Iran Kecam Kekerasan Terhadap Umat Islam di India

Pecihitam.org – Pemerintah Iran mengecam keras gelombang kekerasan anti-warga Muslim di India, dan mendesak pemerintah negara ini agar membendungnya.

Hal itu diungkapkan Menteri Luar Negeri Iran Mohammad Javad Zarif lewat unggahannya di Twitter, Senin, 2 Maret 2020.

“Iran mengutuk gelombang kekerasan terorganisir anti-Muslimin di India,” cuit Zarif.

“Iran bersahabat dengan India selama beberapa abad. Kami meminta para pejabat India menjamin kesejahteraan semua warga negara India, dan tidak membiarkan berlanjutnya aksi pembunuhan keji ini,” sambungnya.

Pihaknya juga mengimbau supaya persoalan di negara tersebut diselesaikan melalui jalur dialog dan pengindahan supremasi hukum.

Diketahui, sebelumnya di hari yang sama juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran Abbas Mousavi dalam konferensi pers mengatakan bahwa Iran merasa khawatir atas berita-berita dari India mengenai konflik.

Baca Juga:  Peringati Kemenangan Revolusi Islam, Jutaan Rakyat Iran Tumpah Ruah di Teheran

“Iran prihatin dengan pertikaian bermotif ras dan agama, dan menyatakan prihatian atas apa yang terjadi di sana,” ujar Abbas.

Toleransi, kata dia, sebenarnya dominan di India sehingga berbagai umat beragama selama ini dapat hidup berdampingan secara rukun.

“Namun berita-berita yang kami dapat ini meresahkan banyak orang, dan kami berharap kekerasan anti-Muslimin di India segera berakhir,” ungkapnya.

Seperti diketahui, kerusuhan melanda New Delhi, ibu kota India, dan menewaskan hingga 42 orang pada pekan lalu. Kerusuhan ini dipicu oleh UU Kewarganegaraan kontroversial, Citizenship Amendment Act (CAA) yang disahkan oleh pemerintah pada 2019.

Bentrokan bermula pada Minggu 23 Februari 2020 dan memburuk ketika Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melawat New Delhi selama dua hari.

Baca Juga:  AS Tuding Iran Rencanakan Serangan ke Irak
Muhammad Fahri