Inilah Ciri Ciri Ulama Menurut Tafsir Al Quran

ciri ciri ulama menurut al quran

Pecihitam.org – Istilah ulama sendiri merujuk kepada seseorang yang mumpuni dalam bidang ilmu agama, berakhlak baik dan menjadi teladan bagi masyarakat. Ulama adalah yang dalam kehidupan sehari-harinya diisi dengan hal-hal yang bermanfaat dan keberadaannya mendatangkan rahmat. Apa yang mereka ucapkan adalah fatwa yang menyejukkan, mereka bertujuan merangkul bukan memukul.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Habib Luthfi bin Yahya pernah menyebutkan hadits riwayat Ad Dailami dari Anas ra., Rasulullah SAW bersabda: “Ikutilah para ulama karena sesungguhnya mereka adalah pelita-pelita dunia dan lampu-lampu akhirat.” (HR.Ad Dhailami).

Menurut Profesor Quraish Shihab konsep ulama menurut beliau adalah seorang yang memiliki pengetahuan yang jelas terhadap agama, Al-Qur’an dan Fenomena alam. Pengetahuan tersebut mengantarkan seseorang memiliki rasa takut kepada Allah. Ulama juga memiliki kedudukan sebagai pewaris Nabi yang mampu mengemban tugas-tugasnya serta memiliki derajat yang tingggi disisi Allah.

Di dalam Al-Qur’an, kata ulama disebutkan dalam surat Fathir ayat 28, yang dimaksud ulama pada ayat ini adalah:

إنّما يخش الله مِن عباده العلماءُ

Baca Juga:  Kumis dan Jenggot dalam Islam, Benarkah Harus Dipelihara?

“Hanya saja yang takut kepada Allah dari sekian hamba-Nya adalah ulama.” (QS.Fathir:28)

Ayat diatas tidak ada keterangan mengenai ciri-ciri ulama, namun menurut ulama besar tafsir Al-Qasimi menjelaskannya tentang ciri-ciri ulama yang dimaksud dalam Al Quran surat Al-Fathir ayat 28:

إنما يخشاه تعالى بالغيب، العالمون به عز وجل، وبما يليق به من صفاته الجليلية, وأفعاله الجميلة؛ لما أن مدار الخشية معرفة المخشي والعلم بشؤونه، فمن كان أعلم به تعالى، كان أخشى منه عز وجل. كما قال عليه الصلاة والسلام أنا أخشاكم لله وأتقاكم له

“Ulama adalah mereka yang takut kepada Allah, meskipun tidak melihatnya. Mereka juga memahami sifat keagungan dan perbuatan baik yang layak bagiNya karena titik tumpu dari rasa takut ini adalah pengenalan atas zat yang ditakuti dan mengerti kondisi-Nya. Orang yang lebih mengenal-Nya , maka ia yang paling takut diantara kamu kepada Allah, dan aku yang paling bertakwa di antara kalian.” (Syekh M. Jamaludidin Al-Qasimi, Tafsirul Qasimi atau Mahasinul Ta’wil).

Menurut beliau ulama memiliki beberapa tingkatan, pada ayat 28 surat Fathir ini adalah tingkatan ulama yang sudah pada taraf Ma’rifatullah. Takut yang dimaksudkan adalah bukan ketakutan akan siksa, namun rasa takut karena rasa tunduk dan menyerah ketika membayangkan keagungan milik Allah dan telah mengalami pengalaman batin secara sadar.

Baca Juga:  Mengapa Waktu Terasa Begitu Cepat? Ternyata Inilah Tanda Akhir Zaman

Orang yang belum memiliki kesadaran akan keagungan Allah adalah orang yang belum memiliiki rasa takut kepada Allah. Sedangkan pendapat Ibnu Rojab al Hambali dalam kitab “Bayaan Fadhl Ilmi as Salaf Alaa Ilmi al Kholaf” pernah menjelaskan tentang ciri-ciri ulama yaitu;

Pertama, mereka tidak merasa punya kedudukan tinggi, hati mereka membenci pujian, tidak pernah menyombongkan diri terhadap siapapun, karena seorang ulama itu setiap kali bertambah ilmunya semakin tawadhu (rendah hati) kepada Allah. Semakin luas ilmunya semakin tunduk dirinya, dan semakin toleran sikapnya

Kedua, tidak pernah merasa dirinya memiliki ilmu, mereka tidak pernah merasa bangga dihadapan orang lain, dan tidak menganggap orang lain bodoh, kecuali kepada orang yang menentang ajaran Nabi dan pewarisnya. Mereka tidak pernah marah kecuali karena kepentingan Allah, bukan kepentingan dirinya.

Baca Juga:  Biografi Syekh Burhanuddin Al Zarnuji Pengarang Ta'limul Muta'alim

Maka dapat diambil kesimpulan bahwa ciri ciri ulama menurut Al Quran adalah mereka yang memiliki ilmu yang luas, namun tidak menjadikannya sombong dan berbangga diri, memiliki sifat tawadu’, memiliki rasa takut kepada Allah. Tidak pernah merasa bahwa dia memiliki ilmu. Semakin tinggi ilmunya semakin luas pemikirannya dan semakin dalam rasa toleransinya.

Wallahua’lam bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik