Inilah Kitab kitab Tafsir dan Pengarangnya yang Populer Sepanjang Zaman

kitab kitab tafsir dan pengarangnya

Pecihitam.org – Semenjak awal turunnya Alquran menjadi pedoman utama umat islam. Banyak sekali yang mempelajari dan mengkajinya, maka kemudian banyak bercabang diseputar Alquran berbagai ilmu-ilmu turunan yang independen.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Selain itu juga banyak berbagai riset dan studi-studi spesialist ilmu-ilmu Alquran yang berkembang sangat pesat, di antara ulama ada yang menggeluti ilmu tafsir Alquran dan usulnya serta memperdalam makna kandungannya.

Dari sini banyak sekali karya kitab-kitab tafsir dan ulama pengarangnya dari berbagai generasi yang dijadikan referensi oleh berbagai kalangan, terutama umat islam.

Dan selain ulama-ulama generasi dahulu, terdapat pula kitab-kitab tafsir Al-Quran dan para ulama pengarangnya dari Nusantara. Sebut saja seperti KH. Bisri Musthafa dengan Tafsir al-Ibriz, Prof. Qurais Syihab dengan tafsir Al-Misbah dan masih banyak yang lain.

Terkait ilmu Tafsir Al-Quran, berikut adalah 10 Kitab-kitab Tafsir dan pengarangnya yang paling populer sepanjang zaman:

1. Tafsir at-Thabari

Kitab Tafsir ini merupakan pelopor kitab-kitab tafsir yang dicetak hingga saat ini. Ia adalah kajian ilmiah yang sempurna tentang ilmu tafsir, asyik dibaca oleh siapa saja tertuma pemerhati tafsir. Kitab ini memaparkan keterampilan ilmu tafsir yang mungkin tidak akan ditemuakan di dalam kitab-kitab tafsir yang panjang sejenisnya.

Penulisnya adalah Imam Muhammad bin Jarir a-Thabari, seorang ulama ahlussunnah wal jamaah yang telah memadukan berbagai jenis ilmu pengetahuan.

Beliau begitu cemerlang pada setiap cabang ilmu yang digelutinya sehingga disebut sebagai ulama langka yang menguasai berbagai ilmu pengetahuan sepertinya. Ia adalah tokoh fiqh, tafsir, hadits, ahli bahasa, dan sejarahwan yang jujur terpercaya.

Secara umum kitab tafsir ini istimewa karena kesempurnaan metodeloginya dan sangat matang dari segi aqidah. Di antara metodeloginya adalah pengayaan dan pemilihan materi-materinya, meriwayatkan perkataan-perkataan para ulama salaf di dalam kitab dengan sanad yang bersambung kepada penulisnya.

Imam at-Thabari memperkaya tafsirnya dengan materi-materi bahasa serta mendemonstrasikan kepiawaian bahasa Arabnya dalam menjelaskan arti kata perkata serta makna yang terselubung dari ayat-ayat gharib Alquran. Tafsir ini juga istimewa karena apik dan runtun metodeloginya dari awal sampai akhir kitab.

2. Tafsir al-Kassyaf

Tafsir Al Kassyaf merupakan pelopor dalam retorik atau kefasihan Alquran. Dengan kata-kata anggun akurat mungkin tidak dapat dipahami maksudnya oleh sebagian pengkaji tafsir. Keistimewaan ini adalah ciri khas yang paling menonjol di dalam Tafsir Al Kassyaf, dan anda yang datang belakangan mendapatkan sesuatu dari manfaat yang besar. Tentu beberapa dari pemerhati mengakui akan hal itu dan sebagian dari mereka menyangkal.

Baca Juga:  Kisah Asiyah binti Muzahim, Istri Firaun yang Dijamin Masuk Surga

Satu hal yang disayangkan dari tafsir ini adalah pengarangnya Azzamakhsyary (wafat 538 H) merupakan penganut berat aliran Muktazilah dan fanatik dengan ke-Muktazilah-annya dalam berbagai hal.

Oleh karena itu ia cenderung mengedepankan pemahaman Muktazilahnya pada kajian-kajian detail. Akan tetapi para ulama dan pemerhati-pemerhati tafsir setelahnya telah merefisinya secara cermat, dan memberikan komentar, penjelasan, serta peringatan pada kajian-kajian yang terdapat kesalahan dari sisi aqidah. Lalu menonjolkan sisi retoris dan kefasihan yang menjadi keistimewaannya.

3. Tafsir al-Muharrirul Wajiez

Kitab tafsir Al-Muharrirul Wajiez ini telah membuat masyarakat Barat Islam dan Andalusia bangga atas saudara-saudaranya di negara-negara Arab dan Timur Islam.

Kepopuleran kitab ini dan nilai ilmiahnya yang tinggi menjadikan nama besar al-Qadhi Abu Mohamed Abdelhaq bin Abu Bakar Ghalibbin Abderrahman bin Ghalib bin Abderrauf bin Tamam bin Abdellah bin Tamam bin Athiyyahbin Khalib bin Athiyyah al-Mahariby alias Ibn Athiyah al-Andalusy (481-541 H) masyhur dikalangan ulama di Timur dan Barat Islam sebagai tokoh tafsir besar dunia.

Tafsir Al Muharrirul Wajiez mulai ditulis ketika ia masih belia saat ayahnya masih hidup, dan meneruskan penyusunan dan merevisinya hingga ia berusia lanjut.

Lalu pada saat ia memperkenalkanpertama kali kitabnya itu maka tercengang para pakar dan berdecak kagum para pemerhati tafsir, sungguh sebuah kitab tafsir yang dahsyat.

Pemaparannya simpel dan redaksional sesuai dengan namanya; serta di dalamnya tampak kuat kepribadian Ibn Athiyah yang sangat pakar dan kritis.

Tafsir ini berbeda karena selain mengajarkan ilmu tafsir yang tinggi juga melatih pembacanya dalam mengevaluasi dan menetapkan bobot perkara.

4. Al-Jami’ Li Ahkamil Quran (Tafsir Al Qurthuby)

Tafsir Al Qurthuby yang fokus studi fiqih dan mengupas ayat-ayat hukum merupakan salah satu induk kitab tafsir. Disebut “Al Jami” yaitu karena memadukan di dalam tafsir penjelasan bahasa, bacaan, retorasi, dan sebagainya.

Akan tetapi penjelasan dari segi hukum fiqih mengambil porsi yang dominan maka kitabnya pun dikenal dengan tafsir ayat-ayat hukum.

Al Qurthuby benar-benar telah bekerja keras dalam merampungkan kitab ini, mengedit, menyusun, dan menfinishingnya.

Ia telah menghasilkan dari ujung penanya untuk para pemerhati dan peneliti inti sari dari perkataan-perkataan para pakar tokoh tafsir dan berbagai problematika mereka di dalam menafsirkan Alquran. Dan yang paling menonjol darinya bahwa dia adalah seorang penganut mazhab Maliki yang fanatik.

5. Tafsir al-Bahrul Muhith

Tafsir Al Bahrul Muhith Karya Abu Hayyan Al Gharnathy Al Andalusy (Wafat 745 H). Kitab tafsir satu ini merupakan refrensi ilmiah besar bagi yang ingin memperdalam ilmu nahwu, i’rab dan qiraat di dalam Alquran.

Baca Juga:  Bolehkah Seseorang Melakukan Ibadah Namun Mengharap Surga?

Tafsir “Bahrun Muhith” (Samudera nan luas) sebagaimana penulisnya menamakannya. Tafsir Al Bahrul Muhith adalah pusaka ilmu pengetahuan yang sangat berharga.

Tafsir ini memiliki banyak keistimewaan khususnya dalam bidang Tata Bahasa Arab dan Nahwu, begitupula dari sisi bacaan serta penjelasannya. Dan selain itu ia juga pelopor dibidang tafsir ayat-ayat hukum meskipun lebih menonjol dibidang Nahwu seperti telah dijelaskan.

6. Tafsir Ibnu Katsir

Tafsir Alquranul ‘Adzim Karya Ibn Katsir (Wafat 774 H). Tidak diragukan Tafsir Ibnu Katsir mendapatkan sambutan besar, karena riwayat penulisnya bersih secara aqidah dan mempunyai tanggungjawab ilmiah yang tinggi.

Kitab tafsir ini spesial menafsirkan Alquran dengan Alquran dan dari sisi ini ia menonjol dari kitab-kitab tafsir pendahulunya seperti At-Thabary, Ibn Athiyah, Al-Qurthuby, dan yang lain-lainnya, sebab ini pula yang menambah bobot ilmiah yang sangat penting bagi Ibnu Katsir.

Sebagaimana juga memfokuskan kitabnya dalam menafsirkan Alquran dengan As-sunnah sehingga nampak di dalam tafsir ini penuh dengan hadits-hadits dan riwayat-riwayat secara fenomenal.

Tafsir Ibn Katsir disebut sebagai kitab tafsir yang paling populer secara mutlak saat ini, jumlah edisinya amat banyak dan ringkasan-ringkasannya juga banyak sekali.

Kitab ini amat direkomendsikan kepada para penuntut ilmu tafsir untuk membaca tuntas dan mengulang-ulanginya jika ingin mendalaminya dengan sempurna. Ia adalah kitab tafsir yang paling representatif, jujur, dan terbaik yang kita ketahui hingga hari ini.

Cetakan kitab ini banyak sekali dan edisi terbaik yang beredar sekarang adalah cetakan dari Assyeikh & Co Publishing Cairo, dan cetakan Dar ‘Alamul Kutub Riyadh keduanya beredar di perpustakaan-perpustakaan besar dunia serta telah dicopy ke dalam PDF.

Ada pula cetakan dari tahqiq Dr. Hikmat Basyir Yasin oleh Dar Ibn Aljauzy. Kitab ini telah banyak ditulis dalam berbagai studi dari berbagai aspeknya seperti metodeloginya dalam tafsir dan sisi-sisi ilmiahnya yang lain.

7. Tafsir Jalallain

Tafsir al-Jalalain adalah kitab tafsir Alquran terkenal, yang awalnya disusun oleh Jalaluddin al-Mahalli mulai dari surah Al-Kahfi sampai pada surah An-Nas dan ditambahkan surah Al-Fatihah.

Al-Mahalli wafat tahun 864 H. sebelum menyelesaikan penulisan tafsir, dan kemudian dilanjutkan oleh muridnya Jalaluddin as-Suyuthi.

Sepeninggal gurunya, as-Suyuthi mulai menyambung tafsir dari surah Al-Baqarah hingga akhir surah Al-Israa, yang diselesaikan pada 10 Syawal 870 H. Maka dari sejak itulah kitab tafsir ini disebut Tafsir al-Jalalain, yaitu kitab tafsir yang ditulis oleh dua Jalal (guru dan murid).

Kitab tafsir ini umumnya dikategorikan sebagai kitab tafsir klasik Sunni yang banyak dijadikan rujukan, sebab dianggap mudah dipahami dan terdiri dari hanya satu jilid saja.

Baca Juga:  Ghibah dalam Islam, Pengertian dan Ancaman Bagi Pelakunya

Kitab ini sudah berulang kali dicetak, cetakan pertamanya oleh Penerbit Boulaq – Cairo Tahun 1280 H, kemudian cetakan kedua oleh penerbit yang sama Tahun 1298 H. Dan dicetak oleh Penerbit al-Bahiah, Cairo Tahun 1302 H. Selanjutnya dicetak oleh Penerbit al-Maimaniah, Cairo Tahun 1312 H.

8. Tafsir as-Suyuthi

Addarrul Mantsur Fittafsir Bil Ma’tsur Karya Assuyuthy (Wafat 911 H). Kitab tafsir ini sangat direkomendasikan bagi pemerhati yang ingin mendalami kajian tentang tafsir ayat-ayat dari atsar (perkataan-perkataan) ulama salaf, penulis Assuyuthy telah berusaha keras meliput berbagai materi tentang hal itu dengan langkah yang sangat jauh dan sukses, meskipun tidak mencakup seluruhnya karena keterbatasan kerja individu.

9. Tafsir at-Tahrir Wattanwir

Tafsir Attahrir Wattanwir Karya Syeikh Mohamed Atthahir bin ‘Achour (Wafat 1393 H). Tafsir ini meski penyusunannya di era belakangan namun merupakan ensklopedia ilmu pengetahuan dibidang tafsir dan menandingi tafsir-tafsir pendahulunya dari segi kepadatan, bobot ilmiah, editing, dan wawasan.

Penulisnya Syeikh Mohamed Atthahir bin Achour adalah seorang pakar yang cerdas, dan sangat jenius. Ia mulai menyusun tafsirnya setelah terlebih dahulu menguasai ilmu-ilmu tafsir, maka tafsirnya hadir mencerminkan bobot ilmunya dan kecerdasannya yang tinggi.

Ia telah mencerna habis tafsir Al Kassyaf dan segala tulisan yang berhubungan dengannya dari catatan kaki dan penjelasan kemudian memuatnya di dalam tafsirnya dengan uraian yang transparan dan penjelasan yang memuaskan.

Selain itu ia juga meletakkan istilah-istilah retoris dan beberapa komitmen yang sulit dicerna kecuali oleh orang-orang yang menggeluti bidang itu dan memahaminya.

10. Tafsir Adhwaul Bayan

Adhwaul Bayan fi Tafsiril Quran bil Quran, Karya Syeikh Mohamed al-Amin Assyanqithy (Wafat 1393 H). Kitab tafsir ini merupakan salah satu tafsir terbaik dunia dan paling tuntas dalam menafsirkan Alquran dengan Alquran secara Khusus.

Tafsir ini tiada tanding, kecuali yang telah disebutkan sebelumnya tentang keistimewaan tafsir Ibn Katsir pada segi tafsir Alquran dengan Alquran, akan tetapi ini special karena lebih menonjol.

Assyanqithy telah sukses menafsirkan Alquran dengan Alquran secara detail yang tak tertandingi oleh penulis siapa pun jua. Oleh karena itu peneliti menemukan berbagai keunikan tertentu dalam bidang ini yang tidak temukannya dari kitab tafsir lainnya.

Sebetulnya masih banyak sekali kitab-kitab tafsir yang ada namun di antaranya adalah 10 kitab-kitab tafsir dan pengarangnya tersebut diataslah yang paling populer dunia. Demikian semoga bermanfaat. Wallahua’lam Bisshawab.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik

Leave a Reply

Your email address will not be published.