Jabir Ibn Hayyan, Ilmuwan Muslim Ahli dalam Bidang Kimia

Jabir Ibn Hayyan

Pecihitam.org -Nama lengkapnya adalah Abu Musa Jabir ibn Hayyan ibn Abdullah Al-Azdi. Beliau dipanggil dengan nama AI-Azdi dikarenakan berasal dari kabilah Yaman yang besar, yaitu kabilah Azad yang sebagiannya hijrah ke Kufah setelah robohnya Bendungan Ma’rib. Adapun Jabir ibn Hayyan lahir di kota Thus Iran pada tahun 101 H (720M) dan wafat pada tahun 197 H (813 M).

Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG

Dari beberapa catatan sejarah, dikatakan bahwa ayah dari Jabir ibn Hayyan adalah seorang yang bekerja di bidang farmasi, sekaligus sebagai pendukung Dinasti Abbasiyyah yang hijrah dari Kufah ke Thus untuk mengikuti kegiatan kampanye bagi mereka yang ada di Persia.

Akan tetapi intel Dinasti Umawiyyah telah mengintainya bahkan menangkapnya. Sedangkan Jabir sendiri kembali ke Iraq, dan setelah pemberontakan yang dilakukan oleh Dinasti Abbasiyyah berhasil, dia kemudian menetap di Baghdad dan berhubungan dengan keluarga Baramikah, seorang bangsawan Persia terkemuka.

Hubungannya dengan Ja’far bin Yahya Al-Barmaki semakin kuat, sehingga dia membawanya kepada khalifah Harun Ar-Rasyid. Di hadapan Harun Ar-Rasyid, Jabir mengusulkan untuk mendatangkan buku-buku ilmiah Yunani dari Konstantiopel.

Akan tetapi setelah terjadi Tragedi Baramikah, Jabir lari ke Kufah dan menetap di sana seraya bersembunyi dari para pendukung khalifah tanpa ada seorang pun dari mereka yang mengetahuinya.

Hilang tanpa jejak bahkan tak ada yang tahu sama sekali, barulah diketahui setelah dua abad kemudian dari tahun wafatnya, tepat ketika laboratoriumnya ditemukan setelah digusur rumah-rumah yang terletak di Damaskus, tempat tinggalnya.

Baca Juga:  Kiai Bisri Syansuri dan Pemikiran Gendernya

Adapun pendidikannya, Jabir bin Hayyan memulai dari ilmu agama. Yang mana beliau berguru kepada Harb Al-Hamiri dan Imam Ja’far Ash-Shadiq, hingga akhirnya Jabir menjadi teman dekat Imam Ja’far.

Setelah itu, beliau cenderung kepada ilmu tasawuf dan mempelajari filsafat. Fahmi Mathius Ishaq menegaskan dalam bukunya ” Al Ulama’ wa Al-Muslimun” bahwa Jabir menguasai bahasa Yunani dan Latin dengan baik.

Kimia Sebelum Masa labir bin Hayyan

Sebelum masa Jabir bin Hayyan, kimia merupakan sekumpulan praktik profesi primitif yang didasarkan kepada pengalaman. Kimia pada masa itu banyak dipergunakan untuk mengawetkan mayat, untuk menyamak dan pembuatan barang industri seperti pembuatan barang-barang tambang, kaca, cat, serta menyuling minyak dan parfum.

Disinilah Jabir termasuk orang-orang yang semangat untuk mengadakan penelitian tentang rahasia elixir (Sejenis cairan). Semangatnya memiliki pengaruh positif, karena telah mendorongnya untuk mengadakan penelitian kimia dan mengembangkannya dari kedudukannya pada masa primitif.

Alkimia akhirnya menjadi ilmu kimia (chemistry) dengan banyak menambah pengetahuan ilmiah dan teoritis baru, menggagas dasar-dasarnya, cara penyajiannya dan cara pengobatan dengannya, sehingga wajar kalau ilmuwan Arab ini berhak mendapat gelar guru besar kimia.

Penemuan llmiah Jabir bin Hayyan

Sebagai ilmuwan, tentu tidak sedikit penemuan yang menjadi sumbangsih beliau sebagai ahli kimia, dan diantara penemuannya ialah:

  1. Dia berhasil memadukan asam hidroklorik (senyawa garam) dengan asam netrik. Kemudian campuran yang dihasilkan dari pemaduan ini dikenal dengan nama “air emas” atau “air raksa karena kemampuannya untuk mencairkan emas. Cara pemaduan berikutnya adalah dengan meneteskan campuran garam makanan (cloride sodium) dan kaca biru atau kaca ciprus. Jabir menyifati zat asam ini sebagai air keras karena ia dapat mencairkan logam.
  2.  Berhasil memadukan soda yang dibakar (hidroksida sodium) dengan didihan soda (karbonat sodium) dan kalsium oksida. Soda yang dibakar merupakan bahan pokok dalam Proses PencamPuran bahan kimia.
  3. Berhasil memadukan antara nitrat perak dengan karbon timah.
  4. Berhasil memisahkan arsenik dari sulfit arsenik, dan memisahkan antimony (logam keputih-putihan yang rapuh untuk membuat obat dan Pengeras campuran logam) dari sulfat antimony.
  5. Mampu membedakan antara zat asam dengan alkalis. Beliau mengatakan bahwa keduanya dapat saling berinteraksi untuk membuat garam.
  6. Mampu membedakan antara pemisahan yang sebenarnya yang terjadi akibat pencairan penuh dari baja di dalam air dan pemisahan bergantung yang terjadi
Baca Juga:  Abdurrahman al Khazini, Ilmuwan Muslim Pencetus Teori Gravitasi

Keahlian seorang Jabir ibn Hayyan pun semakin dikenal dan tak diragukan lagi dikarenakan beliau memang langsung praktik dan berpengalaman dalam industri kimia. Adapun penemuannya dalam hal ini ialah

  1. Beliau menemukan beberapa cara yang efektif untuk memurnikan logam dan mencampur baja untuk keperluan industri serta menjaga besi dari karat.
  2. Merumuskan cara pembuatan tinta dari sulfit besi yang dicampur emas sehingga bisa mengganti air emas (yang mahal harganya) untuk membuat tulisan dari tinta emas.
  3. Merumuskan cara-cara yang istimewa dalam mewamai kulit, mengeraskan kain tenun, ataupun yang lainnya.

Karya Tulis

Sama halnya dengan para Ilmuwan lainnya, tentu Jabir bin Hayyan tidak ketinggalan dengan aktivitas tulis menulis, yang mana karya beliau ada sekitaran 500 makalah dalam bidang kimia. Selain itu, beliau juga menulis buku-buku kedokteran, matematika, filsafat, logika dan puisi.

Baca Juga:  Jabir bin Hayyan, Ahli Kimia yang Pertama Kali Mendapat Gelar Sufi

Muhammad bin Sa’id As-Sarqasti yang dikenal dengan nama Ibnu Al-Musyath Al Astharlabi, mengatakan bahwa dia melihat buku yang dikarang Jabir di Mesir tentang Asterlab (Salah satu alat dalam ilmu falak dalam mengukur ketinggian benda benda langit guna mengetahui waktu) tidak ada bandingannya.

Adapun karya tulisnya yang lain diantara karya tulisnya yang terkenal adalah sebagai berikut:

  • – Al-Khawash Al-Kabir yang merupakan buku paling terkenal dan manuskripnya tersimpan di musium Inggris.
  • – Kitab As-Sab’in dan Kitab Ar-Rahmah, Keduanya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Latin pada abad pertengahan.
  • – Al-jamal Al-‘lsrun yang meliputi dua puluh makalah tentang kimia.
  • – Al-Ahjar, yakni Manuskripnya tersimpan di perpustakaan nasional di Paris.
  • – Asrarul Kimiya
  • – Ushulul Kimiya

Semoga bermanfaat!

Sumber: 147 Ilmuwan Terkemuka dalam Sejarah Islam oleh Muhammad Gharib Jaudah

Rosmawati