Inilah 73 Firqah dalam Islam sebagaimana Sabda Nabi Menurut Sayyid Abdurrahman Ba’lawi

Inilah 73 Firqah dalam Islam sebagaimana Sabda Nabi Menurut Sayyid Abdurrahman Ba'lawi

PECIHITAM.ORG – Sebagaimana telah maklum dalam beberapa sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam bahwa ada 73 firqah dalam Islam. Salah satu hadis yang menerangkan ini adalah riwayat Imam Tirmidzi

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

إِنَّ بَنِي إِسْرَائِيلَ تَفَرَّقَتْ عَلَى ثِنْتَيْنِ وَسَبْعِينَ مِلَّةً وَتَفْتَرِقُ أُمَّتِي عَلَى ثَلاَثٍ وَسَبْعِينَ مِلَّةً كُلُّهُمْ فِي النَّارِ إِلاَّ مِلَّةً وَاحِدَةً قَالُوا وَمَنْ هِيَ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ مَا أَنَا عَلَيْهِ وَأَصْحَابِي ‏

Sesungguhnya Bani Israil telah terpecah menjadi 72 milah (firqah) dan umatku juga akan terpecah menjadi 73 firqah. Semuanya masuk neraka kecuali satu. Sahabat-sahabat yang mendengar ucapan ini bertanya, “Siapakah yang satu itu wahai Rasulullah?” Nabi menjawab, “Yang satu itu ialah orang yang berpegang sebagaimana peganganku dan sahabat-sahabatku. (HR Tirmidzi)

Mengomentari sabda Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wa Sallam yang banyak diriwayatkan oleh para ahli hadis tersebut, Mufti Syaikh Sayyid Abdurrahman bin Muhammad bin Husein bin Umar yang populer dengan sebutan Ba’lawi menjelaskan dalam kitab Bughyatul Mustarsyidin, tepatnya pada halaman 398. Beliau mengatakan 72 dari 73 firqah di atas berpangkal pada 7 firqah berikut:

1). Aliran Syiah
Syiah adalah aliran yang berlebihan dalam memuja Sayyidina Ali karamallahu wajhah hingga mereka tidak mengakui khalifah-khalifah yang lain, semisal Abu Bakar, Umar dan Utsman radhiyallahu anhum.

Bahkan banyak dari mereka yang menghina tiga khalifah. Yang paling parah, ada sebagian dari penganut firqah ini yang mengatakan bahwa Allah telah salah memilih Nabi Muhammad sebagai nabi.

Karena menurut keyakinan mereka yang seharusnya dijadikan nabi dan mendapatkan wahyu dari Allah melalui Malaikat Jibril adalah Ali bin Abi Thalib, bukan Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Firqah atau aliran Syiah ini kemudian terpecah menjadi 22 aliran.

Baca Juga:  Hadis Kepengurusan Perempuan dalam Berbagai Hal, Bagaimanakah Penjelasannya?

2). Kaum Khawarij
Mereka adalah orang yang berlebihan dalam membenci Sayyidina Ali Bin Abi Thalib, bahkan ada diantara mereka yang mengkafirkan Sayyidina Ali lantaran Sayyidina Ali dianggap telah mengambil keputusan tidak berdasarkan hukum Allah.

Firqah ini menyatakan bahwa orang yang melakukan dosa besar tidak bisa dikatakan lagi sebagai seorang mukmin, melainkan dikatakan sebagai orang kafir.

Firqah ini awalnya adalah pendukung fanatik Ali Bin Abi Thalib, namun mereka kemudian kecewa karena Ali Bin Abi Thalib melakukan arbitrase (tahkim) dengan Muawiyah bin Abi Sufyan. Dari sinilah, kemudian mereka disebut sebagai Kaum Khawarij yang artinya orang-orang yang keluar. Kaum Khawarij ini kemudian terpecah menjadi 20 aliran.

3). Aliran Mu’tazilah
Aliran ini merujuk pada kaum yang mempunyai paham bahwa Tuhan tidak mempunyai sifat, bahwa manusia mempunyai kekuasaan untuk melakukan perbuatannya sendiri yang bersifat ikhtiari.

Aliran ini juga meyakini bahwa Tuhan tidak bisa dilihat dengan mata dalam Surga, juga berkeyakinan bahwa orang yang mengerjakan dosa besar diletakkan pada satu tempat di antara dua tempat (Al-Manzilah Bainal Manzilatain).

Keyakinan mereka yang lainnya adalah bahwa Mi’raj yang dilakukan Nabi Muhammad hanya dengan ruh saja bukan dengan ruh dan jasad, sebagaimana kayakinan Ahlussunnah wal Jamaah bahwa nabi Mi’raj adalah dengan jasad dan ruhnya.

Dalam perkembangannya, aliran yang menngedepan logika dan pernah menjadi madzhakemudian salah sati dinasti pada masa silam ini kemudian terpecah menjadi 20 aliran.

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 22-23 - Kitab Iman

4). Aliran Murji’ah
Orang-orang Murji’ah berkeyakinan bahwa melakukan maksiat tidak memberi mudharat kalau pelaku beriman. Begitu juga sebaliknya, amal baik yang dilakukan seseorang tidak membawa dampak manfaat kalau ia seorang yang kafir. Aliran Murji’ah ini kemudian terbagi dalam lima aliran atau kelompok.

5). Aliar Najariah
Yaitu kaum yang berkeyakinan bahwa perbuatan manusia adalah makhluk yakni dijadikan Tuhan tetapi mereka berpendapat bahwa sifat Tuhan itu tidak ada. Aliran Najariyah ini kemudian terpecah menjadi tiga aliran.

6). Aliran Jabariyah
Aliran ini mempunyai keyakinan bahwa manusia adalah majbutr (terpaksa), tidak mempunyai daya apa-apa. Kasab atau usaha manusia sama sekali tidak ada. Aluran ini hanya ada satu aliran, tidak terpecah-pecah lagi.

7). Kaum Musyabbihah
Yaitu kaum yang berkeyakinan bahwa ada keserupaan Tuhan dengan manusia, misalnya bahwa Allah itu mempunyai tangan, mempunyai kaki, duduk di kursi layaknya duduknya manusia, naik ke tangga, turun tangga dan lain dan lain sebagainya. Kaum ini hanya terdiri dari satu aliran saja

Tujuh golongan atau firqah dalam Islam yang telah disebutkan di atas dengan beberapa firqah-firqah kecil di dalamnya jumlahnya adalah 72. Rinciannya adalah: aliran Syiah sebanyak 7 aliran; Kaum Khawarij terdapat 20 aliran; Muktazilah 20 aliran. Murji`ah 5 aliran. Najariyah 3 aliran. Jabariyah satu aliran. Dan musyabbihah satu aliran.

Jumlahnya 72. Dan jumlah 72 golongan ini adalah jumlah firqah yang tidak selamat, sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa Sallam yang disebutkan di awal yang mengabarkan akan adanya 73 firqah dalam Islam

Baca Juga:  Hadits Shahih Al-Bukhari No. 589 – Kitab Adzan

Kemudian sisa 1 firqah lagi untuk melengkapi 73 firqah dalam Islam. Dan yang 1 firqah ini adalah yang disebut dengan firqah yang selamat atau firqah Ahlussunnah wal Jamaah, yaitu firqah yang senantiasa istiqomah di atas kebenaran, berpegang pada ajaran Nabi dan sahabat sampai hari kiamat, sebagaimana sabda Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa Sallam yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari

لا تزال طائفة من أمتي ظاهرين حتى يأتيهم أمر الله وهم ظاهرين

Akan ada segolongan dari umatku yang tetap atas kebenaran sampai hari kiamat dan mereka tetap atas kebenaran itu. (HR Bukhari)

Jika kemudian Anda bertanya-tanya, dimanakah kaum Qadariyah, Bahaiyah dan Ahmadiyah Qadaniyah, kenapa tidak disebutkan dalam 72 firqah yang sesat di atas?

Maka jawabannya adalah Qadariyah adalah termasuk dalam kategori Muktazilah. Bahaiyah dan Ahmadiyah Qadaniyah masuk dalam golongan Syi’ah. Dan pengikut Ibnu Taimiyah masuk dalam golongan kaum musyabbihah, begitu juga kaum Wahabi. Demikian. Wallahu a’lam bisshawab! (Disadur dari I’tiqad Ahlussunnah wal Jamaah, karangan KH. Sirajuddin Abbas)

Faisol Abdurrahman