Inilah Keutamaan Menebarkan Salam dalam Islam

menebarkan salam

Pecihitam.org – Mengucapkan salam dalam Islam bisa dikatakan sebagai simbol keamanan dan ketentraman, sekaligus sebagai sarana guna saling mengenal hingga menumbuhkan cinta diantara sesama, menghilangkan buruk sangka, dendam maupun kebencian.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Maka tak heran jika sebagai umat Islam kita di sunnahkan untuk saling menebarkan salam saat bertemu ditempat mana saja, yang tentu perbuatan ini sangat ringan untuk dilakukan dan tidak amat membebani.

Sebagaimana Allah Ta’ala berfirman

Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, Maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memperhitungankan segala sesuatu. (QS. An Nisa [4]: 86)

Pada ayat diatas, tentu penghormatan yang dimaksud ialah mengucapkan salam Assalamu’alaikum. Maka alangkah mulianya ajaran Islam itu dikarenakan kita dituntut untuk memberikan penghormatan yang lebih ketika orang lain hendak melakukan penghormatan kepada kita.

Dalam hal ini Islam sangat mengapresiasi penghormatan kita dengan keutamaan keutamaan yang banyak dijelaskan dalam Hadits, diantaranya, dari Abdullah bin Amru bin al ‘Ash r.a., ia menceritakan:

Seorang lelaki bertanya kepada Rasulullah  “Islam apa yang paling baik?” Beliau menjawab “Kamu memberi makan orang lain dan mengucapkan salam kepada orang yang kamu kenal dan yang tidak kamu kenal” (HR. Bukhari, Muslim dan lainnya)

Kemudian dipertegas dari Abu Hurairah r.a., menyatakan bahwa Rasulullah Saw., bersabda;

Baca Juga:  3 Tingkatan Kenikmatan Alam Kubur yang Wajib Kita Ketahui

“Kalian tidak akan masuk Surga sebelum beriman dan kalian tidak akan beriman sebelum saling mencintai. Maukah aku tunjukan sesuatu yang apabila kalian melakukannya berarti kalian telah saling mencintai? Tebarkanlah salam diantara Kalian” (HR. Muslim, Abu dawud dan At Tirmidzi)

Sehingga hadits diatas secara tidak langsung telah menggambarkan bahwasanya menebarkan salam akan menumbuhkan cinta antar sesama, bagaimana tidak?

Tentu karena dengan salam-lah seseorang akan merasa tenang, tenteram, mendamaikan dua jiwa karena munculnya dialog yang berupa saling menyapa.

Dan yang lebih utamanya lagi ialah Rasulullah Saw., menginginkan kita selaku umatnya untuk beriman kepada Allah yang dimana salah satu syaratnya ialah saling mencintai antar sesama. Dan cinta ini hanya akan muncul ketika kita saling mengeratkan ikatan persuadaraan itu dengan saling mengucapkan salam.

Namun yang kadang menjadi pertanyaan ialah siapakah yang lebih berhak untuk memulai salam?

Etika mengucapkan salam yang menyangkut urutan yang lebih dulu mengucapkan salam, dijelaskan oleh Rasulullah Saw., bahwa mereka yang lebih dekat dengan Allah atau yang lebih beriman kepada Allah, dan tentu ini dinilai karena yang beriman kepada Allah adalah dia yang memang paham bahwa mengucapkan salam adalah bukti dari keberimanannya kepada Allah Swt.,

Baca Juga:  Muallaf di Era Modern, Haruskah Langsung Berdakwah? Mbok ya Sabar

sebagaimana yang disabdakan Nabi kepada Sahabatnya, yakni dari Umamah r.a., ia mengatakan bahwa Rasulullah pernah bersabda;

“Orang yang paling utama disisi Allah adalah orang yang lebih dulu mengucapkan salam” lantas seseorang bertanya “Ya Rasulullah, ada dua orang yang bertemu, siapakah yang lebih dulu memulai salam?” beliau menjawab “yang paling dekat dengan Allah” (HR. At Tirmidzi dan Abu Dawud, hadits ini dinilai sebagai hadits Hasan)

Sedangkan dalam Shahih Ibni Hibban yang diriwayatkan oleh Al Bazzar dan Ibnu Hibban;

Dari Jabir bin Abdullah r.a., ia menyatakan bahwa Rasulullah Saw., pernah bersabda “Orang yang naik kendaraan hendaklah mengucapkan salam kepada yang berjalan kaki, orang yang berjalan kaki hendaklah mengucapkan salam kepada orang yang duduk, dan apabila keduanya sama sama berjalan, yang lebih utama diantara mereka  adalah yang lebih dulu mengucapkan salam”

Namun yang perlu kita ketahui ialah mengucapkan salam tidak hanya dilakukan ketika hendak berjumpa atau bertemu, bahkan dalam perpisahan pun kita sebaiknya mengucapkan salam.

Hal ini pun dijelaskan oleh Rasulullah dalam Haditsnya yang dinilai Hasan, diriwayatkan oleh Abu Dawud, At Tirmidzi, dan Al Nasa’i dari Abu Hurairah r.a., bahwasanya Rasulullah Saw., bersabda

Baca Juga:  Berkeluh Kesah di Media Sosial Menurut Pandangan Islam

“Apabila salah seorang dari kalian sampai di suatu Majelis, hendaklah ia mengucapkan salam; dan apabila ia hendak pulang, hendaklah ia mengucapkan salam, dan orang yang pertama tidak lebih berhak dari orang yang terakhir”

Itulah sekilas keutamaan dan etika dalam menebarkan salam, semoga kita semua menjadi orang yang tiada lelah mengucapkan salam antar sesama. Sebagaimana dalam kitab Al Mu’jam Al Awsath yang diriwayatkan oleh Ath Thabrani, dari Abu Hurairah r.a., bahwasanya Rasulullah Saw. bersabda;

“Orang yang paling lemah adalah orang lemah (lalai) dalam berdoa, sedangkan orang yang paling pelit adalah orang yang pelit untuk menebarkan salam”

Rosmawati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *