Inilah Amalan Agar Dekat dengan Rasulullah di Hari Kiamat Kelak

amalan agar dekat rasulullah

Pecihitam.org – Setiap orang yang beragama Islam, pasti merindukan jumpa dengan baginda Rasul, entah hanya sekedar berjumpa lewat mimpi. Namun rupanya, Rasulullah telah memberikan bocoran tentang amalan agar seseorang bisa bertemu dan dekat dengan beliau di hari kiamat kelak. Bagaimana caranya? Simak penjelasan beriku!

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dalam riwayat al-Tirmidzi dari Jabir ra, bahwa Rasul SAW bersabda

إِنَّ مِنْ أَحَبِّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبِكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ أَحَاسِنَكُمْ أَخْلَاقًا وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي مَجْلِسًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ وَالْمُتَفَيْهِقُونَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَدْ عَلِمْنَا الثَّرْثَارُونَ وَالْمُتَشَدِّقُونَ فَمَا الْمُتَفَيْهِقُونَ قَالَ الْمُتَكَبِّرُونَ

“Sesungguhnya di antara orang yang paling aku cintai dan yang tempat duduknya lebih dekat kepadaku pada hari kiamat ialah orang yang akhlaknya paling bagus. Dan sesungguhnya orang yang paling aku benci dan paling jauh tempat duduknya dariku pada hari kiamat ialah orang yang paling banyak bicara (kata-kata tidak bermanfaat dan memperolok manusia).” Para shahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, siapakah orang yang paling banyak bicara itu?” Nabi menjawab: “Yaitu orang-orang yang sombong.”

Hadits tersebut kualitasnya shahih, dan ada beberapa riwayat lain yang menguatkannya. Maka, tidak perlu ragu lagi, bahwa orang yang duduk bersanding dengan Rasullullah kelak adalah, mereka yang mempunyai akhlak yang bagus. Dan yang paling jauh dengan Rasul adalah orang-orang yang sombong yaitu orang yang banyak bicara namun tidak ada manfaatnya.

Baca Juga:  Inilah Mukjizat Nabi Daud As yang Tidak Dimiliki oleh Para Nabi Sebelumnya

Rasul diutus di muka bumi ini pun bertujuan untuk menyempurnakan akhlak manusia, agar menjadi pribadi yang baik. Dalam riwayat al-Baihaqi disebutkan

عَنْ أَبِى هُرَيْرَةَ رَضِىَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: إِنَّمَا بُعِثْتُ لأُتَمِّمَ مَكَارِمَ الأَخْلاَقِ.

Dari Abu Hurairah ra berkata, bahwa Rasulullah SAW bersabda, ” Sesungguhnya aku diutus untuk menyempurnakan akhlak para manusia”

Jadi, sesungguhnya akhlak mulia adalah sasaran Rasul SAW kepada umatnya. Maka tidak heran, jika beliau pun akan duduk bersama mereka di hari kiamat kelak. Dan yang dimaksud dengan duduk adalah bersama Rasul menuju surga. Maka, merekalah salah satu umat yang akan mendapat syafaat di hari kiamat.

Baca Juga:  Merugilah Jika Seseorang Harus Menunda Haji Karena Bisnis

Tidak susah menjadi seorang yang berakhlak baik, cukup lakukan apa yang pantas untuk dilakukan. Seperti contoh ketika berhadapan kepada yang lebih tua, maka harus menghormati, berbicara dengan bahasa yang satun. Tidak susah bukan? Sebab pergaulan begitu juga tetu menjadi etika yang memang harua dilakukan oleh semua orang.

Dari pada sering ngomongin orang, sering mengumbar fitnah, selain dapat merugikan orang lain. Tentu, itu juga dapat merugikan diri sendiri, sebab orang akan berfikir bahwa apa yang ia ucapkan adalah bohong. Karena, sekali saja orang melakukan kebohongan, maka sulit bagi orang lain untuk mempercayainya.

Begitulah cerminan orang berakhlak baik dan tidak. Jadi intinya, saat seseorang berakhlak dan berbuat baik kepada orang lain,tentu ia akan mendapat balasan yang sama. Begitu juga sebaliknya, saat ia berbuat buruk, maka balasan keburukan pula yang akan ia terima.

Baca Juga:  Tips Memilih Presiden yang Baik di 17 April 2019 Ala Buya Yahya

Dari uraian diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa amalan agar dapat dekat dengan Rasulullah di hari kiamat kelak adalah, dengan menjadi pribadi yang berakhlak baik. So, Jangan bosan untuk berbuat baik kepada orang lain, karena kau akan memetik kebaikan itu sendiri. Semoga bermanfaat. Wallahu A’lam bisshowab.

Nur Faricha