Inilah Landasan Hukum Haramnya Menyentuh Al-Qur’an Ketika Hadas Menurut Madzhab Syafi’i

Inilah Landasan Hukum Haramnya Menyentuh Al-Qur'an Ketika Hadas Menurut Madzhab Syafi'i

PECIHITAM.ORG – Sebagaimana telah kita ketahui bersama bahwa Al-Qur’an merupakan kalamullah (firman Allah) SWT yang diturunkan ke dunia sebagai petunjuk bagi manusia. Oleh karena itu, Al-Qur’an harus diagungkan oleh seluruh umat Islam. Akan tetapi jika terjadi kasus di mana orang menyentuh Al-Qur’an ketika hadas.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Mengenai menyentuh Al-Qur’an ketika hadas adalah hukumnya adalah haram, baik hadas kecil maupun besar, baik menyentuh mushafnya, tulisannya langsung maupun hanya pinggiran kertasnya.

Hal ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam Surat Al-Waqiah dan hadis Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam riwayat Imam Ad-Darimi:

لَّا يَمَسُّهٗٓ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَۙ

tidak ada yang menyentuhnya selain hamba-hamba yang disucikan. (QS. Al-Waqiah ayat 79)

أن رسول الله صلى الله عليه وسلم كتب إلى أهل اليمن أن لا يمس القرآن إلا طاهر

Sesungguhnya Rasulullah Shalallahu Alaihi wa Salam pernah menulis surat kepada penduduk Yaman supaya tidak menyentuh Al-Qur’an kecuali orang yang suci. (HR. Ad-Darimi)

Baca Juga:  Idul Adha Tahun Ini Bertepatan dengan Hari Jumat, Apakah Boleh Tidak Shalat Jumat?

Dari dua landasan berupa ayat Al-Qur’an dan hadis yang disampaikan di atas, kemudian para ahli hukum Islam berkomentar seperti yang tertuang di dalam kitab-kitab Fiqih sebagai berikut:

1). Kitab Al-Bayan Fi Tafsir ayat Al-Ahkam yang ditulis oleh Imam As Shabuni halaman 507

إن الأية تدل على الحكم من باب الإشارة. فإذا كان الله تبارك وتعالى يخبر أن الصحف المطهرة لا يمسها إلا المطهرن بالصحف الذي بأيدينا كذالك ينبغي أن لا يمسها إلا طاهر

Ayat tersebut menunjukkan hukum keharaman menyentuh Al-Qur’an bagi orang yang tidak punya wudhu dengan jalan isyaroh. Allah Subhanahu wa Ta’ala menyebutkan bahwa lembaran-lembaran yang suci (di Lauhul Mahfudz) tidak dapat disentuh kecuali oleh orang-orang yang suci (malaikat), maka begitu pula mushaf yang ada di hadapan kita tidak boleh disentuh kecuali oleh orang-orang yang suci (dari hadas)

2). Kitab Fathul Mu’in karya Zainuddin Al-Malibari pada halaman 10

Baca Juga:  Pandangan Gus Dur Terhadap Gagasan Negara Islam

ويحرم بالحدث ثلاثة وطواف وسجود وحمل مصحف وما كتب لدرس قرآن ولو بعض آية كلوح

Haram sebab hadas kecil yaitu melakukan salat, thawaf, sujud, yakni sujud tilawah dan sujud syukur, membawa Mushaf dan menyentuh kertas yang ditulisi ayat Al-Qur’an walaupun hanya sebagian ayat.

3). Kitab Kifayatul Akhyar Juz I halaman 81

و يحرم على المحدث ثلاثة أشيآء: الصلاة والطواف ومس المصحف – إلى أن قال – وأما مس المصحف فقوله تعالى لايمسه إلا المطهرون

Haram bagi orang yang hadas tiga perkara: shalat, thawaf dan menyentuh mushaf – sampai pada perkataan – Adapun haramnya menyentuh mushaf (bagi orang hadas) karena firman Allah taala لَّا يَمَسُّهٗٓ اِلَّا الْمُطَهَّرُوْنَۙ

Baca Juga:  Hukum Shalawat Diiringi Musik, Benarkah Haram?

Demikianlah pandangan para ulama Syafi’iyah berkaitan dengan hukum menyentuh Al-Qur’an ketika hadas, baik hadas kecil maupun hadas besar. Inti dari semua yang disampaikan diatas adalah haram menyentuh Al-Qur’an ketika hadas karena Alquran adalah sesuatu yang mulia dan harus dimuliakan.

Faisol Abdurrahman