Ini Ganjaran Menyantuni Anak Yatim! Dijamin Masuk Surga Lho!

Ini Ganjaran Menyantuni Anak Yatim! Dijamin Masuk Surga Lho!

PeciHitam.org – Nabi Muhammad SAW sangat sayang kepada anak yatim sekaligus orang yang menyantuninya. Bahkan beliau bersabda: ana wakaafilul yatiim, kahaataini fil jannah; saya bersama dengan orang yang mau menyantuni anak yatim, kelak senantiasa berdampingan di surga.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Demikian disampaikan KH Achmad Chalwani Nawawi, Pengasuh Pondok Pesantren An-Nawawi.

Beliau melanjutkan, Suatu ketika, ada seorang lelaki yang mengadu kepada Nabi Muhammad saw. Jaa rajulun yasqu qaswata qalbihi ilannabi. Nabi, hati saya keras. Berkali-kali saya menerima nasehat, tak pernah saya laksanakan. Saya mohon petunjuk agar hati saya lembut. Nabi pun menjawab, kamu mesti menyantuni anak yatim, dan usaplah kepalanya, kata Nabi, seperti ditirukan KH. Achmad Chalwani.

“Jadi, memberi sedekah anak yatim, kemudian mengusap kepalanya, ini perintah Nabi, rambut anak yatim yang kita usap dengan telapak tangan, menjadi perantara hati kita semua dilembutkan oleh Allah SWT. dan mudah menerima aspirasi,” terang Kiai Chalwani.

Dikatakan, hal yang perlu dilakukan, pertama, mengasihi anak yatim, kedua mengusap kepala anak yatim, dan ketiga, ‘wa at’imhu min tha’aamik,’ ambil sebagian makananmu, ambil sebagian hartamu, sebagian APBD-mu, ambil sebagian gaji tunjanganmu bagi DPR, berikan kepada anak yatim.

Baca Juga:  Tanda Tanda Orang yang akan Menghadapi Sakaratul Maut

Jika bisa menyantuni anak yatim, lanjut Kiai Chalwani, menirukan Sabda Nabi, yalin qalbuka wa tudrik hajatak, lembut hatimu dan berhasil obsesimu. Jika ingin keinginan dan obsesinya dikabulkan Allah SWT, bersedekahlah kepada anak-anak yatim. Ini pesan (wanti-wanti) dari Nabi Muhammad SAW.

Kiai Chalwani juga mengingatkan agar tradisi menyantuni anak yatim jangan sampai dilupakan. Para ulama-ulama yang berhasil, katanya, semuanya menyantuni anak yatim.

Adapun tokoh lainnya, Moch Eksan mengatakan, tak bisa dipungkiri, lingkaran hidup sebagian banyak anak yatim hanya berkutat dengan keprihatinan. Sudah kehilangan orang tua, mereka masih menderita hidupnya. Bahkan tak jarang mereka jadi anak terlantar, nestapa.

Karena itu, menurut dia, uluran tangan masyarakat sangat diharapkan untuk membantu mengurangi beban hidup dan derita mereka.

Menurut Eksan, menyantuni anak yatim, selain bernilai sosial, juga bernilai ibadah. Lebih- lebih Nabi Muhammad disebut sangat dekat dengan anak yatim. Kedekatan antara keduanya, oleh Nabi Muhammad sendiri diibaratkan jari telunjuk dan ibu jari.

Baca Juga:  Berkah Sholawat, Salah Satu Kunci Terkabulnya Doa

“Itu artinya apa? Artinya membantu anak yatim, berarti membantu orang yang sangat disayang Nabi,” katanya.

Oleh karena itu, para masyarakat dan para dermawan tidak perlu khawatir hartanya akan hilang begitu saja jika membantu anak yatim.

“Harta yang disedekahkan, tidak ada ceritanya itu hilang, apalagi untuk anak yatim. Justru itulah harta yang kekal, harta yang sesungguhnya kita punya,” jelasnya.

Penulis beberapa buku itu menambahkan, sesuai dengan UUD 45 pasal 34 (1) disebutkan bahwa anak terlantar dan fakir miskin dibiayai oleh negara. Kendati demikian, masyarakat secara moral juga punya tanggungjawab untuk berperan dalam mengentas mereka dari ketidak berdayaan.

“Pemerintah wajib dan bertanggung jawab atas kehidupan orang miskin dan terlantar, termasuk anak yatim. Walaupun begitu, kita masyarakat juga wajib bantu mereka,” urainya.

Kesimpulan yang dapat kita pahami, menyantuni anak yatim merupakan salah satu perilaku atau kebiasaan yang dicintai Rasulullah. Alangkah baiknya jika dalam beribadah tidak hanya berfokus kepada Allah semata, akan tetapi sesama manusia dan lingkungan. Salah satu bentuk yang bisa kita lakukan dalam rangka beribadah tersebut ialah menyantuni anak yatim. Semoga artikel kali ini bermanfaat dan meningkatkan kualitas keimanan kita kepada Allah SWT. Amiin..

Baca Juga:  Islam Agama yang Ramah, Bukan Agama yang Marah-marah
Mohammad Mufid Muwaffaq

Leave a Reply

Your email address will not be published.