Islam Terpecah Menjadi 4 Golongan pada Masa Ali bin Thalib, Selain Syiah Apa Saja?

Islam Terpecah Menjadi 4 Golongan pada Masa Ali bin Thalib, Selain Syiah Apa Saja?

PECIHITAM.ORG – Dalam sejarah tercatat bahwa kaum muslimin terpecah menjadi empat golongan pada masa Ali Bin Abi Thalib radhiallahu anhu. Selain Syiah, apa sajakah 4 golongan tersebut? Temukan jawabannya dalam artikel ini.

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Pada masa pemerintahan Sayyidina Ali bkn Abi Thalib karamallahu wajhah, terjadi hal-hal yang sangat mengecewakan umat Islam. Bukan karena Sayyidina Ali-nya, tetapi disebabkan situasi dan kondisi yang tidak kondusif waktu itu.

Kemudian setelah terjadi konflik internal dan berbagai perdebatan serta pertikaian yang terjadi pada masa itu, maka kaum muslimin terpecah menjadi empat golongan pada masa Ali bin Abi Thalib itu.

1). Golongan Syi’ah dan sebagian kaum ahlussunnah di Madinah serta kota-kota lain yang mendukung pengangkatan Sayyidina Ali bin Abi Thalib radhiallahu anhu.

2). Golongan Muawiyah bin Abu Sufyan, seorang amir (gubernur) yang diangkat pada masa kekhalifahan Utsman bin Affan di Damaskus, Syiria yang tidak mengakui Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah dan menganggap Ali telah bersalah dan ikut campur tangan dalam tragedi pembunuhan Utsman bin Affan.

Baca Juga:  Mengenang Sejarah Islam di Spanyol, 7 Abad Berkuasa dan Akhirnya Terusir

Mereka mengatakan bahwa pengangkatan Ali bin Abi Thalib dilakukan kaum pemberontak dengan paksaan. Golongan di Syria ini kemudian mengangkat Muawiyah bin Abi Sufyan menjadi khalifah pengganti Utsman bin Affan. Maka pada masa ini terjadi dualisme kekhalifahan, yang satu di Madinah yang merupakan kekhalifahan yang sah dengan Khalifah Ali bin Abi Thalib dan satunya lagi adalah kekhalifahan tandingan yang ada di Syria yang ddipimpin oleh Muawiyah bin Abi Sufyan.

3). Golongan yang disepuhi oleh Ummul Mukminin, Siti Aisyah, radhiallahu anha dan diikuti oleh Thalhah dan Zubair radliyallahu anhuma, dua orang sahabat utama Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.

Golongan ini tidak mengakui pengangkatan Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah yang keempat, karena pengangkatannya dituding dengan paksaan. Tapi olongan ini pun tidak menyalahkan Alo dalam soal pembunuhan terhadap Utsman bin Affan, khalifah ketiga yang mati terbunuh.

Mereka juga tidak menuntut pembalasan atas kematian Utsman bin Affan. Di sini perlu dicatat bahwa Siti Aisyah radhiyallahu anha sedang tidak berada di Madinah ketika terjadi pemberontakan terhadap Utsman bin Affan, tetapi Thalhah dan Zubair berada di Madinah dan ikut mengangkat Sayyidina Ali, tetapi mereka mengatakan ketika pengangkatan itu pedang terhunus di atas kepala kami (maksudnya dengan adanya unsur paksaan sehingga mereka berbaiat kepada Ali bin Abi Tholib karena terpaksa).

Baca Juga:  Tiga Datuk Penyebar Islam di Sulawesi Selatan

4). Golongan yang yang ditokohi oleh Abdullah bin Umar, anak dari Khalifah Umar bin Khattab, khalifah yang klkedua dan diikuti oleh sahabat-sahabat lain seperti Muhammad bin Salamah, Usman bin Zaid, Saad bin Abi Waqash, Hasan bin Tsabit, Abdullah Bin Salam dan sahabat-sahabat lainnya.

Golongan ini tidak ikut mengangkat Ali bin Abi Thalib sebagai khalifah, tidak juga ikut menyalahkan Ali bin Abi Thalib dalam kasus pembunuhan Utsman bin Affan, dan juga tidak ikut mendukung Muawiyah bin Abi Sufyan di Damaskus.

Sehingga mereka bisa dikatakan merupakan golongan yang paling netral dibandingkan tiga golongan lainnya. Mereka lebih suka menjauhkan diri dari politik dan konsentrasi dengan ilmu dan pengajaran.

Baca Juga:  Sejarah Awal Mula Penyembahan Berhala di Makkah

Inilah 4 golongan umat Islam yang timbul sesudah terbunuhnya Utsman bin Affan, atau pada masa khalifah yang keempat yakni Ali bin Abi Thalib.

Kemudian dalam perkembangannya, dari 4 golongan itu terkecuali Syiah tidak ada yang menjadi firqah. Semuanya selesai sampai disitu. Sementara Syiah, sebagaimana kita tahu hingga saat ini tetap menjadi firqah.

Salah satu hikmahnya adalah karena memang tiga golongan dari 4 golongan pada masa Ali bin Abi Thalib tersebut memang murni ijtihad, tidak ada kepentingan dan tidak ada unsur hasud kepada yang lainnya. Wallahu a’lam!

Faisol Abdurrahman