Inilah Nasehat Sayyidina Umar bagi Para Penghafal Al-Quran

penghafal al quran

Pecihitam.org – Salah satu sahabat Rasulullah Saw yang sangat menghormati dan sangat perhatian terhadap Al-Qur’an dan para penghafal Al-Quran adalah beliau sayyidina Umar bin Khattab. Bahkan dalam sejarahnya, ketika terjadi perang Yamamah melawan orang-orang yang murtad pada masa khalifah Abu Bakar setelah Rasulullah wafat, banyak sekali para hafidz gugur dan syahid dalam peperangan. Di sebutkan kurang lebih ada 70 sahabat penghafal Al-Qur’an yang gugur.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Saat itu Umar bin Khattab sangat mencemaskan keutuhan Al-Qur’an Karena sebelumnya ayat-ayat Al-Qur’an hanya di tulis dalam pelepah kurma, kulit binatang, tulang-tulang dan di lempengan batu dan masih tercecer. Sehingga jika para sahabat penghafal Al-Quran telah banyak yang meninggal, maka siapa lagi yang akan menjaga keutuhan kitab suci Al-Quran di masa yang akan datang?

Umar bin Khattab pun berinisiatif untuk mengusulkan agar Al-Qur’an di kodifikasikan dalam satu mushaf. Meskipun Khalifah Abu Bakar sempat tidak setuju namun akhirnya khalifah pun menyetujui pembukuan Al-Qur’an.

Baca Juga:  Surah Ali Imran Ayat 16-22; Tafsir dan Terjemahannya

Tanpa menunggu lama, Abu Bakar pun segera memerintahkan beberapa sahabat untuk melaksanakan tugas dalam pengumpulan tulisan-tulisan ayat Al-Qur’an yang masih tercecer. Berikut adalah beberapa sahabat yang di tunjuk khalifah Abu Bakar untuk melaksanakan tugas tersebut adalah,

  1. Zaid bin Tsabit
  2. Ali bin Abi Thalib
  3. Utsman bin Affan
  4. Ubay bin Ka’ab

Dari keempat sahabat di atas ang di tunjuk oleh khalifah Abu Bakar, di pilihlah Zaid bin Tsabit sebagai ketua pelaksana karena sebelumnya Zaid bin Tsabit merupakan sekertaris pribadinya Rasulullah Saw.

Kemudian di lanjutkan pada masa kepemimpinan Khalifah Umar yang meminta laporan kepada para pemimpin pasukan yang berisi data dari para prajurit yang hafal Al-Qur’an. Khaifah Umar memberikan apresiasi kepada para prajurit penghafal Al-Qur’an dengan memberikan mereka tunjangan atau beasiswa.

Selain itu, para prajurit penghafal Al-Quran tersebut akan di kirimkan sebagai delegasi umat islam untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada semua umat di wilayah kekuasaan Islam. Dan kemudian Khalifah Umar pun memberikan nasihat kepada para delegasi penghafal Al-Qur’an tersebut, sebagai berikut :

Baca Juga:  Menyikapi Perbedaan dalam Pelafalan Bacaan Al-Quran

Khalifah Umar Berkata “Jika engkau bisa, jadikanlah Al-Qur’an sebagai temanmu, dan jangan sampai ia menjadi musuhmu. Sebab barang siapa Al-Qur’an menjadi temannya, niscaya ia masuk surga. Dan barang siapa yang di musuhi Al-Qur’an, niscaya ia masuk neraka, dan siapa saja yang bangun pada malam hari dan kemudian bersiwak, berwudhu, bertakbir, dan membaca Al-Qur’an, maka malaikat akan meletakkan mulutnya dalam mulut orang tersebut, “ Bacalah, bacalah. Engkau telah harum dan Al-Qur’an juga telah harum bagimu’ oleh karena itu, muliakanlah Al-Qur’an dan jangan rendahkan. Sebab Allah memuliakan orang yang memuliakan Al-Qur’an dan merendahkan orang yang merendahkan Al-Qur’an, ketahuilah bahwa barang siapa membaca Al-Qur’an, menghafal dan mengamalkannya serta mengikuti apa yang di kandungnya, ia memiliki do’a yang mustajab di sisi Allah Swt. jika dia menghendaki maka Dia doa tersebut di dunia. Jika tidak, maka doa tersebut menjadi simpanan baginya di akhirat” ( Syekh Muhammad Yusuf al-Kandahlawi,2019)

Baca Juga:  Surah Al-A'raf Ayat 142; Seri Tadabbur Al-Qur'an

Demikianlah nasihat dari Khalifah Umar untuk para penghafal A-Qur’an, menurutnya Al-Qur’an adalah sebagai kehormatan bagi penghafalnya, sehingga jika seseorang menghafal Al-Qur’an maka ia harus mengikuti Al-Qur’an dan mengamalkannya karena Al-Qur’an akan menjadi simpanan bagi para penghafalnya kelak di syurga. Al-Qur’an adalah kitab yang paling dekat dengan Allah Swt sehingga menjadi petuunjuk bagi seluruh umat muslim.

Arif Rahman Hakim
Sarung Batik