam
  5. menguasai negeri-negeri Islam
  6. Dia sendiri tidak mau dipanggil Al-Mahdy, tapi orang-orang-orang membai’atnya
  7. bergelar Al-Mahdy
  8. kemunculannya diikuti kemunculan Dajjal
  9. lalu kemunculan Nabi Isa
  10. Isa menjadi makmum Al-Mahdy dalam shalat
Baca Juga:  Ini Ciri-ciri Ulama Su’ yang Perlu Kamu Ketahui

Waktu & Tempat Munculnya

Kapan dan di manakah Imam Al-Mahdi akan muncul? Jawabannya hanya Allah yang tahu. Karena Imam Al-Mahdy sebagai bagian penting dari amaratus sa’ah adalah rahasia Allah sebagaimana Kiamat itu sendiri.

Namun Nabi, diikuti para ulama memberikan kisi-kisi perihal kemunculan Imam Al-Mahdy ini.

Waktu Imam Mahdi Muncul

Sebagaimana yang disebutkan dalam beberapa hadis termasuk yang diriwayatkan Imam Abu Daud yang telah saya sebutkan di atas, Imam Al-Mahdy akan muncul di saat dunia dipenuhi dengan kekacauan dan kedzaliman.

Ketika dunia berada pada puncak kekacauan dan kedzaliman, saat itulah Imam Al-Mahdy dimunculkan oleh Allah di tengah-tengah umat sebagai pemimpin yang akan menumpas kezaliman dan menggantinya dengan keadilan dan kesejahteraan.

Tempat Imam Mahdi Muncul

Sama dengan waktu kemunculannya, tentang dari manakah Imam Mahdi akan muncul, sebenarnya tidak ada riwayat Shahih yang secara sharih menjelaskannya. Namun para ulama kemudian menyimpulkan berdasarkan hadis yang diriwayatkan Imam Ibnu Majah, bahwa Imam Al-Mahdy akan muncul dari arah Timur Jazirah Arab.

Hanya itulah hadis tentang tempat munculnya Imam Al-Mahdy, yakni dari arah Timur Jazirah Arab. Namun, sekali lagi, tidak disebutkan secara pasti nama tempat apalagi nama negaranya.

Tugas Imam Mahdi

Secara umum, Imam Mahdi ditugaskan oleh Allah untuk mengembalikan dunia yang dalam keadaan kacau dan penuh kedzaliman menjadi penuh keadilan dan kesejahteraan.

Dalam hadist yang bersumber dari Sa’id Al-Khudri, Imam Al-Mahdy akan memimpin selama 7 atau 8 atau 9 tahun. Semasa kepemimpinannya Imam Mahdi akan membawa kaum muslimin untuk memerangi kezaliman, hingga satu demi satu kedzaliman akan tumbang takluk dibawah kekuasaanya. Saat itulah, kesejahteraan sebenarnya akan dirasakan oleh ummat Nabi Muhammad.

يكون في أمتي المهدي إن قصر فسبع وإلا فتسع تنعم فيه أمتي نعمة لم يسمعوا بمثلها قط، تؤتى أكلها ولا تترك منهم شيئاً والمال يومئذ كرؤوس يقم الرجل فيقول يا مهدي أعطني فيقول خذ

“Akan datang pada umatku Al-Mahdi. Bila masanya pendek, maka tujuh tahun. Kalau tidak pendek, maka sembilan tahun. Maka umatku pada masa itu diberi kenikmatan dengan kenikmatan yang tidak pernah mereka rasakan yang semacam itu sama sekali. Mereka diberi rizki yang luas. Mereka tidak menyimpan sesuatu pun. Harta saat itu berlimpah sehingga seseorang bangkit dan mengatakan: ‘Wahai Mahdi, berilah aku.’ Diapun menjawab: ‘Ambillah’.”

Demikianlah penjelasan tentang ciri-ciri Imam Al-Mahdy beserta penjelasan lengkap lainnya yang berkaitan dengan keturunan Rasulullah yang namanya dan nama bapaknya persis sama dengan nama Rasulullah.

Beliaulah kelak yang akan menjadi pemimpin akhir zaman yang akan mengisi dunia dengan keadilan dan kesejahteraan sebelum tibanya hari Kiamat.

Jika kita ditakdirkan oleh Allah masih hidup hingga zaman saat ia muncul, marilah berdoa. Semoga kita bisa mengenali, berbaiat kepadanya dan menjadi orang-orang beriman yang berada dalam barisan pasukannya. Amin!

Faisol Abdurrahman