Jangan Anggap Remeh! Inilah 5 Ancaman Jika Kamu Enggan Bayar Hutang

enggan bayar hutang

Pecihitam.org– Sebagai manusia yang merupakan makhluk sosial, tentu sudah menjadi hukum asalnya bahwa sampai kapan pun manusia akan selalu membutuhkan pertolongan ke manusia lainnya. Karena hakikatnya kita tidak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Salah satunya ialah dengan saling memberikan pinjaman, sayangnya mengembalikan uang dipinjam biasanya malah dipersulit karena adanya yang enggan bayar hutang, padahal ini bukanlah hal sepele.

Dalam Islam sendiri, memiliki hutang bukanlah permasalahan kecil, karena ketika hutang itu belum terbayarkan sampai si peminjam menemui ajalnya, maka perkaranya akan dibawah di akhirat kelak. Terlebih jika si peminjam memang merasa enggan bayar hutang.

Untuk itu, berikut balasan bagi orang yang enggan membayar hutang,

1. Membayar hutang dengan pahala kebaikannya

Karena sampai kapan pun hutang itu akan tetap dibayar, jika bukan dengan uang terlebih di akhirat nanti yang mana uang tak lagi di gunakan, rupanya dengan keadilan Allah, hutang dibalas dengan pahala kebaikan,

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dari Ibnu ‘Umar, Rasulullah saw., bersabda,

Barangsiapa yang mati dalam keadaan masih memiliki hutang satu dinar atau satu dirham, maka hutang tersebut akan dilunasi dengan kebaikannya (di hari kiamat nanti) karena di sana (di akhirat) tidak ada lagi dinar dan dirham.”

2. Kedudukannya setara dengan pencuri

Baca Juga:  Inilah 3 Bentuk Durhaka Istri Kepada Suami yang Paling Sering Terjadi

Siapa sangka, ternyata enggan melunasi hutang rupanya disetarakan dengan seorang pencuri, karena memang logikannya seperti itu. mengambil milik orang lain persis dengan seorang pencuri yang mana tak akan mungkin ingin mengembalikan apa yang diambilnya.

Bedanya ialah terletak dari proses pengambilan, jika meminjam diawali dengan meminta, maka mencuri langsung mengambilnya begitu saja tanpa meminta izin.

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dari Shuhaib Al Khair, Rasulullah saw., bersabda,

“Siapa saja yang berhutang lalu berniat tidak mau melunasinya, maka dia akan bertemu Allah (pada hari kiamat) dalam status sebagai pencuri.”

Bahkan lebih dari itu, dari Abu Hurairah ra., bahwasanya Rasulullah saw., bersabda

“Barangsiapa yang mengambil harta manusia, dengan niat ingin menghancurkannya, maka Allah juga akan menghancurkan dirinya.”

Menghancurkan disini artinya sengaja meminjam milik orang lain kemudian enggan membayarnya dengan niat ingin menghancurkan atau mempersulit si pemberi pinjaman, maka balasannya ialah Allah swt., pun akan menghancurkannya.

3. Jiwanya tidak tenang sampai hutangnya terlunasi

Sama dengan di dunia, ketika kita punya hutang tentu akan membuat kita tidak tenang, kecuali bagi mereka yang memang niatnya tak ingin melunasi, tapi ketahuilah bahwa niat buruk, pastinya akan terbalaskan. Dengan cara apa? Yakni dengan jiwa yang tergantung sampai hutang tersebut terbayarkan.

Baca Juga:  Cara Menjaga Sholat Malam Setelah Berlalunya Bulan Ramadhan

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Tirmidzi, dikatakan bahwa Rasulullah saw., bersabda

“Jiwa seorang mukmin masih bergantung dengan hutangnya hingga dia melunasinya”

Dalam hal ini, Al ‘Iroqiy mengatakan, “Urusannya masih menggantung, tidak ada hukuman baginya yaitu tidak bisa ditentukan apakah dia selamat ataukah binasa, sampai dilihat bahwa hutangnya tersebut lunas atau tidak.”

4. Dosa hutang tidak akan terampuni walaupun mati syahid

Apalah arti Syahid jika memiliki hutang yang niatnya enggan untuk dibayar? Dan hal ini tentu harus  diperhatikan, karena rupanya enggan membayar hutang sangat dinilai buruk, sampai sampai dosa hutang tidak akan terampuni.

Sebagaimana yang diriwayatkan oleh Imam Muslim, dari ‘Abdillah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah saw., bersabda,

“Semua dosa orang yang mati syahid akan diampuni kecuali hutang”

5. Enggan Disholati

Hal ini berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari, dari Salamah bin Al Akwa’ ra., beliau berkata: 

Kami duduk di sisi Nabi saw., Lalu didatangkanlah satu jenazah. Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak ada.”

Lalu beliau mengatakan, “Apakah dia meninggalkan sesuatu?”. Lantas mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak.” Lalu beliau saw., menyolati jenazah tersebut.

Baca Juga:  Keutamaan Mengucapkan Amin Setelah Imam Shalat Membaca Al Fatihah

Kemudian didatangkanlah jenazah lainnya. Lalu para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah shalatkanlah dia!” Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Iya.” Lalu beliau mengatakan, “Apakah dia meninggalkan sesuatu?” Lantas mereka (para sahabat) menjawab, “Ada, sebanyak 3 dinar.” Lalu beliau mensholati jenazah tersebut. 

Kemudian didatangkan lagi jenazah ketiga, lalu para sahabat berkata, “Shalatkanlah dia!” Beliau bertanya, “Apakah dia meningalkan sesuatu?” Mereka (para sahabat) menjawab, “Tidak ada.” Lalu beliau bertanya, “Apakah dia memiliki hutang?” Mereka menjawab, “Ada tiga dinar.” Beliau berkata, “Shalatkanlah sahabat kalian ini.”

Menyaksikan hal tersebut, Abu Qotadah pun berkata, “Wahai Rasulullah, shalatkanlah dia. Biar aku saja yang menanggung hutangnya.” Kemudian beliau pun menyolatinya.”

*Semoga bermanfaat!

Nonna
Pecihitam.org, dapat Istiqomah melahirkan artikel-artikel keislaman dengan adanya jaringan penulis dan tim editor yang bisa menulis secara rutin. Kamu dapat berpartisipasi dalam Literasi Dakwah Islam ini dengan ikut menyebarkan artikel ini ke kanal-kanal sosial media kamu atau bahkan kamu bisa ikut Berdonasi.

DONASI SEKARANG